Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 3)

coverconansp3

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 3)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792024654

cooltext-blurb

Kogoro mendapat tawaran untuk menjadi figuran dalam sebuah syuting film. Akan tetapi, rasa takut pada gempa membuat syuting filmnya berantakan. Akhirnya syuting ditunda dua jam. Saat kereta berlari di atas jembatan, tiba-tiba tubuh sang sutradara melayang, jatuh ke sungai.

cooltext-review

Halo, selamat malam. Kali ini saya akan mengulas lagi komik Detektif Conan Edisi Spesial. Sama seperti jilid pertama yang saya baca, kali ini komik Conan dibuat tak hanya oleh Aoyama Gosho saja, melainkan ada tiga orang yang ikut ambil bagian yaitu Abe Yutaka, Maru Denjiro, dan Taira Takahisa. Hal ini membuat goresan gambar menjadi “berbeda” dengan biasanya.

Sebelum memasuki cerita pertama, ada pengenalan tokoh utama yaitu Shinichi Kudo, Conan Edogawa, Ran Mouri, dan Kogoro Mouri. Pengenalan ini meliputi karakterisasi tokoh. Selain itu ada pula bagian “Ringkasan Cerita Sebelumnya” yang mengambil dari komik edisi reguler jilid pertama tentang cikal bakal kemunculan Conan Edogawa setelah hilangnya Shinichi Kudo.

Komik edisi khusus ini memiliki sepuluh chapter yang secara keseluruhan berisi lima kasus yang berbeda. Saya tak akan membahas semuanya, jadi cukup tiga kasus saja ya. Yang pertama adalah Pembunuhan Gamer bagian 1 & 2. Ran, Conan, dan Kogoro sedang berada di International Event Centre di Pusat Kota Rinkai untuk menyaksikan Turnamen Arcade Game Final Fighter.

Ryo dan Tetsu adalah dua pemain yang bertarung sengit ketika tiba-tiba listrik di tempat itu padam. Saat listrik menyala, Tetsu ternyata sudah tidak bernyawa. Semua orang di panggung termasuk Kitagawa sang maskot juga tak luput dicurigai sebagai pelaku pembunuhan Tetsu. Disinyalir Tetsu tewas akibat listrik bertekanan tinggi yang mengenainya. Namun, bagaimana?

Mengalirkan listrik tegangan tinggi mustahil dilakukan tanpa adanya alat pengatur tegangan. Tak ada lagi tempat yang bisa menyembuyikan alat itu selain mesin game ini. (Halaman 76)

Pembunuhan Blue Train bagian 1 & 2 adalah kasus yang turut dituliskan pada blurb komik ini. Kogoro yang mendapat tawaran berperan di film arahan Sutradara Mizouchi harus berakhir dengan tewasnya sutradara tersebut ketika sedang istirahat syuting di atas kereta. Ya benar, syuting saat itu dan tewasnya sutradara berlangsung di gerbong kereta yang sedang berjalan.

Aktor Aida, dekorator Tomoi, dan asisten sutradara Ito menjadi tiga orang tersangka pembunuhan sang sutradara. Trik yang sangat rapi membuat Kogoro dan Conan cukup kesulitan menentukan siapa dan bagaimana pelaku tersebut beraksi. Siapa sangka sebuah foto kamar Sutradara Mizouchi menjadi titik terang trik yang digunakan si pelaku. Apakah itu?

Tuas darurat itu seharusnya di sana ada kaca. Tapi, pecahan kaca tidak ada di mana pun. Dan wajah Pak Mizouchi pada waktu jatuh itu… Ekspresinya seperti orang yang terkejut. Ini, bukan bunuh diri!! Dia dibunuh seseorang!! (Halaman 107)

Pembunuhan Kritikus Makanan bagian 1 & 2 adalah kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah acara televisi bertajuk Lomba Masak. Karena acara ini dibuka untuk umum, (lagi-lagi) Kogoro, Ran, dan Conan bermaksud menyaksikannya secara langsung. Apalagi seorang kritikus makanan yang terkenal bernama Yoichi Senzui turut serta menjadi juri acara masak tersebut.

Siapa sangka, acara yang bahkan belum berakhir itu harus dwarnai dengan kematian Yoichi. Lagi-lagi ada tigaa orang yang dicurigai sebagai pelakunya. Mereka adalah Yumi Kondo si pembawa acara, Bin Umehara peserta Lomba Masak, dan Shinagawa sang sutradara acara tersebut. Kogoro yang tergesa-gesa menyimpulkan kasus ini lagi-lagi harus dibungkam Conan sebelum menjadi lebih parah. sayangnya, belum sempat Conan “beraksi”, hal darurat terjadi!

Yang bisa memasukkan cuma tiga orang itu. Umehara si pembuat sup. Sutradara Shinagawa yang memilihkannya. Dan Yumi Kondo yang menanyakan pendapatnya waktu Yoichi mencicipi. (Halaman 146)

Satu pendapat yang muncul ketika membaca komik jilid ini (dan jilid perdana juga) adalah: “Kok gambarnya beda yaaaaaa?” Sepertinya saya telat menyadari bahwa edisi spesial ini tidak sepenuhnya (atau malah sama sekali tidak) digambar oleh Aoyama Gosho, melainkan goresan tangan nama-nama selain si pencipta asli Detektif Conan yang terpampang di halaman satu.

Ide cerita bisa jadi merupakan buah pikiran sang kreator asli Conan. Jadi saya tidak terlalu kecewa dan merasa ini merupakan doujinshi ataupun fanart. Tetapi rasanya memang sangat berbeda membaca versi gambaran orang lain dibandingkan sang empunya karya meskipun sama-sama Conan dan tokoh-tokoh penting lainnya. Feel-nya terasa aneh, in a good way.

Semua kasus yang disuguhkan di jilid ini sama dengan jilid pertama alias tidak ada yang menggantung apalagi bersambung. Namun demikian, jumlah chapter yang tidak hanya satu untuk setiap kasus membuat eksplorasi latar belakang dan trik yang digunakan pelaku menjadi tidak terlalu singkat seperti jilid perdana. Karakter pelaku atau korban bisa digali lebih dalam.

Tokoh yang menurut saya terlihat lebih bodoh dibandingkan edisi reguler adalah Kogoro Mouri. Memang di edisi reguler ia digambarkan sebagai detektif ceroboh yang suka memberikan deduksi asalasalan. Namun, ia masih bisa terlihat sebagai detektif serius yang masih mau berpikir. Namun di jilid khusus ini Kogoro justru terkesan dungu dan bodoh sekali.

Saya tidak masalah jika panggung komik ini hanya untuk Conan. Namun saya menjadi cukup bosan ketika Conan hanya berpikir sendiri, berperan sendiri, dan akhirnya jadi menganalisis sendiri. Jilid khusus ini seolah menjadikan tokoh-tokoh lain (selain korban dan pelaku) hanya sebagai tempelan figuran tak berarti banyak untuk keberlangsungan pemecahan kasus. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*