Rss

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 1)

coverconansp1

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 1)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792020205

cooltext-blurb

Siapa tak kenal Conan? Detektif cilik jelmaan Shinichi Kudo yang tubuhnya menciut karena racun dari kawanan berjubah hitam. Kali ini, dalam penyamarannya sebagai anak SD, dia masih bisa membagi waktu antara memecahkan kasus dan bermain dengan kelompok detektif ciliknya. Kali ini, Conan beraksi dalam kasus pendek yang cukup menegangkan.

cooltext-review

Haloo. Setelah sebeas hari saya tidak posting apapun di blog ini, kali ini saya akan memberikan sebuah tulisan tentang kesan setelah membaca komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid pertama. Ya benar, ada yang berbeda di komik Conan yang akan saya bahas kali ini. Edisi spesial artinya tidak berasal dari satu pencipta. Selain Aoyama Gosho, ada Yamagishi Eiichi sebagai co-creator.

Ada sembilan chapter yang masing-masing berisi satu kasus langsung tamat. Hal ini jauh berbeda dibandingkan edisi reguler yang memerlukan dua hingga tiga chapter hanya untuk satu kasus saja. prosesnya cukup panjang dan memerlukan jumlah halaman yang tidak sedikit. Sedangkan di komik ini, permulaan, terjadinya, dan penyelesaian kasus menjadi sangat cepat.

Nafsu Membunuh adalah chapter yang menurut saya memiliki trik pembunuhan paling sadis. Bersetting pada sebuah teater pertunjukan bertajuk The Tail of The Comet. Ran, Conan, dan Kogoro menyaksikan pertunjukan itu dengan sangat antusias. Sayangnya, Michiru, sang aktris utama harus tewas dengan sangat tragis ditengah-tengah pertunjukan.

Saeko Kusunoki, rekan Michiru sekaligus pelaku kasus ini memainkan peran pembunuh yang hampir sempurna. Ya benar, pelaku dan motif sudah disebutkan sejak awal cerita. Trik yang digunakan harus segera diungkap oleh Conan. Saya tidak menyangka bahwa Saeko akan memakai dua trik agar rencananya berhasil. Hal ini pula yang akhirnya menyadarkan Conan.

Jam 08.05 sejauh ini sesuai rencana… Berbalik ke kanan di sana. Ambil setengah langkah. Berputar. Lalu ke tengah. Ya… Jangan sampai salah Michiru! Seperti itu. Ya! lakukan dialog paling panjang dalam drama ini di sana! (Halaman 50-51)

Gedung Hantu adalah chapter yang rngan karena mengambil tokoh yang berperan yaitu anak-anak kecil. Ya benar, Ayumi Yoshida, Genta Kojima, dan Mitsuhiko Tsuburaya menjadi orang-orang yang mengajak Conan menyelidiki gedung terlantar di Kota Beika blok 4 yang disebut-sebut dihuni oleh hantu semenjak pemiliknya menghilang dikejar-kejar penagih utang.

Malam hari, keempat anak ini sudah mulai mengeksplorasi lantai demi lantai gedung itu. sejak lantai satu hingga lantai empat tidak ada hal yang mencurigakan. Tiba-tiba muncul jeritan misterius dan cahaya aneh. Bahkan Conan menemukan fakta mengejutkan adanya lantai lima padahal tangganya sudah hais. Mungkinkah ada hal yang tak beres di lantai “tambahan” itu?

Gawat. Padahal sudah mau pulang. Tapi, memang aneh. Masih ada lantai atas padahal tangganya sudah habis. Apa artinya? (Halaman 91)

Pesta keluarga Suzuki diadakan oleh Sonoko. Kali ini Ran dan Conan diundang memeriahkan acara tersebut. Tak disangka, pada chapter berjudul Pembunuhan Beracun ini terjadi sebuah drama pembunuhan yang cukup pelik. Nambara dan Takechi adalah teman Sonoko. Perjumpaan mereka yang hangat ternyata merupakan perjumpaan terakhir dengan Takechi.

Satu-satunya orang yang dicurigai sebagai pembunuh Takechi memiliki alibi yang sangat kuat. Bahkan trik yang digunakan juga hampir mustahil karena ada SOnoko, Ran, dan Conan yang mendukung trik rumit tersebut. Namun demikian, akhirnya Conan bisa memecahkan kesulitan kasus ini dan meminjam tubuh dan suara Sonoko saat mengungkap segalanya.

Bahkan berlebihan. Dia menganggap orang lain sebagai kuman. Dia juga benci menyentuh gantungan dalam kereta dan kenop pintu. Itu sebabnya dia selalu memakai sarung tangan. (Halaman 170)

Terasa lebih menyenangkan membaca komik edisi spesial ini dibandingkan edisi reguler karena saya tidak perlu merasa kesal ketika menjumpai kata “BERSAMBUNG” di akhir halaman hahahaha. Satu chapter yang memuat satu kasus langsung tamat sejak permulaan, kejadian, dan penyelesaian membuat setiap chapter terasa sangat padat dan ringkas. Triknya jadi sederhana.

Berbeda apabila edisi reguler yang satu kasus bisa dua atau tiga chapter, trik pelaku dan motif yang melatar belakanginya bisa diungkap lebih jelas dan kompleks. Tentu hal ini membuat pembaca tidak diberi celah menebak dengan pasti siapa pelaku sesungguhnya. Sedangkan di komik ini? Saya merasa mudah menebak siapa pelakunya meski belum bisa menebak triknya.

Meski ada nama Aoyama Gosho, saya merasa “nyawa” cerita dan gambarnya sudah tidak sama dengan edisi reguler. Apakah hal ini karena ada Yamagishi Eiichi yang mendampingi? Entah. Yang jelas meski koridor dan jalur penceritaannya sama, lingkungan yang tercipta jadi terasa berbeda saat dikerjakan oleh dua orang yang berbeda. Saya penasaran dengan jilid selanjutnya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*