Rss

Detektif Conan (Jilid 52)

coverconan52

Judul: Detektif Conan (Jilid 52)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792736748

cooltext-blurb

Conan dan Ran ikut hunting maple karena diajak Sonoko. Di luar dugaan, gunung dipenuhi saputangan merah akibat populernya drama “Maple Musim Dingin’. Bahkan, staf AD drama tersebut ditemukan sudah jadi mayat!!

cooltext-review

Ada yang berbeda di jilid ke-52 komik Detektif Conan kali ini. Sebelas chapter yang disajikan tidak ada yang diawali dengan sambungan chapter jilid yang lalu ataupun diakhiri dengan kata BERSAMBUNG yang tebal. Selain itu, komik ini menyuguhkan empat kasus lengkap tanpa jeda. Jumlah kasus terbanyak yang pernah saya temui selama membaca komik Detektif Conan.

Kejadian mencurigakan yang pertama terjadi ketika Profesor Agasa, Conan, Ai, Mitsuhiko, Ayumi, dan Genta sedang antri pada acara preview film Star Blade VI Final Series. Saat antri, mereka bertemu dengan lelaki gembul bernama Tatei. Ia dan kekasihnya, Ami, adalah penggemar berat Star Blade. Pun demikian dengan Narukawa, sahabat baiknya sendiri.

Gerak-Gerik yang Mencurigakan adalah chapter yang menegaskan apa yang hendak Tatei lakukan pada Narukawa. Profesinya sebagai wartawan sekaligus fotografer dimanfaatkannya memberikan tiket yang dijual terbatas pada sahabatnya sendiri. Sebuah fakta yang memilukan ternyata disimpan oleh Tatei dan Narukawa sejak tiga tahun terakhir. Fakta apakah itu?

Dia merobek halaman yang ditulisi nama dan alamat profesor, lalu dia memasukkannya ke dalam kotak film bersama filmnya, ‘kan? Kurasa dia lakukan itu agar tidak lupa bahwa dalam film itu ada foto kita… (Halaman 15)

Kasus kedua berlangsung pada sebuah pesta pernikahan. Karena nyawa kedua mempelai bernama Masateru Taira dan Rei Masudo diincar oleh seorang perampok sadis dan pembunuh berantai, polisi Takagi dan polwan Yumi bermaksud menggantikan posisi mereka berdua saat acara pernikahan. Sayangnya, penjagaan ketat dari polisi ternyata berhasil dibobol pelaku.

Rinzo Gunji, Teigo Shimabukuro, dan Fukuharu Karube adalah tiga orang yang tidak dikenal Masudo atapun Taira. Ketiga orang ini pada chapter berjudul Kepanikan di Wedding Hall juga digambarkan memiliki hal yang mencurigakan. Kasus mulai berkembang ketika pelaku sesungguhnya menampakkan diri. Tak disangka ternyata pelakunya bukanlah ketiga orang itu!!

Kalau begitu, kemungkinan mayat itu adalah salah seorang dari daftar undangan… Dia mengincar surat undangan pernikahan… Dengan kata lain, kemungkinan… Dia sudah ada di wedding hall ini!? (Halaman 52)

Kasus ketiga adalah kasus pembunuhan yang berasal dari dunia kepenulisan. Toshihisa Manda adalah seorang novelis sejarah yang cukup ternama. Hari itu adalah batas akhir ia menyerahkan naskahnya pada Editor Shimaki. Ia meminta ijin pada Shimaki agar bersedia menunggu selama dua jam lagi di hall elevator hotel. Ternyata, Manda justru menyelinap dan pergi keluar hotel.

Manda mengunjungi Kohei Haramoto, pemuda yang disinyalir sebagai penulis bayangan Manda. Kesetiannya pada Manda ternyata membuat Manda gelap mata dan membunuh muridnya itu. Benda yang Ingin Disembunyikan adalah chapter yang menyuguhkan bagaimana detik-detik polisi dibantu Conan dkk mengungkap kebenaran kasus ini sejak awal. Berhasilkah?

Si pelaku memasang terbalik bukan karena menyembunyikan sesuatu… Tapi, karena dia merasa bisa bersembunyi kalau posisinya terbalik? Apa bedanya dua hal itu? Sama saja, ‘kan? (Halaman 120)

Nama dalam Huruf Katakana adalah cikal bakal kasus keempat. Kali ini Conan, Ran, dan Sonoko mengunjungi sebuah lokasi syting drama populer berjudul Maple Musim Dingin. Saking populernya, penginapan di dekat lokasi itu sangat ramai pengunjung. Sayangnya, lagi-lagi ada sebuah kasus pembunuhan seorang bernama Hozumi yang sempat berpapasan dengan mereka.

Isamu Okuma, Tatsuzo Watanuki, dan Hans Beckley adalah tiga orang yang disinyalir sebagai tersangka pembunuhan. Polisi Yamamura yang memimpin penyelidikan tidak berguna sama sekali karena deduksinya hanya recehan belaka. Hingga akhirnya Conan bisa menguak pelaku sesungguhnya. Namun, ternyata pelaku itu tak sendirian. Ada 50 orang yang mendukungnya!

Pesannya, ‘Pohon yang kau cari sudah kutemukan, datanglah ke tempat batu besar yang digunakan dalam adegan akhir drama… Dari Hozumi’. Entah kenapa pakai huruf katakana… (Halaman 158)

Jilid kali ini adalah jilid yang saya sukai karena tidak ada yang bersambung huahahaha. Setiap kasus disajikan dengan baik tanpa ada kejanggalan yang saya temukan seperti yang saya alami pada jilid nomor 43. Bahkan kasus pertama yang hanya sekejap membuat saya bisa mengetahui apa yang direncanakan oleh Tatei pada diri Narukawa dengan menggunakan nama Ami.

Kasus kedua sebenarnya agak membingungkan perihal sidik jari yang tertempel di pisau milik pelaku. Sebenarnya tidak terlalu rumit jika saya benar-benar mencermati setiap kalimat Inspektur Megure. Sayangnya, saya terlalu lelah membayangkan kondisi yang sesuai dengan yang ditunjukkan di gambar. Terlebih plot twist yang disuguhkan benar-benar mengecoh saya.

Kasus ketiga dan keempat sama-sama menarik karena menghadirkan dunia yang berbeda yaitu dunia kepenulisan dan dunia drama televisi. Namun, saya terlalu jenuh dengan printilan hal tak penting tentang drama Maple Musim Dingin yang disebutkan berulang-ulang. Masih mending jika hal itu berguna bagi penyelidikan. Nyatanya?? Tidak sama sekali. Saya jadi kesel sendiri.

Oh iya, saya baru pertama kali menemukan sebuah catatan kaki panel (karena berada di bawah panel tengah komik, bukan panel paling bawah) yang menyebutkan bahwa teks dan gambar tidak sesuai karena edisi Indonesia merupakan pembalikan dari edisi Jepang. Hmm, memang saya sudah tahu versi Jepang dibaca dari kanan ke kiri, sedangkan di Indonesia sebaliknya.

Meskipun menarik, saya sudah bisa menilai bahwa komik Detektif Conan mulai terlena dengan dunianya sendiri dan berbagai kasus yang muncul. awal mula kehadiran kelompok berjubah hitam seakan mengendap tanpa dikupas lagi dengan intens. Padahal saat jilid awal, kelompok ini muncul hampir setiap jilidnya. Yah, mungkin ini memang kesengajaan agar pembaca loyal.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*