Rss

Detektif Conan (Jilid 43)

coverconan43

Judul: Detektif Conan (Jilid 43)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792080025

cooltext-blurb

Heiji Hattori datang untuk mengundang Conan dan kawan-kawan ke Osaka pada musim panas. Namun, terjadi pertengkaran hebat dengan Kazuha karena pilihan untuk pergi ke Koushien atau Takarazuka. Akhirnya, Kogoro memutuskan untuk menentukannya lewat pertandingan analisis memecahkan pesan kematian dari kasus pembunuhan yang sedang dia usut!!

cooltext-review

Sebelas chapter yang disajikan dalam jilid nomor 43 Detekti Conan ini semakin seru saja. setelah jilid 40 yang lalu saya puji karena tidak memenggal kasus yang sedang berjalan dalam dua edisi yang berbeda, kali ini ternyata mengulang hal yang membuat saya sebal. Lagi-lagi kasus yang disajikan sejak chapter pertama jilid ini adalah lanjutan chapter di jilid 42. Huft. Sebel.

Oh iya, sekadar informasi saja, kasus pertama ini adalah kasus tentang penyerangan. Petunjuk simbol aneh yang mengarah pada pelaku secara tidak sengaja ada di bagian belakang celana milik Genta. Selain itu, Ayumi sempat berpapasan dengan si pelaku juga memperoleh bekas simbol yang sama. Lagi-lagi karena tak mengetahui awal mulanya, saya takkan membahasnya.

Handphone yang Tertinggal dalah cikal bakal kasus yang kedua. Sesungguhnya bukan tindak kriminal juga sih, hanya saja Azusa Enomoto, seorang waitress Kafe Poirot yang kebetulan disinggahi Conan dan Kogoro meminta bantuan mencari orang hilang yang handphonenya ketinggalan di kafe itu. Sayangnya, Azusa hanya ingat ciri fisiknya saja tanpa tahu namanya.

Kebingungan makin berkembang ketika polwan Yumi Miyamoto singgah ke Kafe Poirot karena hendak mencari informasi tentang seseorang yang tewas tertabrak truk beberapa hari yang lalu. Secara kebetulan, orang itu adalah pemilik HP yang dicari-cari oleh Asuza. Meskipun demikian, identitasnya masih belum jelas. Belum lagi kejanggalan isi HP itu. Bagaimana selanjutnya?

Azusa, yang namanya HP… Kalau cover belakangnya dilepas… Dan baterei dalamnya dilepas… Ada segel yang menunjukkan kode produksi… Kalau kita tanyakan kode itu pada produsen HP dan cari toko yang menjualnya. Lalu, kita ke toko itu untuk menceritakan masalahnya, pasti kita bisa tahu nama pembelinya… (Halaman 48-49)

Heiji Hattori dan KazuhaToyama mendadak mengunjungi Kantor Detektif Kogoro karena ingin mengundang keluarga Mouri dan Conan berlibur ke Osaka. Sebentar lagi liburan musim panas dimulai dan sepertinya sangat menyenangkan bisa pergi bersama. Namun, mereka berdua kurang sepakat antara pergi ke Koushien menonton pertandingan bisbol final musim panas atau ke Teater Takarazuka yang sangat meriah dengan deretan bangku yang strategis.

Pesan Segi Enam menjadi chapter penentuan duel analisis antara Kazuha dan Heiji. Benar, untuk menentukan pergi ke mana, mereka menganalisis kasus pembunuhan direktur Tsujiya Toys Production. Tersangkanya adalah Aiko Nao, Hasami Atsushi, Nakagami Isao, dan Iwatomi Hajime. Pesan kematian korban ternyata mengarah ke salahs atu dari mereka. Benarkah itu?

Sidik jari bisa tertinggal karena minyak dan keringat yang menempel di ujung jari, tapi jika manusia mati, keringat dan minyak pun akan terhenti… Walaupun orang mati dipaksa menggenggam balok susun, sidik jari paling cuma akan menempel jelas pada satu-dua balok yang pertama… Yang berikutnya akan semakin tipis dan akhirnya tak tertempel sama sekali. (Halaman 108)

Kasus keempat adalah sebuah kasus tentang ancaman bunuh diri yang melibatkan stadion Koushien. Benar sekali, pelaku yang menyebut dirinya sebagai Setan Koushien menghubungi Conan dan Heiji agar bisa mengungkap keberadaannya. Sayang sekali, keberlanjutan kasus ini bersambung ke jilid berikutnya sehingga tak bisa saya bahas lebih dalam lagi. So so sorry ya.

Well, kasus pertama dan keempat saya skip karena kekurang utuhan cerita. Kasus kedua memiliki tempo penyelidikan yang lebih singkat dibandingkan kasus ketiga. Selain itu, lapisan misteri yang harus dikuak juga tidak serumit kasus ketiga. Hal ini membuat saya mudah memahami penyelesaian kasus encarian pemilik HP yang tertinggal ini.

Sedangkan kasus ketiga yang melibatkan pesan kematian di balok mainan membuat saya pusing. Bukan tentang pengungkapan siapa pelaku sesungguhnya ataupun trik yang ia gunakan, melainkan pesan ematian itu sendiri. Sebagai catatan, balok mainan itu adalah sebuah balok yang setiap sisinya memiliki aksara bahasa Jepang yang berbeda-beda satu sama lain.

Benar sekali, bukan alfabet ABCD ataupun angka 1234 seterusnya, aksara yang tertera adalah aksara dari huruf hiragana atau katakana. Penjelasan panjang lebar Kazuha tentang pesan kematian itu tidak bisa saya pahami sama sekali karena saya rasa yang bisa memahami adalah orang Jepang asli atau orang yang menguasai bahasa Jepang. Jadi berkurang serunya. Huft.

Belum lagi dilanjutkan dengan kejadian di stadion Koushien yang menayangkan pertandingan final bisbol antara SMU Kounan dan SMU Oogane tidak bisa saya ikuti. Saya memang lemah dalam olahraga bisbol, ditambah penggunaan istilah inning, pole, batter, bla bla bla. Seharusnya istilah itu menjadi kunci pemecahan kasus, tetapi secara keseluruhan saya tidak menikmatinya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*