Rss

Detektif Conan (Jilid 40)

coverconan40

Judul: Detektif Conan (Jilid 40)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792060829

cooltext-blurb

Surat 40 tahun yang lalu ditemukan di kamar Profesor Agasa. Dalam surat dari cinta pertamanya yang mengajak untuk bertemu di tempat kenangan setiap 10 tahun, tertulis angka kode yang diperkirakan menunjukkan tempat pertemuannya. kebetulan, hari ini adalah hari yang dimaksud setelah 40 tahun berlalu. Dapatkah Conan dan Grup Detektif Cilik memecahkan kode itu?!

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ke-40 (gilak, udah banyak aja ternyata) ini masih berisi kasus-kasus yang ditemui Conan Edogawa. Berbeda dengan jilid sebelumnya yang menghadirkan chapter pertama dalam kondisi pertengahan kasus, kali ini chapter pertama lebih jelas awal mula yang terjadi. Oh iya, tokoh utamanya polisi Takagi dan Miwako lho. Cihuy.

Tropical Marine Land adalah taman hiburan tempat Takagi dan Miwako berkencan diam-diam. Ya benar, mereka kencan tanpa diketahui jajaran kepolisian yang lain. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab Miwako dianggap sebagai primadona yang disukai para polisi pria, termasuk inspektur Shiratori. Sayangnya, kencan tersebut harus terusik karena kehadiran Profesor Agasa bersama Conan, Ayumi, Mitsuhiko, Genta, dan Ai yang “diundang” oleh Shiratori. Hmmm.

Pencarian Besar yang Tidak Wajar adalah chapter yang mengisahkan kasus dugaan transaksi narkotika di taman bermain itu. tas milik Takagi yang tertukar dengan seorang kurir pembawa heroin membuat mereka semua harus menyelidiki siapa kurir itu. Singkat kata, mereka bisa berjumpa Asakichi Yakura, sang dealer narkoba. Berhasilkah mereka menggagalkannya?

Artinya, pemilik tas itu selalu memikul tasnya di bahu kiri, ‘kan? Kalau dia memikulnya di bahu kanan, pasti lubang sabuk untuk tangan kanan yang akan melebar! (Halaman 24)

Kari yang Mencurigakan adalah chapter yang mengisahkan kasus kedua. Kali ini Conan, Ran, Kogoro, dan Sonoko hendak pergi liburan ke villa milik kakak Sonoko. Sayangnya, tragedi mobil yang hanyut dan tersesat di tengah hutan membuat mereka semua harus menumpang sementara di rumah Hiroto Akashi. Tak disanga, malam itu ada tragedi kematian Iwao Akashi.

Kematian ayah angkat Hiroto menyyisakan misteri karena beliau tewas dengan kondisi yang mencurigakan. Conan yang piawai memecahkan kasus harus menerima kenyataan bahwa suaranya hilang karena radang tenggorokan. Polisi Gunma bernama Misao Yamamura juga tidak terlalu membantu sebab ia kurang ahli dalam memecahkan kasus. Bagaimana selanjutnya?

Kalau giginya dicabut dua-tiga hari yang lalu, mestinya lubang pada gusinya mulai menciut seperti kuncup karena diobati… Tapi, gusinya masih tetap menganga dan tak ada bekas darah yang menggumpal di gusinya! Dengan kata lain, ini adalah… (Halaman 86)

Profesor Agasa yang kehilangan undangan pernikahan temannya dibantu oleh Ai, Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Conan mencari di seluruh penjuru rumah. Selain menemukan undangan itu, Profesor juga menemukan kartu pos dari seorang anak perempuan sejak 40 tahun yang lalu. Isinya menyebutkan ia ingin bertemu dengan Profesor setiap sepuluh tahun sekali.

Fusae Kinoshita, perempuan itu tidak menyebutkan tempat ia menunggu secara spesifik. Tempat Kenangan merupakan chapter seru sekaligus mengharukan sebab mereka berusaha memecahkan kode yang diberikan Kinoshita. Padahal mereka sampai tersesat di kebun binatang. Berhasilkah mereka semua menemukan tempat cinta pertama Profesor menunggu sejak 40 tahun yang lalu?

Kalau 4163 kode tempat pertemuan yang tertulis di kartu pos itu menunjukkan Pak Yoichiro, kepala kebun binatang ini. kalau 33 berarti bintang ke-33 yang dimasukkan ke sini, dan  berarti keledai… (Halaman 130)

Kasus keempat berisi tentang nyawa seorang konglomerat yang diincar orang misterius. Sang pengincar mengirimkan catatan tanpa nama dibalik bantal sang konglomerat. Bayaran yang sangat tinggi membuat Kogoro tak ragu langsung menerima. Namun, karena tidak lengkap proses penyelidikan kasus ini (alias bersambung), jadi tak akan saya bahas lebih jauh lagi.

Saya suka jilid ini karena tidak diawali dengan chapter yang “separuh jalan” seperti jilid-jilid sebelumnya. Meski sepertinya awal mulanya sedikit tertinggal di jilid 39, paling tidak 99% awal mula kasus hingga akhir penyelesaiannya dimuat dalam satu komik. Terlebih akhir kisah yang manis antara Takagi dan Miwako membuat saya senyum-senyum sendiri. Haduuh sirik :))

Kasus kedua sangat berpotensi menjadi menarik dan memukau. Sayangnya, saya menemukan kejanggalan yang cukup fatal di kasus ke dua ini. pasalnya, disebutkan bahwa kedua tangan ayah Hiroto diikat dengan tali lampu. Namun, ketika ditemukan oleh Ran dan Conan, kedua tangannya tidak diikat. Lalu, siapa yang membuka ikatan padahal alibi semua orang sempurna?

Saya sangat gemas kenapa harus disebutkan kedua tangan beliau diikat sesaat sebelum dibunuh. Hal ini justru membuat trik pembunuhannya terasa sangat janggal. Lagi pula, pemecahan kasus ini terkesan terburu-buru dan kurang pendalaman yang lebih intensif. Namun, Conan yang kehilangan suaranya membuat kisah kedua ini jadi lebih menarik hehehe.

Bagaimana dengan misi pencarian cinta pertama Profesor Agasa sejak 40 tahun yang lalu? Jujur saya tidak memiliki ekspektasi apapun terhadap kisah ini. terlebih ternyata lambat laun pemecahannya menggunakan istilah asing yang saya tidak tahu sama sekali. Jadi yaah, bisa dikatakan saya antara menikmati dan tidak sih. Yang jelas overall jilid ini tidak terlalu buruk :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*