Detektif Conan (Jilid 28)

coverconan28

Judul: Detektif Conan (Jilid 28)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792027372

cooltext-blurb

Berdasarkan surat yang ditujukan pada Heiji, Conan dkk berangkat menuju pulau tempat tinggal putri duyung. Di sana ada orang tua berusia 130 tahun yang dipanggil Sang Dewi, yang kabarnya mendapat keabadian karena makan daging putri duyung. Sejak malam itu, terjadi kasus pembunuhan berantai…

cooltext-review

Haloo! Kali ini saya hendak memberikan kesan-kesan setelah membaca komik Detektif Conan jilid ke-28. Kenapa saya sebut kesan? Karena kalau disebut ulasan, apalagi resensi, kok kesannya sangat kelas tinggi banget. Padahal unsur-unsur yang saya tuliskan di postingan ini masih suka-suka saya. Jadi yah, begini saja intermezo sebelum membahas keseluruhan isinya.

Kasus pertama sebagai pembuka sebelas chapter di komik ini adalah mengenai hilangnya Ai dan Mitsuhiko karena menyaksikan penembakan seorang pemburu di tengah hutan. Mereka berdua harus kabur dari kejaran sang penembak yang tidak ingin identitasnya diketahui. Kasus yang melibatkan beruang bermata satu ini tidak saya ketahui awalnya jadi saya takkan bahas.

Wanita Mengerikan sebagai chapter yang memuat kasus kedua merupakan kasus yang unik. Seorang wanita berusia 40an bernama Shizuka Ikenami meminta bantuan Kogoro Mouri mencari teman sekolahnya saat SMP yang bernama Shiro Shibata. Hal ini ia lakukan demi meminta kembali foto dirinya yang menjadi juara dua kejuaraan kendo saat SMP.

Meskipun berhasil menemukan tempat tinggal Shiro, kondisinya yang meinggal dunia tanpa ada yang tahu membuat Shizuka dan Kogoro harus terlibat dalam penyelidikan pembunuh sesungguhnya. Istri Shiro yang bernama Kyoko Shibata dan teman main mah jong Shiro yang bernama Takezo Yoshikawa dicurigai sebagai tersangka. Sayangnya, alibi keduanya baik. Lalu?

Bodoh! Nyawa bukan masalah orang lain atau diri sendiri! Itu adalah benda berharga yang tak boleh direnggut!! Orang bodoh yang mau menghabisinya sama saja dengan pembunuh!! Walaupun itu milik sendiri!! (Halaman 85)

Pulau Bikuni di Teluk Wakasa adalah lokasi yang menjadi saksi rentetan kasus pembunuhan berantai yang harus dihadapi Conan dan Heiji. Ya benar, detektif muda dari Osaka ini mengajak Kazuha, Ran, Conan, dan Kogoro untuk ikut ke pulau yang disebut sebut sebagai pulau putri duyung. Konon ada perempuan disebut Sang Dewi yang panjang umur karena putri duyung.

Kedatangan Heiji sesungguhnya karena seorang gadis bernama Saori Kadogiwa hilang dari pulau itu selama tiga hari. Kutukan Putri Duyung? Merupakan chapter yang mengungkapkan bagaimana kronologis hilangnya Saori. Teman baiknya, Kimie Shimabukuro, mengatakan hal ini disebabkan Saori menghilangkan panah keramat dari Sang Dewi. Benarkah demikian??

Aku bilang, orang yang mendapatkan panah itu dan percaya dengan awet muda dan panjang umur, akan terhindar dari penderitaan mati muda… Tapi, jika kehilangan panah itu dan meragukan kekuatannya, putri duyung akan menurunkan bencana. (Halaman 98)

Naoko Kuroe dan Toshimi Ebihara, teman sejak kecil Kimie harus meregang nyawa dalam waktu yang berdekatan. Keduanya tewas dengan mengenaskan. Rokuro Fukuyama, tunangan Toshimi tak bisa menerima hal ini begitu saja. meski demikian, ia tak terlalu menganggap Toshimi karena sesungguhnya ia menyukai Kimie. Kegemparan berlanjut ketika ada kebakaran.

Mikoto Shimabukuro, sang nenek yang disebut Sang Dewi memberikan ansihat pada Kazuha yang memiliki panah keramat, jangan sampai meninggalkan panah itu. Benzo Kadowaki, ayah Saori menjadi satu-satunya orang yang dicurigai sebagai tersangka. Certa ini tertuang apda chapter berjudul Panah Setan. Lantas, bagaimana akhir kisah pembunuhan berantai ini?

Heiji… Hal yang tersisa selain hal yang tidak memungkinkan… Walaupun kau tidak mempercayainya… Itu adalah kenyataan!! (Halaman 150)

Kasus keempat tentang penyerangan beberapa gadis muda berpenampilan nyentrik oleh orang tak dikenal merupakan kasus terakhir jilid ini sekaligus kasus yang menggantung karena bersambung ke jilid 29. Hal ini membuat saya tak akan membahas lebih lanjut karena akhir ceritanya saja saya tidak mengetahui. Sedangkan jilid ke-29 tidak saya miliki hahahahaha.

Dari kedua kasus lengkap di jilid ini, sudah bisa dipastikan kasus tentang pulau putri duyung teramat panjang dan cukup pelik. Tiga pembunuhan berturut-turut merupakan hal yang sangat sadis. Terlebih pembunuhan tersebut menggunakan trik yang sangat rapi dan hampir saja menghasilkan dugaan pelaku yang salah. hingga akhirnya saya terpana mengetahui akhirnya.

Sedangkan kasus pencarian orang hilang sempat membuat saya terkecoh karena kepiawaian Shizuka mengungkapkan berbagai kebohongan. Bahkan saya menuduh ia pelaku pembunuhan Shiro. Namun demikian, plot twist yang diungkapkan oleh Conan (melalui Kogoro) membuat saya terkekeh-kekeh. Oh ya, akhir kasus ini langsung lanjut dengan kasus selanjutnya. Jilid 28 ini keren!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*