Detektif Conan (Jilid 4)

coverconan4

Judul: Detektif Conan (Jilid 4)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Tita Feronti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 1997

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1997

ISBN: 9789796634941

cooltext-review

Akhirnya setelah sekian lama, saya bisa membuat review lagi. Maklum saja, dunia pedagang menjelang hari raya sungguh sungguh melelahkan. Jangankan membuat review ataupun membaca buku, online internet saja tidak sempat sama sekali kecual melalui handphone jadul saya. Nah, daripada saya keterusan curcol, mendingan saya mulai tulisan review Conan ini.

Museum Seni Beika menjadi lokasi terjadinya kasus pertama yang ada di jilid keempat ini. tidak seperti dua edisi sebelumnya yang saya baca, kali ini komik Detektif Conan sudah memiliki daftar isi yang merangkum judul setiap bab beserta halamannya. Tentu hal ini membuat saya sangat terbantu. Oh iya, kasus yang terjadi di museum ini adalah pembunuhan yang sadis.

Kubota dan Ijima adalah pegawai di Museum Beika yang dikepalai oleh Ociai. Meski awalnya ramai, museum ini lambat laun mulai sepi pengunjung dan akhirnya seorang pembeli museum bernama Manaka hendak merobohkan bangunan ini dan dibangun hotel. Chapter berjudul Pesan Korban menunjukkan ketika Manaka meregang nyawa saat dibunuh ksatria berbaju zirah.

Jangan pura-pura! Jika dilihat dari video, si pembunuh tidak menyentuh kertas ini! Setelah mayat ditemukan juga tak ada yang menyentuhnya! Jadi ini pesan korban sebelum tewas, yang menuliskan nama si pembunuh! (Halaman 27)

Empat Orang di Kereta Hijau adalah salah satu chapter selanjutnya yang memuat sebuah kejadian di kereta. Conan, Ran, dan Kogoro hendak menghadiri resepsi pernikahan kawan Kogoro. Tak disangka, di kereta ini Conan berjumpa lagi dengan dua orang berjubah hitam yang dahulu membuat tubuhnya mengecil karena satu obat. Kehadiran mereka berdua sangat mencurigakan.

Ya benar, ternyata mereka telah melakkan transaksi dengan salah seorang penumpang yang ternyata sang penumpang itu tidak mengetahui bahwa di koper yang ia dapatkan dari lelaki berjubah hitam itu ada bom waktu yang siap meedak dalam waktu sepuluh detik. Hal inilah yang membuat Conan harus berpacu dengan waktu mencari penumpang tersebut ada di mana.

Tapi masih terlalu banyak kemungkinan… Seandainya tahu di gerbong mana… Ingat… Pasti masih ada kunci dari pembicaraan mereka… (Halaman 73)

Kelompok Detektif Cilik kali ini muncul kembali. cerita bermula dengan sebuah teka-teki yang dibawa Ayumi ke sekolah. Ia berkata bahwa apabila teka-teki itu berhasil dipecahkan, ia bisa mendapat boneka ksatria baja hitam. Meski sudah sukses mendapatkan boneka, ada sebuah kesalah pahaman tatkala tas Ayumi tertukar dengan tas orang lain yang sama persis.

Genta yang curiga memungut kertas berisi sandi yang ia pikir sebuah peta harta karun. Memecahkan Kode Rahasia adalah sebuah chapter yang berisi perjalanan Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Conan menyusuri simbol demi simbol yang ada di secarik kertas itu demi harta karun. Di sudut lain, ada gerombolan orang mencurigakan yang mengawasi mereka berempat…

Ada! Oro = Emas! Jadi simbol-simbol ini… memang menunjukkan tempat harta karun… (Halaman 131)

Jilid keempat ini lebih seru dibandingkan kedua jilid sebelumnya. Kasus pertama yang sangat sadis membuat saya cukup bergidik ketika melihat sendiri gambar Pak Manaka yang tertusuk pedang. Tidak ada sensor ya. eh tetapi kalau disensor juga jadinya tidak greget sama sekali. Jadi serba salah. Saya suka bagaimana Conan bertindak lugu saat mengungkap kebenaran kasus ini.

Kasus kedua cukup pelik karena Conan harus secepat mungkin menemukan satu orang pembawa bom diantara ratusan penumpang di dalam kereta. Meski awalnya sudah semakin bisa menemukan petunjuk, akhirnya Conan menyerah dan hendak mengaku yang sesungguhnya pada Ran. Sayang, saya dibuat gemas ketika Conan tidak menuntaskan hal itu.

Kasus ketiga yang paling banyak jumlah chapternya memiliki pengembangan cerita yang paling baik. Awalnya hanya menebak teka-teki demi boneka ksatria baja hitam, namun pada hari itu terjadi peristiwa tak terduga yang akhirnya membuat mereka berempat mengalami petualangan abru mencari harta karun. Harta? Benar, meski akhirnya bukan harta yang bisa mereka miliki.

Awal mula kasus dan penyelesaian yang cukup sederhana dan mudah diikuti sejauh ini menurut saya adalah kekuatan utama manga Detektif Conan. Mengangkat tema detektif sebagai bumbu utama komik tidak bisa dianggap mudah. Perhatian pembaca harus dibuat “teralih” dengan fakta sebelumnya agar ketika muncul bagian penyelesaian, “poff” pembaca akan takjub.

Interaksi Shinichi dalam wujud Conan dengan karakter yang lain juga lambat laun sudah mulai terasa kuat. Saya bahkan sudah menganggap Shinichi bukanlah Conan dan Shinichi bukanlah tokoh utama lagi. kendali Conan sebagai anak jenius membuat cerita-cerita di komik ini menjadi sangat seru untuk dinikmati. Well, saya tak ragu menyematkan bintang penuh untuk jilid ini.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*