Rss

One Piece (Jilid 2)

coverone2

Judul: One Piece (Jilid 2)

Sub Judul: Versus!! Komplotan Bajak Laut Buggy

Komikus: Oda Eiichiro

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 198

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2003

ISBN: 9789792040005

cooltext-blurb

Akhirnya aku berhasil mengajak Roronoa Zoro bergabung. Sekarang kami perlu seorang navigator. Aku menemukan seorang calon yang sangat tepat, namun dia bersikeras menolak bergabung karena dia sangat membenci bajak laut. Sementara itu, dalam keadaan terperangkap dalam kandang, aku harus menghadapi meriam Buggy Badut…

cooltext-review

Petualangan Monkey D. Luffy menuju gelar Raja Bajak Laut maih terus berlanjut. setelah berhasil mengajak Roronoa Zoro, sang ahli pedang, kali ini mereka hendak mencari seorang navigator atau penunjuk arah menuju Grand Line, lokasi yang disinyalir merupakan tempat seluruh kekayaan dan harta milik Raja Bajak Laut generasi sebelumnya.

Perjalanan itu diawali dengan tragedi Luffy yang dibawa oleh burung raksasa dan terdampar di sebuah kota yang dikuasai oleh kelompok bajak laut pimpinan Buggy. Selain bajak laut itu, ada seorang gadis bernama Nami yang gemar mencuri harta bajak laut. Pada chapter Insiden di Rumah Minum ini dikisahkan Nami yang membodohi Luffy dan menyerahkan pada Buggy.

Meski seolah berniat bergabung dengan mereka, sesungguhnya Nami hanya berniat mencuri peta lokasi Grand Line dan menjarah seluruh harta kelompok bajak laut itu yang disembunyikan di sebuah rumah yang dijadikan markas mereka. Sayangnya, keadaan mulai tak terkendali dan Buggy memaksa Nami untuk membunuh Luffy sebagai tanda kesungguhan.

…Tidak! Kenapa jadi begini…? Jika tidak menembaknya, pasti aku langsung dibunuh!! Tapi, meskipn dia seorang bajak laut… Kalau aku membunuhnya seperti ini, berarti aku sama rendahnya dengan mereka!! (Halaman 37)

Akhir yang cukup dramatis akhirnya terjadi ketika Zoro mulai menampakkan diri. Oh iya, Luffy saat itu sedang dikurung dalam sebuah kandang super kuat. Awalnya Zoro sudah yakin mengalahkan Buggy dengan memotong tubuh bajak laut berhidung merah itu berkeping-keping. Namun, ternyata Buggy telah memakan buah iblis Bara Bara sehingga ia tak bisa mati.

Harta yang Berharga adalah chapter yang mengisahkan pertarungan Luffy melawan Mohji, wakil ketua bajak laut dan singa peliharannya yang sangat besar bernama Richie. Sesungguhnya Luffy tak berniat bertarung. Hanya saja, ia menyaksikan seekor anjing bernama Shushu harus kehilangan harta satu-satunya karena seorang Mohji. Ia tak bisa memaafkan hal itu.

Kau tidak perlu minta maaf. Apa pun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa mengembalikan harta yang paling berharga bagi anjing itu! (Halaman 105)

Meskipun kota itu sudah tidak berpenghuni, Walikota Boodle masih menyempatkan mengunjungi kota yang ia bangun dua puluh tahun silam bersama generasi pertama penduduk kota. Ia tidak rela kotanya hancur berantakan oleh Buggy. Meskipun ia yakin bahwa ia akan mati jika melawan Buggy, tetapi ia tidak menyerah begitu saja dan tetap ingin menantangnya.

Kehendak walikota itu akhirnya menyeret Luffy, Nami, dan Zoro yang tidak tega melihat walikota mati. Chapter Kedudukan mengisahkan pertarungan Zoro dengan Cabaji, kepala staf(?) bajak laut. Ia memiliki berbagai jurus dengan nama yang aneh dan siap menghabisi Zoro dalam sekejap. Kala itu Zoro sedang terluka karena tusukan pisau. Tentu saja hal ini diincar Cabaji.

Aku mengerti… Semua yang ada dalam dirimu berasal dari keinginan yang kuat… Tapi, tenang saja. Luka-lukamu itu sudah cukup sebagai alasan untuk dikalahkan olehku. (Halaman 173)

Sembilan chapter yang tersaji dalam jilid kedua ini mulai menampakkan geliat keseruan dibandingkan jilid pertama yang lalu. Meskipun tidak signifikan karena masih dalam proses perkenalan tokoh utama dan kemunculan konflik, sang mangaka bisa mengemas hal ini dengan baik. Apalagi dengan munculnya tokoh Buggy yang sangat emosional menambah keseruan.

Setelah Zoro yang sukses direkrut sebagai rekan bajak laut, kali ini Luffy mengajak Nami yang penggila harta untuk turut serta bersamanya. Awalnya Nami menolak karena ia sangat membenci bajak laut karena bajak laut pernah merenggut kebahagiaannya di masa lalu. Namun demikian, akhirnya Nami bersedia bergabung namun tidak ingin disebut sebagai bajak laut(?).

Kelompok bajak laut Buggy sukses membuat saya tertarik. Alih-alih tidak suka dengan tokoh antagonis ini, saya justru tertawa gara-gara kebodohan mereka. Bahkan Buggy senang sekali mencari gara-gara dan mudah naik pitam kemudian meledakkan anak buahnya sendiri. Ya benar, meledakkan dengan meriam adalah kesukaan Buggy. Hingga kemudian ia kena batunya.

Oh iya, satu hal yang menarik dari jilid ini adalah adanya sketsa kasar tiap akhir chapter. Sketsanya memang sangat kasar. Hanya terdiri dati goresan bulat dan garis-garis yang menandai adegan dalam satu halaman. Hal ini tentu membuat saya kagum ketika menyaksikan goresan-goresan kasar itu menjadi gambar jelas dan menarik ketika sudah siap dibaca.

Selain itu, ada bonus dua halaman mewarnai dan mainan kertas berbentuk luffy. Tentu saja saya tidak mewarnai kedua halaman itu dan merobek kertas komik yang timis hanya demi merakit mainan Luffy. Peling tidak kedua hal tersebut membuat jilid ini lebih interaktif dan berbeda. Apalagi ada sekilas trivia tentang bajak laut viking yang disampaikan mangaka. Wow!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Previous Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*