Lum, The Invader Girl (Jilid 3)

coverlum3

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 3)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792735291

cooltext-blurb

Ataru Moroboshi punya saingan! Manusia ini mirip sekali dengannya. Cuma mungkin sedikit tampan? Namanya Shutaro Mendo. Bedanya, cowok satu ini sepertinya tidak anti pada Lum. Siapa dia?

cooltext-review

Halo. Jumpa lagi dengan resensi komik yang saya kebut terus dalam tahun ini. Masih mengusung judul yang sama, kali ini Lum, The Invader Girl sudah memasuki jilid ketiga yang saya baca. Jumlah chapter sudah meningkat lagi setelah jilid kedua turun. Sembilan chapter dan extra file yang disuguhkan dalam jilid ketiga ini masih tetap menarik. Penasaran?

Salah satu chapter yang sangat sentimentil sekaligus seru adalah yang berjudul Aku Tak Bermaksud Mengucapkan Selamat Tinggal. Cerita bermula ketika dalam perjalanan pulang sekolah, Ataru memakan permen pemberian Lum. Meskipun Shinobu sudah melarang memakannya, Ataru tetap menelan permen itu. Ternyata rasanya sangat pedas dan membuatnya terbirit-birit.

Demi menghilangkan rasa pedas, Ataru yang kebetulan melewati Cherry yang hendak mengubur kue manju, langsung saja melahap kue itu hingga tandas. Setelah habis, Ataru cegukan dan voila! Ataru terbagi menjadi dua orang kembar! Meski kembar, keduanya berbeda sifat. Meskipun demikian, Lum dan Shinobu justru bahagia dengan kondisi Ataru. Kok bisa?

Karena aku terbelah jadi 2 orang, aku akan tinggal selamanya di planet Lum, soalnya di sana lebih menarik dan aneh daripada kehidupan pelit di sini! (Halaman 60)

Sepertinya Takahashi Rumiko gemar memunculkan tokoh baru pada setiap jilid yang terbit. Kali ini ada satu tokoh utama baru yang menjadi “saingan” Ataru. Ia adalah pemuda kaya raya bernama Mendo Shutaro. Meskipun dia pintar, tampan, dan kaya, sesungguhnya dia “sama persis” dengan Ataru. Lum telah membuktikan betapa keduanya seimbang tanpa perbedaan.

Chapter berjudul Kesulitan Telah Datang ini mengisahkan bagaimana perangai Mendo yang mudah memikat hati cewek-cewek termasuk Shinobu. Padahal selama ini Ataru mati-matian mempertahankan hubungannya dengan Shinobu. Sedangkan Lum? Ia masih setia dengan Ataru meskipun lambat laun ada lelaki lain yang mulai tertarik padanya. Siapakah dia?

Orang seperti itu kalau dari awal sudah berlaku buruk, maka seterusnya pun akan tidak beres! Yang namanya keterlambatan adalah akar dari semua keburukan dalam kehidupan para siswa! (Halaman 105)

Chapter Menunggumu merupakan kelanjutan dari sepak terjang Mendo dalam jalinan cerita hidup Ataru, Lum, dan Shinobu. Cinta segi empat yang terjadi antara Lum, Ataru, Shinobu, dan Mendo menjadi babak baru hubungan percintaan antar tokoh utama. Tak main-main, baik Ataru maupun Mendo tetap berusaha merebut perhatian gadis yang mereka sukai.

Skema percintaan mereka berputar-putar. Ataru mencintai Shinobu, Shinobu mulai menyukai Mendo, Mendo terpikat pada Lum, dan Lum cinta mati pada Ataru. Masing-masing terkesan mengejar bayangan orang lain. Namun, justru hal ini menjadi menarik dengan bumbu-bumbu kebodohan Ataru, kemarahan Shinobu, ganasnya Lum, dan pesona kata-kata Mendo. Sweet.

Lum, bagaimana kalau kamu tinggalkan saja Moroboshi!? Dia cocoknya dengan orang yang tidak terpelajar dan penampilannya aneh. (Halaman 174)

Setelah dua jilid terjadi kesalahan pencantuman blurb, akhirnya jilid ketiga ini sudah tertulis blurb yang benar. Untung saja sudah diganti, kalau tidak, editor komik ini pasti akan saya cerca lagi hehehe. Anyway, saya suka juga dengan gaya bahasa yang digunakan sang penerjemah. Tidak kaku dan kaya akan perbendaharaan kata. Good job.

Menginjak jilid ketiga ini, ada sebuah perasaan ganjil yang saya rasakan terkait tokoh utama yang berperan. Saya merasa judul komik ini tidak merepresentasikan tokoh utama dan cerita yang disajikan. Lum yang dicantumkan di judul justru posisinya kalah oleh Ataru sehingga jadi setara dengan Shinobu. Sedangkan “invader”? Ah status itu sudah menguap sejak jilid perdana.

Kedatangan tokoh Mendo Shutaro memang menjadi jalan keluar tema hareem ala Ataru yang diusung komik ini sejak jilid pertama. Paling tidak, munculnya tokoh laki-laki pesaing Ataru membuat formula hareem tidak digunakan berlebihan. Soalnya saya jujur sudah agak muak dengan tema hareem. Apalagi jika tokoh utama laki-laki seperti Ataru yang bodoh dan nganu.

Oh iya, extra file jilid ketiga ini mengusung tokoh utama perempuan bernama Shinobu Miyake. Berbagai trivia tentang teman sekelas Ataru ini ternyata banyak yang terkuak. Salah satunya adalah nama lengkap Shinobu yang baru tertulis di bagian extra file ini. sayang, pencantuman trivia dari jilid yang jauh sesudahnya membuat kenikmatan membaca jadi berkurang. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*