Rss

Lum, The Invader Girl (Jilid 1)

coverlum1

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 1)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792731873

cooltext-blurb

Tak lama lagi SMA Kuyo akan mengadakan festival olahraga. Semua murid mempersiapkan segala sesuatunya dengan semangat tinggi, kecuali Utsunomiya yang dapat tugas untuk berpakaian ala “Si Tudung Merah” di festival nanti. Didandani seperti perempuan sudah jelas membuat Utsunomiya kesal, tapi yang paling membuatnya gundah adalah di festival itu para wali murid diharuskan hadir. Dan untuk membantu teman

cooltext-review

Setelah mencicipi tiga belas jilid Ranma ½ hasil karya Takahashi Rumiko, kali ini saya berkesempatan membaca buah karya beliau yang berjudul Lum, The Invader Girl atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan judul Urusei Yatsura. Cerita dan tokoh yang muncul di cerita ini sangat berbeda dibandingkan Ranma ½. Yang sama hanyalah hal-hal ajaib yang terjadi.

Jilid perdana ini memiliki sembilan chapter cerita dan ditambah dua extra files yang berisi trivia tentang komik ini. Tokoh utama cerita di komik ini adalah seorang pemuda SMU biasa bernama Moroboshi Ataru. Ia berpacaran dengan teman sekelasnya bernama Shinobu. Berbagai tragedi mulai muncul ketika ia berurusan dengan jin dan berbagai macam makhluk supernatural.

Chapter pertama berjudul Whirling Youth mengisahkan Ataru secara tidak sengaja harus memenangkan permainan jin-jinan selama maksimal sepuluh hari dengan makhluk luar angkasa agar bumi idak dikuasai makhluk asing. Lawan Ataru adalah Lum (dibaca Lam), invader atau alien cantik berpakaian bikini. Syaratnya Ataru harus memegang tanduk Lum.

Moroboshi menangis! Dia menangis sambil memeluk bra Lum yang tertinggal… Sungguh satu halaman masa muda yang indah, berjuanglah, Moroboshi! Jangan kalah, Moroboshi! Masih ada hari esok! (Halaman 18)

Selain Ataru, Shinobu, dan Lum, ada satu tokoh menyebalkan bernama Sakuranbo atau biasa (minta) dipanggil Cherry. Ia adalah seorang pendeta tua yang (mengaku) bisa melihat nasib buruk yang mengiringi Ataru dari melihat paras wajahnya. Chapter berjudul Kamu Pasti Mati adalah salah satu bukti ketika Lum yang telah kalah dari permainan jin-jinan melawan Ataru.

Secara tidak sengaja muncul kesalah pahaman yang membuat Lum menerima “lamaran” Ataru dan tinggal serumah. Ataru yang hanya mencintai Shinobu akhirnya terus menjaga hubungan dengannya dan terus menghindari Lum yang selalu saja membuatnya tidak nyaman di rumah sendiri. Tentu saja Lum sangat cemburu dan marah melihat hubungan Ataru dengan Shinobu.

Kedua kasus menghilang itu terjadi saat dia sedang menelepon kekasihnya. Lalu dari UFO Lum mengirim gelombang electrik dengan dahsyat ke rumah mereka berdua! Bentuk segitiga ini membuat black hole! (Halaman 100)

Cerita semakin kompleks ketika muncul satu lagi invader dari bangsa Lum yang hadir di bumi. Dia bernama Rei yang tak lain dan tak bukan adalah tunangan Lum. Sayangnya, sifat dirinya yang mudah berubah wujud menjadi sapi ketika marah membuat Lum tidak mau dijodohkan dengan Rei. Padahal Rei yang tidak bisa berbahsa Jepang sampai nekat menyusul tunangannya.

Tak Bisa Dibenci adalah chapter ketika Rei terus menerus mengejar Lum dan mengamuk ketika Ataru didekati oleh Lum setiap saat. Masalah semakin pelik ketika Rei yang tidak fasih berbahasa Jepang terus meneriakkan kalimat lamaran pada berbagai wanita saat mengejar Lum yang berlari kesana kemari. Tentu saja paras tampan Rei membuat kehebohan di mana-mana.

Sapi itu prototipenya, kalau jadi orang, pasti bentuknya jadi cowok aneh. Yah… untuk Lum, sih, bagus. sedikit di atas kami. Modal cowok, bukan tampang! (Halaman 137)

Dibandingkan dengan Ranma ½, komik Lum ini terasa lebih kompleks dan panjang jalinan ceritanya. Saya merasa komik Ranma ½ banyak dihiasi panel yang besar dan jalinan cerita singkat, sedangkan Lum banyak menggunakan ukuran panel yang kecil dan jalinan cerita yang tidak sederhana. meskipun demikian, sisi lebay dan terlalu ajaib masih khas Takahashi Rumiko.

Setting lokasi dan waktu pada awalnya tidak saya ketahui. Menilik berbagai macam keajaiban yang terjadi mulai dari setan, jin, dan alien, sepertinya tidak mungkin mengambil setting waktu modern. Sedangkan lokasi, bisa saya ketahui dari extra files bagian belakang bahwa lokasi Ataru hidup ada di Kota Tomobiki yang tentu saja hanya rekaan semata.

Oh iya, perlu saya sampaikan bahwa blurb yang tertulis di bagian belakang komik Lum, The Invader Girl ini entah bagaimana ceritanya lagi-lagi redaksi Elex Media Komputindo melakukan kesalahan fatal. Blurb yang tertulis di bagian belakang komik sesungguhnya adalah blurb untuk komik Jungle Boy jilid kedua karya Rie Nakamura. Entah kenapa redaksi bisa salah copy paste.

Segi cerita, saya lebih suka Lum daripada Ranma. Meskipun keduanya sama-sama mengambil tema slice of life yang tiap chaper tidak saling bertautan, cerita Lum yang leih kompleks dan ada akhir yang masuk akal membuat saya lebih puas ketika sampai pada penghujung cerita. Apalagi saya dibuat cengengesan ketika melihat kesialan Ataru yang tiada habisnya.

Jilid pertama kali ini memang masih berupa perkenalan tokoh dan awal mula konflik. Meskipun demikian, saya sudah bisa melihat keunikan masing-maing tokoh. Bukan hanya tokoh utama, tokoh pendamping pun juga mendapatkan porsi tayang yang cukup sehingga karakter dan sifat setiap tokohnya bisa tersajikan dengan baik. Well done, Lum! Tunggu review jilid berikutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*