Ranma ½ (Jilid 13)

coverranma13

Judul: Ranma ½ (Jilid 13)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792702385

cooltext-blurb

Ranma mendadak lemah karena jurus moxibusi penghilang tenaga Happosai. Untuk bisa kembali menjadi kuat, ia harus merebut diagram tubuh manusia yang menunjukkan titik pemunah moxa!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Akhirnya sampai juga di jilid ketiga belas dari serial Ranma ½ yang sudah saya baca. Cukup banyak hal yang berbeda dibandingkan jilid perdananya. Meskipun masih terdiri dari sebelas chapter, jilid ini hanya memiliki satu kisah yang saling terkait antar chapter, bahkan masih bersambung.

Pria Terlemah adalah chapter pembuka dari rangkaian periswtiwa yang akan terjadi. Kisah bermula ketika Kakek Happosai (lagi-lagi) dikejar-kejar oleh banyak gadis muda karena mencuri pakaian dalam mereka. Melihat hal itu, tentu saja Ranma tidak tinggal diam dan “menyelesaikan” perkara itu. tentu saja Happosai sangat geram karena kalah begitu saja.

Akhirnya, ia memberikan serangan balasan pada Ranma yaitu menempelkan batu moxibusi pada tubuh Ranma. Sayangnya, tak seorangpun di rumah keluarga Tendo yang mengetahui tentang khasiat batu itu pada seseorang. Ternyata moxibusi bisa menghilangkan kekuatan! Tentu saja Ranma yang sehari-hari kuat dan bertenaga, langsung lembek dan tak bisa memukul.

Ya. Menurut data… Diagram tubuh manusia yang menunjukkan titik moxibusi penghilang tenaga tersimpan di suatu tempat. (Halaman 29)

Benar sekali, meskipun Dokter Tofu telah mengetahui cara menyembuhkan Ranma, ia masih memerlukan gambar diagram tubuh manusia, yang secara kebetulan disembunyikan oleh Happosai. Satu-satunya cara ia harus mengalahkan kakek itu. Ranma, Genma, dan Ukyou akhirnya pergi ke Batu Mogusa di Lembah Yomogi yang ada di Desa Moxibusi untuk berlatih.

Latihan Khusus! Neraka Spiral adalah proses latihan Ranma yang sangat berat. Secara tiba-tiba Nenek Ke Lun datang ke Lembah Yomogi untuk membantu Ranma. Ia mengajarkan sebuah jurus yang sangat hebat dan bisa dikuasai Ranma meskipun ia tidak kuat lagi. jurus tersebut bernama jurus naga terbang ke langit. Tak tanggung-tanggung, Ryoga menjadi lawannya.

Jangan malu. Jangan marah. Jangan jadi panas!! Dengar, inti utama dari naga terbang ke langit adalah… hati yang dingin! Kalau tak mampu menggambar spiral dengan hati yang dingin, kau tak akan menguasai jurus naga terbang ke langit! (Halaman 76-77)

Setelah berhasil menguasai jurus tersebut, Ranma kembali ke rumah dan berniat menantang Happosai bertarung. Chapter berjudul Mulai! Pertarungan Pembalasan merupakan awal mula pertarungan Ranma dan Happosai. Banyak kendala yang terjadi sebelum Ranma bisa bertarung. Lantas, berhasilkah Ranma mengalahkan Happosai dan mendapatkan diagram tubuh manusia?

Kenapa ya…? Apa pun yang kulakukan, rasanya hampa… Ranma… Benar, lebih menyenangkan waktu masih ada Ranma. Ranma, kenapa kau tinggalkan aku? Dan menjadi bintang di langit!? (Halaman 127)

Seru! Jilid ini adalah jilid paling seru dibandingkan dua belas jilid sebelumnya. Ceritanya panjang, tidak bertele-tele, dan tetap menarik. Sepertinya sang mangaka sudah meninggalkan formula satu cerita tamat dalam tiga hingga empat chapter dan muai fokus menghadirkan kisah kompleks sepanjang satu tankoubon. Bahkan kisah ini belum selesai dan masih bersambung.

Moxibusi adalah sebuah kata benda yang asing bagi saya. Awal kemunculannya tidak diberi tahu benda apakah moxibusi itu. memang lambat laun terkuak bahwa moxibusi adalah sejenis batu. Tapi batu yang bagaimana? Bahannya seperti apa? Mengapa bisa memiliki khasiat melemahkan? Hingga akhir jilid ini masih tidak dijelaskan. Yang penting batu moxibusi. Titik.

Saya suka berbagai humor antiklimaks yang disuguhkan di jilid ini terasa mengalir dan cukup menghibur. Tidak ada lagi “nuansa” dipaksakan yang saya temui di jilid dua belas yang lalu. Banyaknya tokoh yang muncul tidak membuat karakter saling tumpang tindih. Justru kehadiran tokoh-tokoh pendukung lain turut serta membuat cerita makin menarik. Suka!

Yang cukup aneh adalah kondisi Ranma. Seperti yang sudah dijelaskan, batu moxibusi bisa membuat tenaga manusia menurun dan jadi lemah sama sekali. Namun, pada satu panel, Ranma berujar “Aku memang jadi lemah, tapi kecepatanku tidak menurun.” Lho? Kok bisa? Bergerak dengan lincah juga membutuhkan tenaga atau power kan? Katanya lemah? Lho?

Akhir kisah yang sangat gantung dan cukup mengejutkan membuat saya gemas ingin membaca jilid selanjutnya. Sayang, saya sudah tidak memiliki stok lanjutannya lagi. jadi saya tidak tahu bagaimana akhir pertarungan Ranma dengan jurus naga terbang ke langit itu. Apakah berhasil atau justru antiklimaks, saya juga tidak tahu. Yang jelas, saya suka dengan jilid ini. Yahooo~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*