Rss

Ranma ½ (Jilid 12)

coverranma12

Judul: Ranma ½ (Jilid 12)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792700473

cooltext-blurb

Kepala sekolah SMU Furinkan akhirnya pulang setelah tiga tahun tak terlihat. Orang dengan pohon kelapa di kepalanya itu, menghadiahkan peraturan sekolah yang ekstrim. Merasa tertindas, para murid mulai bertarung melawan kepala sekolah.!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid dua belas yang saya baca kali ini terasa sedikit berbeda dibandingkan jilid-jilid terdahulu. Meskipun ada sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kali ini, secara umum hanya ada dua cerita besar yang diceritakan. Satu cerita dengan tokoh baru, satu lagi dengan tokoh lama. Penasaran?

Kembalinya Kepala Sekolah adalah chapter yang mengawali kisah pertama yang akan diberikan sang mangaka. Selama tiga tahun terakhir, Kepala SMU Furinkan tidak ada di sekolah karena sedang berada di laur negeri. Suatu ketika, ia kembali dan membuat gempar seluruh sekolah dengan menerapkan peraturan mengenai ketentuan model rambut murid cowok dan cewek.

Tak mau rambut mereka diatur dengan model yang tidak disukai, akhirnya seluruh siswa SMU Furinkan bahu membahu mengalahkan kepala sekolahnya sendiri dan merebut surat dispensasi peraturan sekolah. Perjangan mereka tidak mudah setelah sang Kepala Sekolah menjebak mereka semua di ruang bawah tanah sekolah yang ajaibnya sangat luas dan seperti Hawaii.

Di dalam buah kelapa ini ada surat dispensasi peraturan sekolah. Jika kalian bisa merebut buah kelapa ini… (Halaman 16)

Setelah urusan pertauran-sekolah-tentang-model-rambut-siswa-laki-laki-dan-perempuan usai, Kepala Sekolah lagi-lagi membuat gara-gara dengan menerapkan hukuman bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah setelah bel berbunyi meskipun hanya satu detik. Hukumannya? Membersihkan toilet selama seminggu. Tentu saja Ranma tidak tinggal diam. Lalu bagaimana?

Sabun Kebahagiaan adalah chapter pembuka seuah kisah baru yang (lagi-lagi) masih melibatkan tokoh-tokoh yang terkena kutukan mata air Cina. Shan Pu yang baru saja kembali dari Cina membawa sebuah sabun ajaib yang membuatnya tidak akan berubah wujud menjadi kucing. Sehebat apakah sabun yang dibeli dari toko oleh-oleh di sekitar mata air kutukan Cina itu?

Bukan sabun biasa. Jika badan dibersihkan dengan ini, disiram air pun takkan berubah wujud. Sabun anti air yang membuka zaman baru! (Halaman 106)

Apesnya, sabun itu jatuh ke tangan Ryoga yang tidak tahu apa-apa bahkan saat Shan Pu belum menggunakannya sama sekali. Tentu saja hal ini membuat Ryoga tidak berubah wujud menjadi babi hitam kecil saat disiram air dingin. Ia yang sangat bahagia akhirnya berikrar akan mengungkapkan perasaannya pada Akane yang sangat ia cintai selama ini.

Ranma yang akhirnya mengetahui keberadaan sabun ituu akhirnya bersekongkol dengan Shan Pu agar sabun itu bisa mereka rebut. Namun, Shan Pu yang tidak ingin membaginya dengan Ranma jadi mengacaukan segala rencana yang tersusun rapi dan membuat kekacauan di mana-mana. Bahkan Akane jadi kesal dan marah dengan semuanya. Bagaimana kelanjutannya?

Karena hanya ada dua cerita besar yang ada di jilid ini, saya mau tidak mau jadi membandingkan mana yang lebih lucu, lebih menarik, dan lebih enak disimak dibandingkan yang lain. Dan pilihan saya jatuh pada cerita kedua. Meskipun tidak ada cerita baru, kehadiran sabun ajaib yang mengacaukan segalanya membuat saya tertawa beberapa kali.

Sedangkan cerita pertama, saya merasakan aura pemaksaan dan sok asik yang komikus coba hadirkan. Mulai dari kemunculan tiba-tiba sang Kepala Sekolah yang sangat lebay, peraturan sekolah yang juga sangat lebay, serta berbagai aksi dan reaksi sepanjang cerita yang (lagi-lagi) sangat lebay membuat cerita menjadi tidak asik dinikmati dengan baik. Sayang sekali.

Komik genre komedi memang terkadang menyuguhkan hal yang terlampau luar biasa sebagai slapstick yang mengundang tawa pembaca. Tetapi jika hal berlebihan itu diulang-ulang dengan formula yang sama, kesannya jadi sangat garing dan tidak lucu lagi. Hal inilah kekurangan besar cerita pertama. Padahal tokoh baru yang muncul ada kaitannya dengan tokoh utama lho.

Sedangkan cerita kedua lucu dari berbagai sisi. Sang mangaka tidak berusaha membuat hal-hal yang lebay mendominasi sisi humoris cerita. Setiap karakter masih dipertahankan dengan ciri khasnya sendiri. Hal inilah yang membuat cerita menjadi lucu dan menarik untuk diikuti. Misalnya saja Ryoga yang ingin berduaan dengan Akane, Ranma yang cemburu, dan lainnya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Previous Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*