Ranma ½ (Jilid 11)

coverranma11

Judul: Ranma ½ (Jilid 11)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792005127

cooltext-blurb

Pertarungan memperebutkan jurus rahasia dahsyat lingkaran bunga api antara Happosai, Soun Tendo, dan Genma Saotome tak bisa dihindarkan. Akane dan Ranma pun ikut serta dalam duel tersebut, sehingga kekacauan bertambah. Seperti apakah jurus rahasia bola maut itu?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Tidak terasa akhirnya saya sudah menyelesaikan sepuluh jilid awal Ranma ½ tanpa jeda. Kali ini jilid kesebelas tidak ketinggalan akan saya ulsa. Meskipun jumlah chapter sebanyak sebelas buah masih sama seperti sebelumnya, ada empat kisah alih-alih hanya tiga. Aih makin pendek aja.

Selamat Datang, Kakak adalah salah satu chapter yang mengusuh kisah pertama. Certa bermula dari tayangan televisi yng menyiarkan seekor anjing betina yang baru saja melahirkan anak. Nama anjing tersebut adalah Hibiki Shirokuro. Ya benar, anjing itu milik Ryoga. Sang majikan yang lama tak pulang ke rumah membuat Shirokuro rindu pada pemuda tanggung itu.

Akhirnya suatu hari Ryoga mengajak Akane berkunjung ke rumahnya sekaligus menengok keadaan anak-anak Shirokuro. Masalah pertama terjadi ketika AKane berangkat duluan dan meninggalkan Ryoga yang buta arah parah termenung sendirian. Akhirnya mau tidak mau ia minta tolong Ranma mengantarkannya ke rumah secepat mungkin. Kemudian? Baca sendiri~

Shirokuro juga melahirkan selagi aku pergi. Kalaupun adikku lahir… Itu wajar!! (Halaman 24)

Happosai yang hobi berbuat onar sering menjadi bulan-bulanan Ranma, Genma, dan Soun yang jauh lebih muda. Suatu ketika, kakek Happosai amat marah dan hendak mengeluarkan jurus lingkaran bunga api yang sangat hebat, tapi apesnya ia sendiri lupa cara mengeluarkannya. Genma dan Soun yang pernah mendapatkan jurus itu sangat cemas jika Happosai ingat lagi.

Rebut Kitab Rahasia! adalah chapter yang mengisahkan bagaimana sepak terjang Ranma+Genma+Soun yang bersaing dengan Happosai mengambil kitab rahasia jurus lingkaran bunga api. Cerita semakin lucu ketika “kuburan” kitab rahasia tersebut ada di tengah-tengah pemandian umum wanita. Waduh! Bagaimana cara mengambil kitab rahasia itu??

Kalian paham? Poin utama dari pengintipan adalah… Menemukan cara untuk menyatu dengan alam di sekitarnya. (Halaman 72)

Hold Me Tonight adalah chapter yang mewakili kisah baru ketika Shan Pu mendapakan sebuah bahan unik yang bisa menghipnotis orang lain. Tidak sulit, hanya mencampurkan bahan tersebut pada sebuah masakan dan akhirnya membuat orang yang memakan hidangan itu bisa dikendalikan perbuatannya. Siapa target yang diincar Shan Pu? Tentu saja Saotome Ranma.

Lucunya, karena keteledorannya sendiri, Shan Pu justru membat Ranma terkena hipnotis yang dipicu dari bersin seseorang. Singkattnya ketika ada orang bersin di dekat Ranma, maka ia akan memeluk orang yang bersin itu. masalah makin rumit ketika Akane yang sedang flu harus berdua dengan Ranma di dalam rumah karena anggota keluarga yang lain sedang pergi.

Pengecut!! Mentang-mentang semua orang sedang pergi… Coba saja peluk aku lagi! Kamu tak akan melihat matahari esok hari!! (Halaman 116)

Secara umum, sesungguhnya Akane dan Shan Pu tidak terlalu jelas terlihat bahwa mereka berdua sedang dalam kondisi saling bersain. Shan Pu yang jelas mencintai Ranma sedangkan Akane benci-tapi-cinta-tapi-jaim pada Ranma kerap membuat mereka ingin tampil lebih unggul dibandingkan yang lain, khususnya di hadapan Saaotome Ranma.

Badminton Tenaga Raksasa adalah chapter yang mengisahkan bagaimana duel antara Akane dan Shan Pu di awal tahun baru. Meskipun awalnya Akane jauh lebih lemah dibandingkan Shan Pu, kali ini Akane sangat kuat. Hal ini dikarenakan ia memakan mi kuat yang sejatinya adalah milik Happosai. Akibatnya, kekuatan Akane bertambah besar dan bsia menantang Shan Pu duel.

Ooh!! Kali ini bahan moci! Semakin gagal memukul, gerakan akan semakin terhambat!! Kalau begini, dia tak bisa bergerak! (Halaman 151)

Jilid sebelas ini banyak hal yang membuat saya tertawa. Bukan hanya tersenyum, nyengir,, ataupun terkekeh, tapi benar-benar tertawa meskipun tidak sampai terbahak. Hal ini menurut saya merupakan kemajuan yang sangat baik dari segi humor, mengingat saya bukan orang yang mudah tertawa karena humor yang receh dan garing krik krik hehehe.

Kisah pertama, kedua, ketiga, dan keempat memiliki keunikan masing-masing. Namun demikian, formula salah paham dan tak mau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lain sepertinya masih dipertahankan oleh Takahashi Rumiko. Hal ini akhirnya membuat perkembangan cerita utama mengenai Ranma yang ingin menjadi lelaku sejati jadi terlupakan.

Ya benar, saya rasa sejak jilid pertama hingga sebelas, hanya jilid satu atau dua saja yang memberikan kejelasan plot maju. Setelah itu, hanya penambahan tokoh serta penuturan cerita casual yang terjadi sehari-hari yang disuguhkan di komik ini. Agak disayangkan apabila sang mangaka terlena dengan slice of life ini dan terlalu sibuk meninggalkan plot maju yang penting.

Gaya terjemahan yang unik dan tidak monoton adalah salah satu hal yang membuat saya betah membaca komik ini hingga saat ini. misalnya saja lingkaran bunga api. Bunga api. Apa sinonimnya? Ya benar, alih-alih menggunakan sinonimnya yang sudah mengacu pada suatu benda, sang penerjemah memberikan nuansa dengan memberikan istilah bunga api :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*