Ranma ½ (Jilid 3)

coverranma3

Judul: Ranma ½ (Jilid 3)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792086294

cooltext-blurb

Pertandingan senam pertarungan terjadi antara SMU Furinkan tempat Ranma dan Akane bersekolah melawan SMU Putri Hebereke tempat Kodachi, si Mawar Hitam!! Akane menerima tantangan itu, namun karena cedera, Ranma harus menggantikannya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kehidupan sehari-hari Ranma dan Akane masih terus berlanjut. kali ini saya akan mengula jilid ketiga serial Ranma ½. Jilid nomor tiga ini mempunyai sembilan chapter yang saling berkaitan satu sama lain. Saya tak akan mengulas semuanya jadi akan saya ambil yang mengesankan.

Kunou Kodachi adalah tokoh baru yang sempat muncul pada bab terakhir jilid kedua yang lalu. Chapter berjudul Cinta Mawar Hitam, Kodachi menantang SMU Furinkan bertanding senam ritmik. Pada dasarnya ini adalah bentuk olah raga yang bisa menyerang lawan namun dilarang menggunakan tangan kosong. Kodachi menantang Akane dengan Ranma sebagai taruhannya.

Kehidupan SMU Putri berwarna abu-abu yang hambar dan tidak bergairah. Hubungan pria wanita yang indah, yang pernah kulupakan. Ooh! Sdah lama kutunggu pertemuan indah seperti ini. (Halaman 20)

Aku Menyerah adalah babak akhir pertarungan antara Ranma versi cewek (karena Akane cedera) melawan Kodachi sang Mawar Hitam. Ambisinya memenangkan pertandingan membuat Kodachi menghalalkan segala cara termasuk menggunakan alat-alat berbahaya untuk menghabisi Ranma. Untung saja Ranma sangat jeli melihat hal tersebut. Bagaimana akhirnya?

Ooh! Ada kerumunan pesenam di bawah ring!! Ternyata rahasia ring bergerak itu adalah tenaga manusia!! (Halaman 93)

Pertandingan senam ritmik berakhir. Kali ini ada babak baru ketika secara tidak sengaja Ranma dan Akane ditantang bertanding free skate oleh sepasang jagoan ice skating dari SMU Kolkhoz yaitu Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado. Chapter berjudul Bibir yang Membingungkan membuka sebuah kejadian yang sangat mengejutkan yang dialami Ranma cewek hahahaha.

Berisik! Orang yang melakukan itu padaku… Mana bisa kukalahkan dalam sekali pukul. (Halaman 154)

Jilid ketiga ini masih saja seru sekaligus menggelikan. Ranma yang kuat namun dalam beberapa hal masih sangat menyedihkan adalah kombinasi yang baik dan realistis. Sebagai contoh Ranma memang lihai bela diri kung fu, namun kemampuannya dalam hal free skate masih nol besar. bahkan ia dikalahkan Akane yang sudah pandai meluncur.

Jalinan kisah asmara antara Akane dan Ranma sampai jilid ini masih jalan di tempat meskipun ada secuil erkembangan yang tidak signifikan. Mereka berdua yang dijodohkan orang tua namun menolak lambat laun sudah bisa berdamai satu sama lain pada beberapa kondisi. Namun ketika sudah emosi, mereka berdua selalu bertengkar. Helah.

Kehadiran Kodachi yang notabene adalah adik Kunou Tatewaki turut membuat cerita menjadi lebih berwarna. Kelihaiannya yang piawai memainkan peralatan senam tidak sebanding dengan minimnya pengalaman cinta yang pernah ia rasakan. Hanya karena ditolong oleh Ranma (karena kesalahan Ranma juga sih), Kodachi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mengenai pertandingan free skate, sangat terlihat bahwa Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado bukanlah lawan yang mudah. Akane yang tidak terlalu mahir bersama Ranma yang bahkan berhenti saat skating saja belum bisa harus berusaha sekuat tenaga. Lantas bagaimana kelanjutan pertandingan mereka? Simak ulasan saya pada jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*