Rss

Simple Thinking About Blood Type Animation Book

coverbloodani

Judul: Simple Thinking About Blood Type Animation Book

Komikus: Park Dong Sun & Leeonsmart

Penerjemah: Silvanissa

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: Desember 2015

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2015

ISBN: 9786027742673

cooltext-blurb

Komik animasi dari webtoon paling terkenal di Korea.

O: Beli, harus kupamerin ke temen-temen, ah!

A: Beli nggak ya? Gimana, ya? Galau banget!

B: Pokoknya kalian harus beli dan baca buku ini.

AB: Beli kalau ada uang. Kalau nggak ada, jangan!

Ada yang tidak peduli, ada yang berbicara seenaknya, juga ada yang penakut…

Ini adalah cerita tentang kehidupan sehari-hari para karakter yang berbeda golongan darah.

cooltext-review

Seri Simple Thinking About Blood Type yang telah saya baca ada tiga buku. Kali ini saya masih membaca seri yang sama namun bukan kelanjutan buku ketiga, melainkan edisi khusus Simple Thinking About Blood Type Anomation Book. Apa bedanya dengan ketiga buku sebelumnya? Buku kali ini berisikan versi komik yang ceritanya lebih panjang dibandingkan pendahulunya.

Meskipun isi cerita dari animation book ini tidak ada yang orisinal alias sudah pernah muncul di ketiga buku sebelumnya, kemasan yang disuguhkan setiap cerita dibuat lebih kompleks dan lebih jelas awal mula, pertengahan, dan akhir ceritanya. Hal ini bisa membuat pembaca menjadi lebih memahami konteks cerita secara utuh alias tidak hanya sepotong-sepotong saja.

Seperti biasa, awal buku ini dibuka dengan perkenalan karakter setiap golongan darah. Yang menarik, halaman perkenalan ini dibuat full color yang sangat memanjakan mata meskipun isi deskripsinya hampir sama dengan deskripsi di buku-buku sebelumnya. Animation book ini memuat dua belas chapter yang diambil secara acak dari tiga buku yang telah terbit lebih dulu.

Sebelum memasuki setiap cerita, pada awal chapter ada kuis tentang golongan darah yang nantinya akan dijadikan peringkat di akhir cerita. Misalnya pada chapter pertama berjudul Aku Jatuh Cinta! ini ditanyakan golongan darah mana yang paling berani menyatakan cinta pada orang yang disukainya. Masing-masing golongan darah mengaku dirinya yang paling berani.

Setelah menjawab, pembaca dibawa pada situasi bagaimana setiap golongan darah berusaha menyatakan cinta. Ada golongan darah A yang sangat berhati-hati, ada golongan darah B yang langsung pergi begitu saja, ada golongan darah O yang bersikap protektif pada pasangannya. Pada akhirnya, keempat golongan darah tersebut akan mendapat peringkat sesuai tema cerita.

Setelah melihat peringkat ini, bagaimana kalau kita lebih berhati-hati dalam menghakimi sifat seseorang berdasarkan golongan darah, baik di lingkungan sekolah ataupun tempat kerja? (Halaman 20)

Selalu Tepati Janjimu Sampai Ajal Menjemput adalah chapter lain yang menarik. Jadi keempat golongan darah yang duduk di kelas yang sama mendapatkan perintah dari guru untuk mengumpulkan iuran dua puluh ribu won yang akan digunakan dalam elajaran keterampilan. Golongan darah O dan B merasa keberatan dan mengajak yang lain tidak ikut membayar.

Meskipun awalnya golongan darah A dan AB setuju, keesokan harinya justru golongan darah A berniat membayar karena tidak ingin melanggar aturan. Golongan darah O meskipun ingin tidak membayar sesungguhnya telah membawa uang. Golongan darah AB bahkan kemarin telah membayar terlebih dahulu. Siapa yang akhirnya tidak membayar? Semua pasti tahu.

Kalau ada yang berkhianat, kita nggak akan main dengannya lagi. nggak diajak main game, nggak dipinjami buku komik, nggak ditemani ke toilet. Gimana? Jelas? Mengerti, kan? (Halaman 113)

Di buku ini, pembaca akan dikenalkan dengan sebuah acara bernama meeting. Istilah ini pada umumnya digunakan dalam dunia kerja ketika akan berjumpa dengan klen ataupun rapat antar pegawai. Namun, di Korea, acara meeting ini merupakan sebuah acara kencan yang dilakukan secara berkelompok dan antar pasangan yang belum pernah bertemu sebelumnya.

Siapa yang Paling Mahir dalam Meeting? adalah chapter yang meyuguhkan keempat lelaki golongan darah sedang meeting dengan empat perempuan. Mereka meeting di sebuah rumah makan yang cukup mahal. Si golongan darah A yang baru pertama kali mengikuti acara tersebut berniat membagi rata bon pembelian dengan mereka semua. Apakah tidak apa-apa?

Bodoh banget! Dia mau membagi urunan pembayarannya sekarang? Kan nggak enak kalau dilihat para cewek! Makanya si A nggak pernah dapat pacar… (Halaman 142)

Chapter terakhir berjudul Siapa Rajanya Donor Darah? turut membuka wawasan saya. Jadi di sini dikisahkan golongan darah B dan O membaca surat kabar. Di koran tersebut memuat artikel tentang golongan darah yang paling banyak mendonorkan darahnya. Lokasi yang dimaksud adalah di negara Korea (entah bagian selatan ataukah utara). Hasil ini cukup mengejutkan.

Golongan darah A yang sedang bersih-bersih akhirnya tersipu malu kala mengetahui bahwa golongan darahnya lah yang menduduki peringkat pertama. Sedangkan golongan darah AB dibully habis-habisan oleh golongan darah B dan O karena memiliki jumlah paling sedikit. Namun demikian, golongan darah AB justru memberikan “pencerahan” kepada mereka semua.

Menurut penelitian, golongan darah yang paling banyaj mendonorkan darahnya adalah golongan darah A. (Halaman 172)

Secara umum, hal positif yang bisa saya nikmati dari buku ini selain semua halamannya full color adalah ceritanya yang jauh lebih runtut daripada versi Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Jika ada buku terdahulu langsung dimunculkan inti ceritanya dengan sedikit penjelasan, kali ini cerita tersebut dikemas dengan cukup lengkap selayaknya cerita di komik.

Kutipan pada chapter pertama yang sempat saya tuliskan di atas terasa sangat kontradiktif dengan isi buku ini yang notabene menyematkan stereotype pada setiap golongan darah namun menganjurkan tidak boleh menghakimi seseorang melalui golongan darahnya. Hal ini cukup menunjukkan bahwa buku ini terlihat mengalami krisis identitas berdasarkan judul dan isinya.

Memang benar bahwa sifat dan kepribadian bukan hanya ditentukan oleh golongan darah semata, melainkan bisa dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, kebiasaan, pengetahuan, dan lain sebagainya. Namun, sejak awal seri ini ingin memberikan gambaran bahwa sifat golongan darah itu berbeda-beda. Faktanya isi buku ini justru sifat antar golongan sering tumpang tindih.

Selain itu, pada akhir setiap chapter selalu ada kalimat “Tujuan dari peringkat ini bukan untuk mendiskriminasi sifat seseorang berdasarkan golongan darah.” Hal ini sebenarnya juga cukup bertentangan dengan pertanyaan di bagian pembukayaitu golongan darah manakah yang memiliki sifat paling dominan sesai chapter yang tersebut dengan menggunakan peringkat.

Namun demikian, buku ini memiliki keunggulan dari segi penyampaian cerita. Meskipun gaya gambarnya memang sangat berbeda dibandingkan sang komikus asli Park Dong Sun, ceritanya masih berkaitan erat kok. Tidak diketahui mengapa artwork yang digunakan bukan goresan asli sang komikus. Bahkan pada identitas buku ini pun tidak disebutkan nama Park Dong Sun.

Akhir kata, buku ini cukup menarik dibaca jika ingin mengetahui kondisi lebih jelas tentang cerita-cerita di buku Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Penyajian ala komik dengan dialog yang mendominasi turut membuat setiap karakter golongan darah benar-benar berpikir dan bersikap sendiri, bukan hanya dari deksripsi yang dituliskan komikus saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*