Simple Thinking About Blood Type 3

coverblood3

Judul: Simple Thinking About Blood Type 3

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 304

Terbit Perdana: Mei 2015

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Juli 2015

ISBN: 9786027742512

cooltext-blurb

Pernah mengalami kesulitan memesan makanan ketika golongan darah A, golongan darah B, golongan darah O, dan golongan darah AB berada dalam satu tempat?

Bingung karena teman sekamar nggak pernah bersih-bersih?

Ingin terlihat baik di depan bos killer?

Penasaran mengapa terjadi konflik gara-gara si cewek tidak bias memilih antara ayam atau piza?

Jika tidak saling mengenal, memesan ayam sepotong pun bisa menimbulkan pertengkaran. Cari tahu dulu sifat lawan bicara agar tidak timbul salah paham; entah itu kewarganegaraan, etnik, ataupun hal yang sudah diakui oleh seluruh dunia, yaitu golongan darahnya.

Pembahasan tentang dunia golongan darah akan selalu memancing senyum. Bersiaplah untuk tersenyum juga.

cooltext-review

Fyuh. Akhirnya saya sukses menyelesaikan buku ketiga dari seri Simple Thinking About Blood Type. Berbeda dari dua jilid sebelumnya, saya puas ketika menutup halaman terakhir buku ini. ada sensasi bahagia yang saya rasakan ketika melahap habis empat bagian yang disuguhkan di buku ini. Buku ketiga ini sangat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Langsung saja ya~

Saya lupa mencantumkan bahwa pada buku ketiga dan kedua yang lalu, sebelum memasuki bagian pertama, ada pengenalan dulu mengenai sifat dasar masing-masing golongan darah yang diambil sesuai rangkuman dua buku sebelumnya. Kemungkinan hal ini dilakukan agar pembaca yang tidak mengikuti buku sebelumnya tetap bisa terhubung dengan isi ceritanya.

Bagian pertama dibuka dengan judul Cerita Sederhana Tentang Kehidupan Sehari-Hari yang berisikan delapan belas cerita lepas. Salah satu yang saya sukai adalah Sifat Antargolongan Darah yang Sesunggsuhnya. Jadi ceritanya, keempat golongan darah ini memiliki junior atau kenalan yang lebih muda bernama si K. dia memiliki pacar perempuan bergolongan darah A.

Yang lucu adalah, selama ini K kerap menyanjung kekasihnya yang dianggap memiliki sifat baik sesuai golongan darah A. Hingga suatu hari, sang kekasih dan si K terkejut mengetahui bahwa sang pacar ternyata golongan darah B. Akibatnya, sejak saat itu pacar K menjadi pribadi yang bertolak belakang dibanding sebelumnya. Berikut analisis dari si golongan darah AB:

Dia sepertinya terkena Pygmalion Effect atau Labelling Effect. Dia bertingkah sesuai harapan lawan bicaranya, bukan menjadi dirinya sendiri. (Halaman 14)

Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Sekolah yang memiliki empat belas cerita juga cukup menarik. Meskipun tema sekolah telah dibahas di buku kedua, sang komikus masih belum kehabisan ide menuangkan berbagai kejadian yang dialami para golongan darah saat duduk di bangku sekolah. Hal ini tentu saja sangat berbeda dibandingkan cerita sekolah di buku kedua.

Cerita berjudul Perpustakaan cukup menggelikan. Alkisah masing-masing golongan darah mencari buku yang akan dipinjam dari perpustakaan. Golongan darah O yang impulsif mencomot banyak buku yang akan dipinjam. Melihat hal ini, tiba-tiba golongan darah B mencomot satu buku dan ingin meminjamnya. Kontan saja golongan darah O marah-marah.

Kau setiap hari pinjam buku dan mengembalikannya tanpa sempat membaca semuanya, kan? (Halaman 146)

Bagian ketiga adalah Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Kantor yang memiliki delapan belas buah cerita. Lagi-lagi dunia kantor pernah muncul juga di buku kedua. Namn kali ini, ada sedikit perbedaan. Sang komikus membawa pembaca menyelami beberapa tingkat jabatan jika dipegang oleh golongan darah yang berbeda-beda. Misalnya bos, asisten, dan karyawan.

Cara Menghadapi Karyawan Golongan Darah B adalah hal yang menarik. Pada cerita ini sang komikus tepat menggambarkan bagaimana seorang karyawan bergolongan darah B ketika mengerjakan tugas. Dengan gambaran ini setidaknya orang-orang yang memiliki bawahan bergolongan darah B bisa sedikit menyesuaikan. Memang bagaimana perilakunya?

Bila diberi perintah terlalu teliti, dia tidak bisa melakukannya dengan baik. Karena dia bisa kehilangan kemampuannya apabila dimarahi atau disuruh menuruti perintah, maka harus berhati-hati. (Halaman 209)

Bagian terakhir yang cukup sentimental adalah Cerita Sederhana Tentang Keluarga dan Percintaan yang terbagi atas tiga belas cerita dan ditutup oleh epilog. Sesungguhnya keluarga dan percintaan ini masuk ke ranah kehidupan pribadi yang lagi-lagi telah diungkapkan di buku kedua. Namun demikian, sang komikus mengemas bagian keempat ini dengan baik dan lucu.

Acara Spesial Peringatan Jadian adalah cerita yang menarik. Masing-masing golongan darah yang memiki pacar dituntut oleh kekasihnya sendiri untuk merayakan seratus hari jadian. Kurang jelas kenapa harus seratus hari, bukannya satu tahun. Yang jelas, tanggapan tiap golongan darah sangat unik dan berbeda. Paling greget tanggapan golongan darah AB berikut.

Kemarin kita ketemu, besok juga akan ketemu, hari ini juga sama seperti hari-hari yang kita lalui bersama biasanya, kan? Dibandingkan besok, apa alasannya hari ini lebih istimewa? (Halaman 283)

Secara umum, saya merasa buku ketiga ini jauh lebih bisa diterima daripada dua buku sebelumnya. Rasa bosan, jenuh, dan muak yang sempat saya idap ketika membaca Simple Thinking About Blood pertama dan kedua tidak saya rasakan lagi di buku ketiga ini. bahkan saya sampai rela membaca hingga tuntas buku ini sampai dini hari hehehe.

Oh iya, sejak buku pertama, sang komikus ternyata tidak mengkhususkan bahwa setiap golongan darah diwakili oleh pria. Di buku Smple Thinking About Blood Type ada cewek dan cowok golongan darah yang masing-masing membawakan cerita sesuai kondisi mereka masing-masing. Terkadang si cewek menjadi pasangan si cowok, terkadang membawakan cerita sendiri.

Oh iya, sepertinya sang komikus telah membuat sense of humor yang disajikan di buku ini menjadi lebih global dan diterima masyarakat luas, tidak seperti buku sebelumnya. Sampai-sampai, ada lagu Kemesraan yang didendangkan golongan darah O sambil bermain gitar dan permainan domikado yang dimainkan para golongan darah yang Indonesia banget.

Pada buku ketiga ini, setiap cerita dikemas lebih kompleks dan teratur. Tidak seperti buku pertama dan kedua yang hanya sekilas dan terkadang kurang bisa dipahami oleh orang non-Korea. Oh iya, cuup banyak istilah bahsa Korea yang disuguhkan di buku ini. dengan dilengkapi catatan kaki, pembaca bisa lebih mudah memahami konteks kalimat di ceritanya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*