Sunset on Third Street (Jilid 5)

coversunset5

Judul: Sunset on Third Street (Jilid 5)

Sub Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Chapter 5 “Kakak Laki-Laki, Kakak Perempuan”

Judul Asli: Sanchome no Yuuhi Kessaku Shu

Komikus: Saigan Ryohei

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 264

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792334807

cooltext-blurb

Gimana sih rasanya jadi kakak? Jadi kakak harus sering mengalah dengan adik, kan! Ini suka bikin Mami kesal. Ia selalu merasa ibunya memanjakan kedua adiknya. Ibu selalu menyuruh melakukan pekerjaan rumah tangga. Suatu hari, ibu berpesan untuk Mami menjaga adik-adiknya. Ternyata, tiba-tiba ibu pergi meninggalkan rumah. Mami pun harus menggantikan peran ibunya.

cooltext-review

Setelah dibuat tersentuh dengan jilid keempat komik Sunset on Third Street yang lalu, kali ini saya akan menyuguhkan sejumput kesan-kesan saat membaca jilid kelima. 19 chapter yang disuguhkan di jilid ini sedikit banyak membuat saya baper. Selain cerita sederhna yang mengharukan, tema keluarga khususnya saudara sangat erat kaitannya dengan emosional saya.

Tentu saya tidak akan membahas semua chapter satu persatu. Soalnya saya malas pasti kepanjangan broo. Jadi kali ini saya akan mengungkapkan kesan dan pendapat saya pada lima cerita paling membekas dalam sanubari. Oh sekadar info, cerita yang dimuat di blurb komik ini ternyata tidak termasuk cerita yang menyentuh sisi emosional saya. Yuk langsung mulai saja.

Kakak Laki-Laki & Adik Perempuan adalah cerita pertama yang mengharukan sekaligus menggelikan. Ceritanya ada Kitano, anak laki-laki masih SD yang memiliki adik perempuan bernama Atsuko. Kitano sangat malu memiliki adik seperti Atsuko karena adiknya tidak cantik dan anggun. Sampai-sampai ia tidak mau mengakui Atsuko sebagai adik di depan kawannya.

Waktu pun berlalu. Atsuko bukan lagi seorang bocah cilik yang lusuh dan cuek dengan penampilan. Ia tumbuh menjadi gadis cantik dan mempesona. Kitano sangat terkejut dengan perubahan Atsuko. Ia menjadi overprotektif. Ada cowok bernama Matani dan Taniwari yang ingin mendekati Atsuko saja membuat Kitano senewen. Tapi, apakah semua belum terlambat?

Hoi, Atsuko! Pokoknya mulai sekarang kalau ketemu aku di jalan, kau jangan dekat-dekat! Pokoknya jangan panggil aku Kakak, mengerti?! (Halaman 38)

Bunga Cosmos adalah kisah selanjutnya yang sangat menyentuh. Cerita ini mengisahkan tentang sepasang gadis kembar bernama Haruko dan Akiko. Sejak kecil hingga SMP mereka berdua selalu mengenakan baju dan model rambut yang sama persis. Menginjak dewasa akhirnya mereka sudah meninggalkan kebiasaan itu. Untuk urusan masa depan pun mereka berbeda.

Haruko berambisi menjadi karyawati kantoran yang mandiri. Sedangkan Akiko ingin memperdalam ilmu rumah tangga agar bisa menjadi istri yang baik. Sayangnya, kebiasaan menyukai hal yang sama terulang kembali saat menentukan pendamping hidup. Laki-laki dambaan Haruko justru melamar Akiko. Apakah hal itu akhir kehidupan Haruko?

Jangan-jangan dia salah sangka, dikiranya Akiko itu aku? Benar, pasti dia salah! Yang dia sukai sebenarnya itu aku… (Halaman 110)

Cemburu menurut saya adalah cerita yang sangat lumrah dialami oleh seorang yang baru saja menjadi kakak, khususnya saat usia masih anak-anak. Mika adalah gadis cantik yang selalu dimanja oleh orang tuanya. Bertahun-tahun menjadi anak tunggal membuat Mika tak kekurangan aksih sayang. Hingga suatu ketika Mika memiliki adik baru dari sang ibu.

Kotaro yang masih bayi tentu membutuhkan perhatian ekstra. Hal ini membuat Mika merasa diabaikan. Ibunya terkesan lebih perhatian pada Kotaro. Hingga suatu hari, Mika menginginkan Kotaro mati saja agar Mika bisa mendapatkan perhatian seperti dulu. Untuk mewujudkan keinginannya, Mika turut melibatkan kucing hitam dan mainan Kotaro. Waduh gimana nih!

Mika, kau harus paham, ya. Mama sangat menyayangi Mika. Tapi Kotaro masih kecil dan lemah, makanya kita semua harus sungguh-sungguh merawat dan melindunginya. (Halaman 171)

Kelinci Salju menurut saya adalah cerita yang berakhir sedih. Yumiko adalah adik dari Yukiko. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Yukiko mengasihi Yumiko seperti adiknya sendiri. Suatu ketika, Yukiko harus dirawat di rumah sakit karena sakit parah. Sejak saat itu pula Yumiko rutin mejenguk kakaknya bersama sang ibu dua minggu sekali.

Yumiko terlihat cukup risih dengan kebiasaan dua minggu sekali itu. Ia ingin bermain bersama teman-temannya daripada harus pergi ke rumah sakit menjenguk kakak yang sakit-sakitan. Awalnya Yumiko merasa malas dan tidak semangat. Namun lambat laun ia menyadari bahwa rutinitasnya ke rumah sakit akan berakhir beberapa saat lagi. Hiks jadi sedih :(

Ingatan disayangi oleh kakaknya waktu kecil semakin menipis… Yang ada di dalam perasaan Yumiko sekarang hanyalah sebagai adik yang sekali-kali harus menjenguk kakaknya saja. (Halaman 194)

Rumput Hijau yang menceritakan Megumi Nakahara dan adiknya, Emi Nakahara terasa sangat realistis. Awal cerita dibuka dengan Megumi yang sangat tidak mendukung Emi bisa lulus ujian masuk di SMA tempat Megumi bersekolah. Hal ini ia sampaikan karena tidak ingin teman-temannya tahu bahwa Emi adalah adiknya. Ia berujar reputasi populernya bisa hancur.

Emi yang pada dasarnya mengagumi sang kakak justru terpacu semangatnya menembus SMA yang sama. Waktu berselang. Kehadirannya di sekolah Megumi membuatnya salah tingkah. Ia dilarang mendekati Megumi padahal cowok pujaannya sekelas dengan Megumi. Sebuah kejadian terjadi yang membuka mata Emi tentang status asli Megumi di sekolah. Apa itu??

Waktu itu, kakak Emi sedang sendirian membaca buku di sudut kelas. Entah kenapa, dia terlihat kecil dan kesepian. (Halaman 250)

Jilid kelima komik ini terasa sangat kental nuansa keluarganya. Saudara yang saling mengasihi ataupun tidak turut memberikan warna tersendiri untuk setiap cerita. Hubungan kakak adik yang disajikan dalam sebuah cerita terkadang bukan ikatan saudara kandung. Ada yang berstatus saudara tiri atau bisa juga bentuk saudara yang “lain” tapi tetap dekat satu sama lain.

Hampir semua cerita memiliki lini masa yang cukup panjang. Rata-rata melewati banyak tahun. Bisa hitungan beberapa tahun tapi ada juga yang hingga belasan tahun kemudian. Jadi berbeda dengan jild keempat kemarin yang hampir semua berlatar tahun 1955. Di jilid ini, beraneka macam. Meskipun demikian, identitas masa lalu masih tetap terasa kok dari berbagai sisi.

Namanya saja rentang waktu yang cukup panjang. Konflik yang disajikan juga beragam. Kebanyakan dipenuhi oleh masalah keluarga. Mulai dari yang sepele berebut boneka antar saudara, kecemburuan pada anggota keluarga lain, hingga yang berat mengenai perceraian dan kematian. Khusus alasan terahir, saya lihat banyak sekali cerita yang tokohnya mati mendadak.

Satu hal yang saya suka dari komik ini adalah latar belakang sangat padat dan penuh. Sang mangaka membuat hampir setiap panel tidak menyisakan ruang kosong yang sia-sia. Ada saja yang digambar. Misalnya dinding, tidak hanya polos. Ada lukisan, foto keluarga, jam dinding, lemari, dan lampu. Tapi hal itu tidak membuat sesak penglihatan. Justru terasa “niat” dan riil.

“Niat” itu juga tersaja pada satu hal unik yaitu perkenalan tokoh utama masing-masing chapter sebelum halaman daftar isi. Sebelum membaca 19 cerita, saya sebagai pembaca sudah tahu siapa tokoh utama yang akan berperan. Namun, seringnya saya malah membaca bagian ini setelah baca semua ceritanya sampai habis hehehe.

Sedikit berbeda dengan jilid keempat yang mengisahkan pertokoan dalam satu blok yang sama sehingga banyak tokoh sebuah cerita yang menjadi figuran di cerita yang lain, di jilid kelima ini hampir masingmasing cerita tidak ada hubungannya dengan kisah yang lain. Kalaupun ada juga sangat sedikit. Seolah mereka semua berasal dari daerah dan waktu yang berbeda.

Imbasnya, saya menemukan cukup banyak tokoh yang fisiknya sangat mirip bahkan sama persis dengan cerita yang lain tetapi memiliki nama yang berbeda. Ya iya sih, 19 cerita dengan kebutuhan rata-rata 3 tokoh tentu memerlukan 57 tokoh yang berbeda. Terlebih tokoh tersebut harus unik sikap ataupun fisiknya. Saya paham hingga akhirnya ada tokoh yang mirip-mirip.

Narator alias yang bukan termasuk dialog atau monolog karakter mengambil sudut pandang serba tahu. Cukup begus keputusan mangaka mengambil sudut pandang ini. hal ini dikarenakan pada umumnya komik hanya akan terpaku pada sudut pandang tokoh yang bersangkutan. Dengan adanya narator serba tahu jalinan cerita lebih mudah diikuti.

Well, komik ini masih sukses membuat saya memberikan penilaian maksimal karena cerita sederhana dan menyentuh. Tema keluarga khususnya hubungan antar saudara juga terasa erat dengan hidup saya yang bukan anak tunggal. Saya rasa memang kekuatan terbesar komik ini adalah kesederhanaannya. Namun demikian, justru bintang lima yang saya berikan. Great!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*