Rss

Death Note (Jilid 12)

coverdeath12

Judul: Death Note (Jilid 12)

Sub Judul: Finis

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316780

cooltext-blurb

Pertarungan Light Yagami dan Near mendekati akhir! Strategi apakah yang telah dibuat oleh mereka berdua?! Inilah akhir pertempuran yang disebabkan oleh DEATH NOTE!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Akhirnya sampai juga pada jilid terakhir seri Death Note ini. Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ini tida ada yang membuat saya kecewa. Justru terasa sekali ketegangan dan serunya akhir kisah jilid ini pada paruh akhir yang melibatkan Light dan Near.

Jilid ini diawali dengan tindakan gegabah Mello yang menculik Takada saat malam hari. Sesungguhnya hal ini diluar perkiraan Near ataupun Light. Takada memang tidak dibutuhkan Light lagi sehingga dengan mantap ia membuat Takada membunuh Mello dan kemudian Light membunuh Takada. Sayangnya, dari titik inilah yang menjadi senjata Near saat bertemu Light.

Sangat berbahaya jika pihak Near telah lebih dahulu menemukan Takada yang telah membunuh Mello dan menemukan potongan kertas yang di dalamnya tertulis nama Mello.

Saat pertemuan tiba. Near beserta anggota SPK bertemu langsung dengan Light yang didampingi para penyelidik dari kepolisian. Awalnya Near yang bernama asli Nate River ini menggunakan topeng berwajah L. Ia mengulur waktu agar seorang tamu yang menyusul juga hadir di gudang terpencil yang digunakan Near dan Light berhadapan. Siapakah tamu itu?

Setelah berhasil menyentuh langsung buku itu, halamannya kuganti, kertasnya kami balik. Karena pelaku penghakiman Kira menulisi satu halaman setiap hari, maka kami tukar kertasnya supaya kita tidak akan mati meskipun nama kita ditulis.

Ya benar, Mikami. Sesungguhnya Mikami memang disuruh Light untuk datang secara sembunyi-sembunyi dan melihat nama asli semua orang yang ada di situ kemudian menuliskan nama mereka pada buku kematian. Sayangnya, buku kematian yang selama ini dibawa Mikami telah dimanipulasi oleh pihak Near sehingga tidak ada yang mati meskipun nama sudah ditulis.

Seperti yang sudah saya ungkapkan, perbuatan Mello yang menculik Takada adalah awal mula kondisi yang dijadikan Near sebagai senjata. Dari penculikan Takada hingga kematian Mello membuat Mikami bertindak diluar kendali Light sehingga membuat senjata Near dalam mengalahkan Kira menjadi lebih besar. Merasa terdesak, Light mencoba kabur dari tempat itu.

Tapi… Demi dirimu, Mikami bertindak dengan sempurna… Bertindak karena berpikir harus menyelesaikan tugas menggantikan Kira… Perasaan menginginkan kesempurnaan dalam pemujaan, menjalankan misi secara berlebihan, dan kecepatan daya pikirnya justru menjadi lubang kematiannya.

Wow. Baru kali ini saya mengaki kemampuan Near, eh Mello juga. Saat mereka berdiri sendiri, memang mereka tidak bisa mengungguli atau bahkan menyamai L. Namun, ketika Near dan Mello bekerja sama (yah meskipun ini bukan kesengajaan juga), kolaborasi keduanya memang bisa melampaui kemampuan L. Saya salut ketika Near bsia memanfaatkan tindakan Mello.

Awalnya saya tidak menyangka adanya manipulasi buku itu. Soalnya buku itu adalah milik shinigami yang berasal dari dunia shinigami. Sempat disebutkan pada jilid awal bahwa bahan pembuatan Death Note bukan berasal dari bumi. Namun, Near dan yang lain sanggup menduplikasi buku itu dengan sangat mirip yang bahkan Mikami juga tidak menyadarinya.

Baiklah ini saya rasa agak janggal. Buku yang bahannya tidak ada di bumi pastilah memiliki perbedaan tertentu dari buku kebanyakan. Seorang Mikami yang perfeksionis dan detil terhadap segala hal pasti bisa mengetahui perbedaan itu. Buktinya ia bisa mengetahui perbedaan buku asli yang telah dipalsukan sebagian. Tetapi kenapa buku yang semua palsu justru tidak bisa ia bedakan? Kalau tergesa-gesa, itu bukan sifat dasar Mikami. Huft.

Kemudian bicara tentang Yagami Light alias Kira. Saya suka bagaimana keyakinannya sangat tinggi ketika berjumpa dengan Near. Satu chapter khusus yang digunakan untuk monolog Light dan berbagai macam pikirannya memuat saya takjub bahwa ia bisa merencanakan hal yang sangat keji sekaligus cerdas. Namun, semua mulai berantakan saat Near menunjukkan buku.

Light memang masih bisa yakin dan congkak dengan kemampuannya menjadi Kira. Ya benar, ia sudah mengaku jadi Kira. Namun, semua tidak berlangsung lama. Matsuda yang sangat percaya pada Light akhirnya bertindak anarkis. Situasi memanas ketika Light sudah lemah tak berdaya karena perbuatan Matsuda. Ia merangkak, merintih, menangis, dan…memohon.

Saat itulah saya melihat Light bukanlah orang yang cerdas dan bangga akan kemampuannya. Dia sangat menyedihkan. Dia sampah. Seperti kata Near, Light alias Kira bukanlah dewa, melainkan seorang pembunuh keji berdarah dingin. Satu twist yang tidak saya sangka yang melibatkan shinigami alias Ryuk sangat mengejutkan. Saya tahu Ryuk memang tidak memihak siapapun di komik ini. Namun, keputusannya saat hampir akhir cerita membuat saya ternganga.

Akhirnya, berakhir sudah jilid keduabelas Death Note ini. Saya menikmati ceritanya. Mulai dari Light masih SMA yang berjumpa Ryuk, bergabungnya L dan Watari pada kepolisian Jepang, keterlibatan Misa dan Rem, sebuah momen kelam yang ada di pertengahan seri, hingga munculnya Near dan Mello yang awalnya saling bersaing tetapi bisa “bekerjasama” dalam meringkus Kira yang asli. Meski ada beberapa jilid yang membosankan dan menjemukan, saya akan menyematkan rating tertinggi untuk jilid ini. This manga was great! 

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*