Rss

Death Note (Jilid 11)

coverdeath11

Judul: Death Note (Jilid 11)

Sub Judul: Kindred Spirit

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316773

cooltext-blurb

Berkat Takada, Light dapat berkomunikasi dengan Mikami, pemegang baru DEATH NOTE. Sementara itu, Near memutuskan untuk pergi ke Jepang. Apakah yang akan dihadapinya di Jepang?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Setelah jilid kemarin saya mengungkapkan segala macam keluhan dan ketidaksemangatan saya saat membaca jilid sepuluh, pada kali ini saya menemukan sebuah sisi menarik yang disuguhkan pada sepuluh chapter jilid sebelas. Seolah hampir mencapai garis akhir, jilid ini cukup menarik.

Seperti yang sudah dituliskan dalam blurb di atas, Near yang pada awalnya melakukan penyelidikan di Amerika akhirnya bertolak ke Jepang karena sudah yakin bahwa L kedua alias Light Yagami adalah Kira yang selama ini ia cari-cari. Namun, bukan Near namanya jika langsung konfrontasi langsung pada Light. Ia merencanakan dengan matang sebelum bertemu.

Kita mesti benar-benar mendapatkan buktinya 100%, juga membuatnya sadar akan kekalahannya dan membuatnya ikut merasakan penderitaan. jika belum begitu, tak boleh membunuhnya.

Near menyebut L-Kira, X-Kira, dan L-Light Yagami saat menguraikan rencananya. Siapakah mereka bertiga, bisa dibaca sendiri di komik ini. sementara itu, demi memperlancar komunikasi dengan Mikami, Light menjalin pertemuan rahasia dengan Takada Kiyomi. Meski awalnya dikelilingi kamera pengitai dan alat penyadap, Light bisa membereskan itu dengan mudah.

Amane-san melakukan penghakiman Kira… Dan sekarang, aku… Tidak, aku berbeda dari Amane-san… Amane-san disuruh karena terpaksa, sedangkan aku dipilih oleh Yagami-kun…

Apa maksud kalimat Takada di atas? Benar sekali, Light meminta Takada juga turut menggunakan Death Note yang dibawa Mikami untuk mengeksekusi orang-orang tertentu. Hal ini Light lakukan karena ia tidak bisa lagi mengakses Death Note setelah posisinya dicurigai oleh pihak Near dan SPK serta rekannya sendiri sesama penyelidik dari kepolisian Jepang.

Salah satu penyelidik yang sangat percaya dengan Near adalah Aizawa. Meski ia ingin menangkap Light dengan tangannya sendiri, Near dengan tegas mengatakan bahwa apa yang dilakukan Aizawa tidaklah berguna. Bahkan, gerakan ceroboh yang dilakukan pihak selain Near juga dianggap akan merusak skenario yang telah dipersiapkan. Lantas bagaimana?

Tapi Kira tidak akan bisa meremehkan saya. Bagi Kira, saya adalah… lawan bertarungnya saat ini dengan mempertaruhkan harga dirinya yang menggantikan posisi L. Hanya dengan mengalahkannya, Kira bisa dihentikan.

Sejak jilid ini akhirnya bisa saya simpulkan tokoh yang benar-benar penting pada pra-akhir cerita adalah Yagami Light dan Near. Sedangkan sisanya, mulai dari SPK, penyelidik kepolisian, Amane Misa, Takada Kiyomi, Mikami Teru, dan orang-orang lainnya hanyalah pemain tidak penting yang hanya menjadi kerikil-kerikil selama jalinan kedua tokoh tersebut berinteraksi.

Bagaimana dengan Mello? Meskipun ia mengukuhkan diri sebagai penerus L, saya bisa mengetahui bahwa ia tak setangguh Near. Mello yang tiba-tiba hilang sejak jilid sepuluh yang lalu juga saya pikir ia sudah tertinggal dari Near. Meskipun demikian, kemunculannya pada akhir jilid ini membuat saya heran juga mau apa Mello ikut campur pada kegagalannya itu.

Meskipun tema komik ini sangat serius dan dewasa, ternyata ada beberapa hal lucu yang saya temui. Misalnya ketika Near sedang berpikir pemecahan kasus, ia selalu sambil bermain. Lucunya, mainan yang digunakan Near selalu berganti melulu. Padahal statusnya sebagai imigran  kok ya bisa bawa-bawa mainan. Kalau toh membeli di Jepang, kok ya terlalu mubazir.

Di samping itu, menurut saya, Near memang pantas menjadi penerus L. Namun Near memiliki daya analisis yang terlalu spontan dan justru membuat Near bagaikan dukun atau ahli nujum. L selalu memiliki dasar argumen dan bukti pendukung yang tepat. Hal itu membuatnya pantas menjadi detektif. Tetapi Near seolah sudah mengetahui kebenarannya tanpa perlu mencari bukti pendukung. Hal inilah yang membuat saya menganggap tokoh Near too good to be true.

Setelah beberapa jilid isinya berputar-putar tanpa ada kejelasan dan titik fokus, akhirnya pada jilid sebelas ini hal yang saya tunggu-tunggu akan terjadi. Akan? Ya benar, meskipun sudah diungkapkan, tetapi sampai akhir jilid sebelas ini masih belum terjadi “peristiwa” yang saya nantikan. Peristiwa apakah itu? Hmm… Nantikan review saya jilid berikutnya saja ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*