Rss

Death Note (Jilid 10)

coverdeath10

Judul: Death Note (Jilid 10)

Sub Judul: Deletion

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Kedua, 2009

ISBN: 9789792316766

cooltext-blurb

Dengan cerdik, KIRA berhasil mengompori para pendukung KIRA untuk mengepung markas SPK. Sanggupkah Near meloloskan diri dari sergapan licik Light Yagami?!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Hmm saya tekankan bahwa mungkin review jilid ini adalah review yang paling tidak positif sejak review jilid pertama hingga sembilan yang telah tayang. Entahlah, saya merasa bosan, jenuh, malas, dan tidak semangat menyelesaikan sembilan chapter yang ada di jilid sepuluh ini.

Langsung saja, jilid ini dibuka dengan kondisi di markas Near, agen Lidner, agen Gevanni, dan agen Rester. Di sana, Mogi sedang terduduk sambil diinterogasi macam-macam. Sayangnya, Mogi tidak memberikan jawaban apapun dan membuat Near harus merencanakan plan B agar bisa mendapatkan informasi tentang kepolisian Jepang yang sedang menyelidiki kasus Kira.

Kalau Mr. Mogi tidak mau bicara apa-apa, terpaksa kita harus memancing anggota yang lain untuk berbicara. Saya tidak tahu berapa jumlah orang di sana, tapi saya pasti bisa membuat salah seorang dari mereka berbalik mendukung kita.

Ya benar, setelah menyerah dengan Mogi, akhirnya Near bisa mendapatkan seorang penyelidik dari pihak Light yang bersedia memberikan sedikit informasi padanya. Sementara itu, Light yang terdesak akhirnya menunjuk “Kira” baru bernama Mikami Teru. Profesinya yang merupakan seorang jaksa dan masa lalu yang pahit membuatnya sepemikiran dengan Light.

Seperti ucapan Near, bisa saja awalnya Light-kun menyuruh Amane melakukan transaksi mata, lalu menghakimi para kriminal sebagai Kira, dan kemudian mengalihkan tugas itu pada orang lain…

Cerita semakin rumit dengan tambahan tokoh lama yang muncul kembali bernama Takki atau Kiyomi Takada. Perempuan ini adalah mantan pacar Yagami Light saat kuliah. Ia ditunjuk oleh Mikami sebagai juru bicara “Kira”. Posisi yang tidak menguntungkan membuat Light setuju dengan kehadiran Takada agar bisa berkomunikasi dengan Mikumi tanpa dicurigai kepolisian.

Karena Near, orang-orang di sini kembali mencurigaiku, kecuali Matsuda. Tapi gampang sekali membodohi mereka. Akan kubuat Mikami bertindak sebagai Kira sesuai keinginanku…

Well well well, sudah saya katakan bahwa jilid ini membuat saya bosan, jenuh, dan tidak bersemangat seperti biasanya. Bukannya tidak ada perkembangan cerita, namun berbagai konflik yang sengaja diulur-ulur sang mangaka membuat saya geregetan. Apa lagi penguluran itu membuat kejeniusan Light sebagai Kira seolah sirna. Tidak lagi seru dan menegangkan.

Light terlihat bodoh dan gegabah dalam bertindak karena posisinya dicurigai lagi sebagai Kira karena ucapan Near dan Mello. Keputusan Light menunjuk “Kira” baru secara acak dan kebetulan ketemu Mikumi adalah puncak kebodohan Light sebagai Kira. Saya bilang kebetulan karena Light hanya sekali menyaksikan wajah Mikumi dan membaca angket langsung yakin.

Saya yakin rentetan peristiwa setelah Mikumi menjadi “Kira”, mulai dari pertemuan Light secara rahasia dengan Takada, pembunuhan staf Sakura TV yang dahulu memuja Kira, hingga pengkhianatan beberapa penyelidik adalah bukti bahwa Light tak lagi menjadi Kira yang tenang dan cerdas dalam bertindak. Padahal secara usia, Light harus lebih matang mengambil keputusan.

Kalau Mikumi adalah “Kira” baru, bagaimana dengan Misa? Hmm saya rasa Misa sudah bukan lagi tokoh penting di Death Note. Cepat atau lambat dia pasti akan menghadapi kenyataan pahit. Pun demikian dengan Kiyomi Takada yang meskipun digambarkan sangat cerdas tetapi sangat mudah terjebak dengan pesona sang mantan kekasih alias Light-kun.

Saat membaca jilid ini, saya jadi sadar bahwa nyaris semua tokoh perempuan di Death Note adalah perempuan bodoh dan naif. Saya bilang nyaris karena hanya satu perempuan yang cerdas dan tangguh yaitu Misora Naomi. Sisanya? Tak lebih dari boneka yang tak bisa berpikir, termasuk Amane Misa dan Takada Kiyomi. Sungguh berbanding terbalik dengan para lelaki.

Saya tahu bahwa seri Death Note akan berakhir dua jilid lagi. Mungkin saja ini adalah taktik sang mangaka agar pembaca tetap setia mengikuti betapa membosankan dan tidak menariknya jilid ini agar bisa sampai pada puncak akhir cerita Death Note. Dan, saya termasuk pembaca itu. bukan jilid yang sangat menarik, namun cukup untuk dijadikan pijakan sebelum ke akhir cerita.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*