Rss

Death Note (Jilid 2)

coverdeath2

Judul: Death Note (Jilid 2)

Sub Judul: Join

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, 2009

ISBN: 9789792313765

cooltext-blurb

Setelah berhasil mengetahui nama agen FBI yang membuntuti dirinya, Light menghakimi FBI dengan keyakinan bahwa “tindakannya benar”. Sementara itu, L yang sedang mengejar Light akhirnya menampakkan dirinya…

cooltext-review

*WASPADA! Revew ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sepak terjang Yagami Light dalam menggunakan death note sudah semakin berkembang. Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid kedua ini mengisahkan berbagai kejutan yang mulai muncul dan menjadi bumbu penting dalam keseluruhan seri komik Death Note.

Awal komik dibuka dari kejadian pasca kecelakaan di sebuah bus di dekat area bermain Space Land. Seorang agen FBI bernama Raye = Penber yang sebelumnya memata-matai Light ternyata tidak dilepaskan Light begitu saja. Melalui Raye-lah Light ingin mengumpulkan nama-nama agen FBI yang berada di Jepang. Hal ini dikarenakan ia khawatir kedoknya akan terbongkar.

Ta… Tapi… Lawanku sekarang adalag seorang pembunuh yang sangat menakutan… Kalau melakukan tindakan diluar perintahnya, nanti… Tidak ada pilihan lain. Aku harus melakukan perintahnya. Kalau cuma sekedar ditulis namanya, mungkin tidak bisa dibunuh.

Light sang pemilik death note disebut sebagai Kira, yang berasal dari kata Killer atau pembunuh. Tentu saja semua agen FBI yang mencoba mengusik kehidupan Kira yang serba rahasia harus menanggung akibat yang teramat pedih. Yang unik, kematian Raye ditutup dengan amat sangat dramatis di stasiun kereta setelah melihat sendiri siapa Kira sebenarnya.

Mengatur tindakan sebelum kematian… Bukan itu saja, kalau teoriku benar.. Selain bisa mengatur tindakan, Kira juga bisa membunuh orang dengan cara lain selain serangan jantung.

Kematian Raye membuat tunangannya sendiri, Misora Naomi, mulai ambil tindakan. Rekam jejaknya sebagai agen FBI yang handal membuatnya ingin menangkap Kira dengan tangannya sendiri. Sayangnya, ia terlebh dahulu berjumpa dengan Light. Meskipun ia menyamarkan namanya menjadi Shouko Maki, Light bisa dengan lihai mendapatkan nama aslinya. Wow!

Benar! Wanita ini yakin Raye meninggal karena dia telah menunjukkan kartu identitasnya! Makanya, dia menyembunyikan identitas aslinya!

Pergerakan L juga lambat laun sudah mulai fokus dan tidak main-main. Setelah mendapatkan segelintir polisi yang bisa ia percayai, L mulai memasang siasat setelah melihat video kematian para agen FBI. Salah satu tindakan L adalah memasang kamera pengawas dan alat penyadap di dua rumah keluarga terduga Kira, yaitu keluarga Kitamura dan keluarga Yagami. Waduh!

Seperti bisa diduga, atau lebih tepatnya saya duga, jilid kedua ini sudah merepresentasikan blurb yang tertulis di jilid pertama. “Pertarungan” antara Light a.k.a Kira dengan L sang pemecah kasus sudah mulai mengerucut. Meskipun saya kurang senang dengan segala hal kebetulan yang terjadi, tetapi ya sudahlah yang penting L vs Kira/Light sudah dimulai.

Satu tokoh yang sangat saya sukai muncul (dan lenyap) di jilid kedua ini adalah Misora Naomi. Daya pikir dan nalarnya sungguh bagus saat mencari asal usul kematian tunangannya berkaitan langsung dengan Kira. Bahkan hanya dengan satu kalimat yang terucap dari mulut mendiang tunangannya, Naomi bisa dengan jitu memetakan apa yang sesungguhnya terjadi. Brilian.

Pada jilid kedua ini, peran polisi masih sama saja, tidak berguna sama sekali. Selain menjadi tokoh penting yang nampang di hadapan L, mereka masih saja “bodoh” dan tidak bisa apa-apa selain mengikuti anjuran L. Yah memang sepertinya para polisi hanya dibuat sebagai pintu gerbang L dalam menyelesaikan kasus. Sayangnya, kinerja mereka tidak terlalu terlihat jelas.

Bicara mengenai L, pada jilid ini dia sudah bisa menampakkan diri lho! Tidak seperti jilid pertama yang kebanyakan hanya berwujud suara di laptop, kali ini ia dan Watari sudah menampakkan rupa aslinya di hadapan para penyelidik di kepolisian. Ternyata L tidak seformal yang saya kira dalam hal penampilan. Ia sangat santai namun tetap pintar berpikir. Kagum!

Oh iya, pada jilid pertama dan kedua ini sudah disinggung adanya “pertukaran” yang bisa dilakukan antara Light dan Ryuk. “Pertukaran” ini sebenarnya bisa membuat Light lebih mudah dalam mencari identitas asli calon korban. Namun, Light masih sabar dan cukup pandai untuk tidak melakukan “pertukaran” itu. Bagaimana dengan jilid selanjutnya?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Previous Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*