Death Note (Jilid 1)

coverdeath1

Judul: Death Note (Jilid 1)

Sub Judul: Boredom

Komikus: Ohba Tsugumi & Obata Takeshi

Penerjemah: Frisian Yuniardi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, 2009

ISBN: 9789792313758

cooltext-blurb

“Orang yang namanya ditulis di buku ini akan mati…” DEATH NOTE adalah sebuah buku catatan yang dijatuhkan oleh Shinigami Ryuk ke dunia manusia. Inilah awal dimulainya pertarungan hidup-mati antara Light Yagami dan L.

cooltext-review

Apa yang akan amu lakukan jika bisa “menghabisi” nyawa orang lain hanya dengan menuliskan namanya di sebuah buku kematian? Apakah buku tersebut akan kamu musnahkan dengan sekejap ataukah kamu akan menikmati proses “pembunuhan” itu dengan antusias dan bersemangat? Kalau kamu bingung, bisa coba baca komik ini sebagai gambarannya.

Ya benar, komik berjudul Death Note ini memiliki tujuh chapter yang disuguhkan pada edisi perdananya. Namanya juga masih jilid pertama, semuanya yang ada di dalamnya hanya terbatas pada perkenalan tokoh, awal mula konflik, dan pembentukan plot yang akan diawa ke jilid-jilid berikutnya. Langsung saja, simak sedikit ulasan dari saya. Mulai dari tokohnya yuk.

Chapter pertama dibuka dengan kondisi di sebuah dunia shinigami. Menurut bahasa Jepang, shinigami artinya dewa kematian. Di komik ini, para shinigami memiliki sebuah buku yang digunakan untuk membunuh manusia dengan menuliskan namanya. Satu shinigami bernama Ryuk yang sudah bosan di dunianya berpikir membuang bukunya ke dunia manusia.

Seorang siswa kelas 3 SMA bernama Yagami Light secara kebetulan menemukan buku kematian milik Ryuk. Light yang sangat cerdas sehingga selalu menempati ranking teratas dari seluruh siswa di seluruh penjuru negeri membuatnya bosan dengan hari-harinya. Menemukan buku kematian tersebut membuatnya heran sekaligus tidak percaya tentang “kesaktiannya”. Meski awalnya Light tidak percaya, “percobaannya” menuliskan dua nama orang jahat di buku kematian tersebut membuatnya berambisi menghabisi para kriminal jahat. Ia ingin menjadi “Dewa” di dunia yang tidak ada kejahatan dan penderitaan lagi. Pemikiran ini sedikit banyak terpengaruh dari ayahnya yang seorang kepala departemen di kepolisian, Yagami Soichiro.

Dengan begitu, orang-orang bodoh akan tahu bahwa “Kalau melakukan ini, akan dibasmi”… Aku akan menciptakan dunia yang hanya akan diisi oleh orang-orang baik dan pekerja keras yang sesuai keinginanku.

Kebiasaan Light membunuh orang-orang jahat dengan membabi buta hanya dengan membayangkan wajah dan menuliskan nama membuat kepolisian internasional berang. Pertemuan dunia akhirnya menghasilkan keputusan meminta bantuan seorang detektif handal yang tidak diketahui nama dan wajahnya, yaitu L.

Kalian berdua saling mencari lawan yang tak diketahui siapa namanya dan bagaimana rupanya. Lalu, yan terbongkar identitasnya pertama kali akan mati…

Dalam melaksanakan tugas, L didampingi oleh Watari yang misterius. Meskipun demikian, L dan Watari sangat solid dan tidak pernah gagal memecahkan kasus. Pun kali ini, L berusaha menguak identitas Light sesungguhnya. Mengetahui bahwa keberadaannya akan dicurigai, Light sudah mempersiapkan amunisi agar Death Note tidak bisa ditemukan siapapun.

Aku sering mendengar manusia yang pernah memiliki buku itu merasa kesulitan menyembunyikannya. Tapi mungkin baru kau saja yang melakukannya sejauh ini.

Wow. Just wow. Komik ini bagus banget. Pantas saja dilabeli komik dewasa. tema yang diangkat tentang pembunuhan dan intrik kejahatan bukanlah hal mudah yang bisa dicerna anak dibawah umur. Saya saja hanya bisa kagum dengan kepandaian Light yang tidak sesuai anak SMA pada umumnya. Apalagi ketika membuat tempat “persembunyian” buku kematian. Wow!

Sosok L dan Watari memang masih sangat kabur di jilid perdana ini. Cukup wajar sih soalnya pasti sang mangaka hanya ingin memfokuskan sepak terjang Light membasmi para penjahat dan hanya memberikan gambaran kasar tentang perjuangan L memecahkan kasus ini. Apalagi sosok shinigami Ryuk digambarkan cukup mengerikan dan tidak imut hahaha.

Sebenarnya tipe pemecahan kasus ala-ala detektif yang berasal dari dunia non-kepolisian bikin saya agak nganu. Bukannya apa-apa, soalnya pasti detektif dari non-polisi tersebut sangat pintar, bahkan melebihi kepandaian polisi sesungguhnya. Memang tidak salah, tetapi melihat para polisi hanya menjadi robot tidak berguna selain pengumpul data membuat saya jengkel.

Anyway, tema pembunuhan-tanpa-kontak-langsung ini sangat menarik. Bayangkan wajahnya dan tulis namanya serta sebab kematian, simsalabim langsung tewas. Memang terlihat nyawa tidak ada harganya. Namun justru konsep itulah yang unik. Pertanyaan saya, siapakah yang mencetak buku kematian? Bukankah di dunia shinigami tidak ada percetakan? Hmm…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*