Kumpulan Cerita Terbaik Miiko! (Jilid 1)

covermiikospe1

Judul: Kumpulan Cerita Terbaik Miiko! (Jilid 1)

Judul Asli: Miiko Selection

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Keempat, Juli 2008

ISBN: 9789792304312

cooltext-blurb

Dari 190 episode cerita Miiko, dipilih 10 cerita terbaik! Ada yang lucu, ada yang heboh, ada jga yang mengharukan! Semuanya, cuma buat kamu!

cooltext-review

Komik yang mengisahkan hari-hari Miiko ternyata tidak hanya terbit dalam bentuk komik reguler berjudul Hai, Miiko! saja. Ada pula komik Namaku Miiko yang ternyata juga terbit beriringan dengan Hai, Miiko! Saya tidak tahu sih perbedaannya apa karena saya belum pernah baca. Yang jelas, selain dua komik reguler tersebut, ada lagi komik edisi spesial Miiko.

Komik tersebut adalah komik yang berjudul Kumpulan Cerita Terbaik Miiko. Komik ini memiliki sepuluh buah cerita pendek yang semuanya bersumber dari 190 episode cerita Miiko yang telah terbit sebelumnya di edisi reguler atau biasa disebut tankoubon Hai, Miiko! dan Namaku Miiko. Terbaik karena banyak mendapat respon dari penggemar setia Miiko.

Sebelum menginjak cerita pertama, ada sambutan dari komikus alias sang mangaka, Ono Eriko, yang berjumlah dua halaman. Isinya ya hanya latar belakang mengapa diterbitkan Kumpulan Cerita Terbaik Miiko ini. Karena saya tidak mau mengupas semua cerita di jilid perdana ini, jadi saya ambil sebagian saja ya. Tenang saja, semua cerita berkesan kok untuk dibaca.

Hadiah Miiko adalah cerita pertama. Kisahnya sederhana namun menggelikan sekaligus menjengkelkan. Jadi ceritanya Mamoru memperoleh tiket nonton pertandingan super soccer. Ia harus antri sejak jam 4 pagi. Miiko yang sedang minum teh dari dapur secara tidak sengaja menumpahkannya ke tiket itu. Tidak sampai di situ, tiket tersebut jadi hangus terbakar!

Ti… Tiket yang susah payah aku beli… Huh, coba kalau aku ini anak tunggal! (Halaman 15)

Yuk ke Toko Donat! adalah cerita selanjutnya. Semua bermula dari Mari-chan yang membawa lunch box cantik yang didapatkan dari menukarkan point di toko donat. tipikal anak kecil, Miiko jadi kepengin. Sampai-sampai ia harus memaksa Papa dan Mama agar tetap membeli donat agar mendapat point yang cukup. Sayangnya, ada sebuah kenyataan pahit untuk Miiko.

315 yen dapat satu point. Jadi kalau mau dapat 10 point… Butuh duit 3150 yen?! Aku mana punya uang segitu! Mari-chan habis berapa duit, sih! (Halaman 47)

Siapa yang Salah?! adalah salah satu chapter yang sangat menggelikan dan membuat saya terpingkal-pingkal. Miiko yang meminjamkan komik pada Mari merasa bahwa komik itu belum dikembalikan. Sebaliknya, Mari sangat yakin sudah memberikan komik yang dipinjamnya pada Miiko. Keduanya sama-sama lalai namun “merasa” sudah menyelesaikan tanggung jawabnya.

Aku juga nggak tahu… Kalau tahu, pasti nggak bakal bilang “Sudah balikin”… (Halaman 95)

Kasih Nggak, Ya? ini adalah chapter yang aawww so sweet banget. Settingnya ketika menjelang valentine, Miiko, Mari, dan Yukko hendak belanja cokelat. Yukko yang sudah “bersama” Satou Kenta jadi membeli cokelat kasih sayang. Nah, tak disangka Miiko juga membeli cokelat yang ketika ditanya, ia menjawab akan memberikannya pada Tappei! Wah, apakah benar diberikan?

Padahal aku cuma iseng, nggak punya maksud apa-apa… kenapa jadi begini, ya? (Halaman 151)

Seperti judulnya, sepuluh cerita yang ada di komik ini memang benar-benar unggulan dari 190 cerita yang lain. Saya mungkin memang belum membaca 179 kisah lain sih, tetapi saya rasa catatan-catatan kecil dari mangaka setelah satu cerita selesai bisa memberikan gambaran mengapa kisah tersebut mendapatkan banyak respon dari pembaca setia Miiko.

Oh iya, namanya saja cerita pilihan dari 190 episode. Di komik ini juga terlihat bagaimana perkembangan gamar mangaka sejak awal-awal Miiko muncul hingga Miiko yang istilah masa kini. Pada cerita pertama contohnya, rambut Miiko masih tergambar lurus dan tidak terlalu ikal. Berbeda jauh dengan kisah-kisah berikutnya yang mana rambut Miiko sudah ikal banget.

Setelah membaca komik ini, saya jadi paham bahwa komik Miiko memang tidak difokuskan untuk berkembang dengan cepat. Kisah Miiko adalah slice(s) of life yang tidak menuntut perkembangan mulai A-B-C hingga Z. Namun, bukan berarti Miiko hanya sekadar kumpulan peristiwa yang dialami Miiko. Mangaka tetap membuat perkembangan meski tidak signifikan.

Meskipun fiksi, tokoh-tokoh di komik Miiko tidak digambarkan secara too good to be true, tetapi juga tidak sampai terlalu monoton dan tidak menarik. Sang mangaka membuat tiap tokoh menarik sesuai karakternya masing-masing tanpa berlebihan. Ditambah pesan moral yang sangat baik bagi pembacanya, khususnya anak-anak, menjadi nilai plus tersendiri.

Bukankah ada bumbu romansa cinta-cintaan di komik Miiko? Memang benar. Jadi tidak 100% baik bagi anak-anak dong? Hmm kalau menurut saya, segi romansa itu tidak ditampilkan secara lugas dan apa adanya, melainkan hanya tersirat dan hanya disampaikan dengan makna sekadar suka, bukan cinta ala-ala. Itupun saya rasa hanya 10% dari keseluruhan komik.

Dari sepuluh kisah yang disuguhkan, saya hanya pernah membaca satu cerita saja. dan saya akui satu cerita tersebut memang sangat terbaik baik dari segi pesan moral ataupun tema yang diangkat. Namun, karena saya sudah baca, jadi tidak saya ikutan pada ulasan singkat yang saya tulis di atas hehehe. Penasaran ya? silakan baca sendiri ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*