Rss

Hai, Miiko! (Jilid 20)

covermiiko20

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 20)

Judul Asli: Kocchimuite! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Winarya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792335408

cooltext-blurb

Nozomi, teman sekelas Miiko, berbakat jadi komikus, lho! Miiko senang main dengannya. Tapi suatu hari, Nozomi harus cuti lama dari sekolah. Dia sakit berat. Duh Nozomi, kamu sakit apa?

cooltext-review

Kembali lagii! Wah harihari Miiko yang penuh dengan kejutan tidak berhenti dengan cepat. Pada jilid ke-20 ini ada sepuluh cerita lepas yang bisa pembaca nikmati. Seperti biasa, pada bagian awal komik diberikan pengenalan tokoh-tokoh yang akan bermain sepanjang halaman di jili ini. Siapa lagi selain Yamada Miiko, Yamada Mamoru, dan Yamada Momo yang utama.

Pada cerita pertama berjudul Nggak Bisa Berhenti!, Miiko sedang ditimpa cegukan yang cukup lama akibat mengerjai Mamoru. Bahkan hingga esok hari, cegukan Miiko tidak sembuh. Padahal di sekolah ada pelajaran menyanyi. Karena cegukannya itu, Miiko sampai menjadi bulan-bulanan teman sekelasnya karena membuat heboh lagu yang sedang dinyanyikan.

Kalau nggak berhenti dalam waktu 3 hari… Bakal mati, lho! Kau harus hati-hati. (Halaman 12)

Selain itu, ada lagi cerita berjudul Minta Angpao, Dong! Kali ini setting-nya adalah ketika tahun baru. Menurut tradisi, setiap tahun Mamoru,, Momo, dan Miiko mendapatkan angpao dari Papa dan Mama. Miiko sudah berencana menghabiskan angpao dengan menonton bioskop dan jajan es krim bersama Ogawa Yuuko dan Shumura Mari. Sayangnya, rencana itu musnah.

Aku tahu Mama lebih sayang Mamoru. Tapi kejam banget, angpaonya 10 kali lipat dibanding angpaoku! (Halaman 65)

Meninggalkan beberapa cerita kasual yang ringan dan menggelitik, kali ini ada dua cerita yang memiliki judul Mimpi Nozomi-chan, masing-masing dibagi menjadi bagian awal dan akhir. Ceritanya ada teman sekelas Miiko bernama Nozomi yang pandai menggambar. Sayangnya, Nozomi harus rela tidak masuk sekolah karena sakit yang parah. Apakah Nozomi bisa sembuh?

Awalnya aku juga kaget… Di film dan drama, yang kena penyakit ini pasti mati, kan? (Halaman 89)

Saya hampir tertipu ketika mengira hanya kisah Nozomi yang menjadi cerita terbaik di jilid ini. ternyata cerita berjudul Pengakuan Yoshida?! adalah cerita kejutan lain yang disiapkan mangaka. Seperti yang sudah pernah saya bahas, Yoshida Takuya suka pada Miiko. Namun, Miiko tidak peka dengan perhatian Yoshida. Hingga suatu hari Yoshida berani “jujur” pada Miiko… Aww!

Paling ceria di kelas… Selalu berjuang dengan gigih… Orang yang sangat menawan… Baru kali ini ada orang yang bilang begitu tentang aku… (Halaman 161)

Duh jilid kali ini masih saja bagus kualitas ceritanya. Seolah Ono Eriko tidak kehilangan kreativitas menyuguhkan cerita khas anak-anak yang polos dan menarik dalam kesehariannya. Selain tokoh utama Miiko yang lugu dan kocak, saya masih dibuat gemas pada Eguchi Tappei yang benci-tapi-sayang pada Miiko. Dia yang selalu jaim justru membuat Miiko tidak peka.

Cerita tentang Morimoto Nozomi yang harus cuti sekolah selama berbulan-bulan karena menderita penyakit serius mendapatkan apresiasi tertinggi dari saya pada jilid kali ini. Heartwarming-nya sangat terasa. Miiko dan Mari-chan yang secara tidak sengaja menjadi teman terakhir yang dijumpai Nozomi sebelum sakit membuat emosi saya ikut tersentuh.

Selain itu, mangaka tidak membuat pembaca berlarut-larut dalam suasana sedih dan menyesakkan dada. Ia memberikan sentuhan humor pada lingkungan kelas Nozomi, khususnya ketika Miiko dan Mari-chan mengirimkan tugas presentasi mereka minggu depan pada Nozomi yang sedang terbaring di rumah sakit. Suasana itu benar-benar mengharukan.

Secara umum, jilid 20 ini lebih bagus diandingkan jilid sebelumnya yang saya baca. Aspek slice of life yang tidak lebay berhasil disuguhkan mangaka melalui goresan gambarnya. Karakter yang berperan dalam setiap cerita juga sangat unik dan membekas dalam ingatan. Saya suka dengan hal ini karena karakter yang mudah diingat adalah aspek penting dalam sebuah komik.

Mata melotot sangat tajam, mulut yang sangat lebar melebihi pipi, serta kepala yang jauh lebih besar dibandingkan dada adalah hal yang menjadi ciri khas komik Miiko. alih-alih membuat risih dan tidak nyaman, hal itu justru membuat saya bisa menyukai Miiko yang chibi dan imut. Tetapi tetap yang paling saya suka adalah karakter Mamoru. Kawaii~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*