Rss

Hai, Miiko! (Jilid 2)

covermiiko2

Judul: Hai, Miiko! (Jilid 2)

Judul Asli: Kocchimute! Miiko

Komikus: Ono Eriko

Penerjemah: Widya Anggraeni Widjaya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Keenam, April 2008

ISBN: 9789792308259

cooltext-blurb

Mau beli susu di mini market, Miiko malah jadi saksi kasus perampokan! Wah, bagaimana akhirnya…

cooltext-review

Manga atau komik yang berasal dari Jepang dengan tokoh anak-anak sepertinya tidak sulit untuk dijumpai. Salah satunya adalah manga karya Ono Eriko ini. Hai, Miiko! sudah terbit bertahun-tahun silam di Indonesia. Sampai sekarang juga masih berlanjut meskipun saya tidak tahu sudah sampai jilid berapa. Nah karena itu, mari kenalan dengan manga ini yuk.

Alkisah, di sebuah kota di Jepang (duh, lupa nama prefekturnya), hiduplah keluarga Yamada yang terdiri atas Yamada Miiko, sang tokoh utama, adiknya yang bernama Yamada Mamoru beserta Papa dan Mama Miiko. seharihari, mereka hidup dengan damai. Namun, sesungguhnya kedamaian mereka cukup terusik karena ulah dan perilaku Miiko.

Komik ini memiliki sepuluh cerita lepas yang bisa dinikmati. Salah satunya adalah cerita berjudul Jangan Numpang Baca! Jadi ceritanya Miiko yang hobi membaca komik berjudul One More Jump sudah saatnya membeli jilid lima yang terbaru. Sayangnya, uang jajan miliknya masih tidak cukup. Akhirnya, ia nekat numpang baca di toko buku yang dijaga kakek-kakek.

Kenapa kau numpang baca segala? Numpang baca kan ngeganggu orang lain! (Halaman 15)

Selain itu, ada pula kisah berjudul Pergi ke Oita. Kali ini Miiko menemani Papa mudik ke kota Oita, prefektur Kyushu. Terakhir kali Miiko ke sana saat berusia dua tahun. Ada sepupu Miiko bernama Yamada Kiyomi. Awalnya ia sangat judes dan tidak bersahabat dengan Miiko. Namun demikian, Miiko tidak menyerah dan justru mengajak Kiyomi bermain bersama. Aww cocwiit.

Kalau di sini nggak ada yang jual… Boleh nggak kau belikan topi yang sama waktu kau pulang nanti? (Halaman 74)

Nah, kisah yang tercuplik pada blurb komik ini adalah cerita berjudul Muncul di Teve! Pada malam hari, Miiko hendak membeli susu di mini market dekat rumah. Apesnya, Miiko yang menjadi satu-satunya pengunjung harus menjadi saksi mata terjadinya perampokan di mini market itu. akibatnya apa? Miiko sampai diwawancara stasiun teve yang melput kejadian itu!

Pantas saja ditungguin, Miiko nggak pulang-pulang! Papa akan segera jemput dia! (Halaman 119)

Kisah yang menurut saya sangat bagus adalah kisah yang berjudul Aku Pulang. Jadi ceritanya Miiko dan teman-teman sekelasnya sedang ada pelajaran berenang di kolam renang sekolah. Teman Miiko, Shimura Mari, bercerita bahwa tiga tahun lalu ada anak meninggal bernama Takumi di kolam. Tak disangka, cerita yang dianggap bohong itu benar-benar dialami Miiko.

Aku sangat menyesal melihat mamaku begitu bersedih… Itu memuatku terus gentayangan sampai sekarang… (Halaman 159)

Miiko memiliki dua sahabat dekat bernama Shimura Mari dan Ogawa Yuuko yang biasa dipanggil Yukko. Saya menilai mereka bertiga benar-benar sahabat yang baik. Selain anak perempuan, ada tokoh anak laki-laki bernama Eguchi Tappei, Satou Kenta, dan Nomura Yoshiki. Masing-masing anak itu ada kontribusi tersendiri dalam cerita yang ada di komik ini.

Saya suka bagaimana Ono Eriko menyuguhkan hal-hal yang sangat lumrah terjadi di kehidupan anak-anak menjadi sesuatu yang segar dan sangat menghibur. Sebenarnya tidak ada satupun yang tidak saya sukai dari komik jilid ini. hanya saja saya hanya isa memberikan kesan pada beberapa cerita yang membekas di benak. Apalagi jika cerita itu begitu emosional bagi saya.

Bagaimana dengan pesan moral? Saya juga suka meskipun komik ini banyak lucunya, mangaka tidak lupa menyisipkan pesan moral khususnya untuk anak-anak. Misalnya jangan suka berbohong, tenggang rasa pada teman sendiri, serta menjaga ketertiban umum. Tak jarang pesan moral itu dituangkan dengan cara membuat Miiko ketiban sial terlebih dahulu.

Awalnya saya agak terganggu dengan beberapa gambar khususnya ketika tokoh-tokoh tertentu berteriak atau marah, mulutnya menjadi sangat lebar melebihi pipi dan hidung. Namun lambat laun saya sadar bahwa itulah ciri khas sang mangaka, dan saya harus menerima hal itu. bahkan kemudian jika dipikir-pikir, justru hal itu yang jadi menarik. Good job! Saya suka Miiko!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*