Hamster’s Diary (Jilid 1)

coverhamster1

Judul: Hamster’s Diary (Jilid 1)

Judul Asli: Hamster no Kenkyu Report

Komikus: Ohyuki Shiwasu

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Februari 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2005

cooltext-blurb

Matanya bulat, tubuhnya bundar, dan tingkah lakunya lucuuu sekali… hayooo hewan apa ini? Mirip tikus, sih… tapi sebenarnya bukan. Kalau dijejerkan dengan tikus, hewan ini jauuuh… lebih imut. Si kecil ini juga mampu memuat kita tersenyum sepanjang hari!

cooltext-review

Hamster, hewan pengerat kecil yang berukuran kecil dan menggemaskan ini sempat menjadi primadona hewan peliharaan di Indonesia beberapa tahun silam. Warna rambutnya yang bermacam-macam serta tingkahnya yang lucu membuat manusia tertarik dan tidak berpikir panjang untuk memeliharanya. Sayangnya, tidak semua orang tahu cara merawat hamster.

Komik ini memberikan jalan keluar masalah tersebut. Secara umum sejatinya komik ini adalah kumpulan tips, trik, dan informasi tentang dunia hamster, khususnya hamster sebagai hewan peliharaan. Tentu ini menjadi nilai plus dibandingkan buku yang isinya serupa hanya tersaji dalam untaian kata dan kalimat yang panjang, komik ini menyuguhkan melalui gambar.

Komik ini berbentuk strip empat panel tamat setiap ceritanya. Masing-masing cerita tergabung dalam laporan atau bab sendiri. Ada Laporan 1 sampai 24, ada tujuh cerita lepas, serta satu laporan khusus dari Shiwasu atau sang mangaka. Karena tidak mungkin saya mengupas satu per satu judulnya yang sangat singkat, jadi saya akan beri cuplikan beberapa saja ya.

Seperti yang sudah saya ungkapkan di atas, komik ini padat dengan segala informasi tentang hamster. Selain menyinggung perbedaan hamster, tikus, dan marmut, di komik ini juga sedikit memberikan trivia tentang tubuh hamster. Salah satunya adalah adanya kantung pipi kanan dan kiri yang dimiliki oleh setiap hamster di dunia. Wah apa fungsinya ya?

Hamster punya kantung pipi, lho. Sama seperti tupai, bisa menyimpan makanan. (Halaman 8)

Untuk memudahkan pembaca sekaligus memberikan kesan adanya kisah yang menarik, mangaka menciptakan tokoh hamster jantan bernama Chibi. Dia ini dikisahkan adalah peliharaan sang mangaka sendiri. Chibi hendak dikawinkan dengan hamster betina bernama Hanako. Meskip sering bertengkar dan tidak akur, akhirnya Hanako melahirkan 12 ekor anak.

Karena sang mangaka tidak bisa memelihara semua anak Hanako, akhirnya sebelas ekor diberikan kepada orang lain dan menyisakan satu ekor anak yang diberi nama Chibisuke. Nah, si Chibisuke inilah yang secara bergantian akan memandu cerita atau tips, trik, dan informasi yang dituliskan mangaka agar mudah dipahami oleh pembaca. Salah satunya yang ini nih.

Kalau sudah besar, hamster nggak punya pusar. Padahal waktu bayi, punya lho. Aneh, ya. yang pelihara hamster, pernah perhatikan, nggak? (Halaman 36)

Selain Chibisuke, mangaka juga tidak membiarkan pembasanya bosan sehingga akan diajak “mengintip” kehidupan saudara Chibisuke yang lain di rumah sang adopter. Nah, salah duanya adalah Chibitaro dan Chibibou. Masing-masing ada cerita uniknya tersendiri. Tapi yang lebih unik adalah ketika Chibitaro hendak dikawinkan dengan marmut bernama Moko-chan.

Ya benar, majikan Chibitaro tidak memahami bahwa marmut dan hamster adalah jenis yang berbeda. Chibitaro tentu jga tidak bisa tertarik pada spesies yang berbeda. Nah lucunya, Moko-chan yang nyata-nyata marmut malah tertarik dengan Chibitaro. Ia sering menolong Chibitao yang kesulitan. Yah meski kadang juga memberi gigitan pada hamster malang itu sih…

Saat Chibitaro naik ke atas kincir… Dia berada hingga di puncaknya. Semua menganggapnya sangat lucu. Dan ternyata bukan cuma Moko-chan yang suka Chibitaro. (Halaman 108)

Selain tokoh-tokoh di atas, ada juga tokoh pendukung lain. Misalnya Gon-chan, anjing pemilik apartemen. Ada juga nenek sang mangaka yang kadang berkunjung dan membuat Chibisuke terpental karena ayunan tangannya. Pokoknya banyak deh. Mangaka menyelipkan segala info tersebut secara santai dan tidak menggunakan bahasa yang sulit dipahami.

Sayangnya, yaa hanya begitu saja isi komik ini. namanya saja diary, jadi ya hanya sepenggal-sepenggal kejadian yang bisa mangaka berikan. Apalagi menggunakan sistem komik strip empat panel tamat membuat semuanya serba nanggung. Baik kisah utamanya, perkenalannya, penuturannya, dan twist-nya. Saya tidak menyangka akan sangat datar sekali isinya.

Saya awalnya memang menerka isinya akan membawa sebuah cerita yang tuh seperti kisah Hamtaro itu. jadi jelas awal kisah, tokoh yang bermain, petualangan, dan endingnya. Namun ternyata komik ini bisa saya katakan hanyalah versi komik dari buku non fiksi yang mungkin “berjudul tips memelihara hamster di rumah, pus trivia tentang dunia hamster” hmmm.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*