Knights of Apocalypse (Jilid 1)

coverknights1

Judul: Knights of Apocalypse (Jilid 1)

Komikus: Is Yuniarto, John G Reinhart, Aswin Agastya

Penerbit: Wind Rider Publishing

Jumlah Halaman: 242

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789791618601

cooltext-blurb

FROM THE CREATORS OF ‘WIND RIDER’, And the 1st Winning Award of Ragnarok Online Comic Contest 2004, 1st Winning Award of Seal Online Comic Contest 2006, And 1st Winning Award of Animonster Comic Contest 2006.

“Di manga ini ada semua: action, scifi, adventure hingga drama. Panel demi panelnya bercerita tanpa tersendat. Serasa nonton anime box office di genggaman tangan!” – Dennis Adhiswara – Aktor, Sineas & Sutradara

“… Usaha dan semangatnya patut dihargai. Terus Semangat!” – Sensei Machiko Maeyama – Senior Mangaka

Jika semesta ini adalah sebuah lukisan, maka menurutku sekarang semua warna mula bercampur, dan artinya semua warna akan menjadi hitam.

cooltext-review

Akhirnya ada kesempatan membac komik karya asli anak bangsa. Horee! Saya rasa dikalangan pencinta komik lokal, nama Is Yuniarto bukanlah nama yang asing. Cukup banyak karyanya yang sudah tembus penerbit komik, salah satunya Knights of Apocalypse ini. selain goresan gambar yang ciamik nan memikat, ceritanya juga tidak asal-asalan. Simak yuk…

Satu hal unik yang ada di komik perdana KoA (saya pendekkan saja ya daripada kepanjangan nyebut Knights of Apocalypse), tidak ada judul bab yang membagi setiap kelompok kisah. Namun demikian, terlihat sebuah batas yang menjadi sesi pergantian “chapter” yang disuguhkan Is Yuniarto. Namanya juga masih jilid pertama, jadi serba perkenalan dahulu.

Bagian awal komik ini sudah membawa pembaca pada perang yang terjadi di permukaan Planet Ares, persisnya di Kota Shiklabad. Perang ini terjadi antara kelompok khusus yang dipimpin Jonathan Krezville dan pihak Black Sun dari angkasa yang dipimpin Bombardemen. Hingga akhirnya Bombardemen mengeluarkan Annihilator sebagai sejata puncak mereka.

Oke, dengar ya Tuan-Hilang-Ingatan! Annihilator memiliki pelindung karbon komposit marmer yang luar biasa tebal dan sebuah meriam plasma elektron.

Salah satu prajurit Ares adalah Lex yang memiliki kemamuan khusus bisa mengeluarkan senjata pedang dari telapak tangannya menggunakan teknologi canggih. Sayangnya, ia mengalami amnesia karena tidak bisa mengingat apapun tentang masa. Oh iya, selain itu ada Andrea Ulbricht yang piawai mengendalikan robot besar yang bisa berperang dengan gesit.

Hingga saat ini, tiga pihak utama yaitu Freedom, Ares, dan Black Sun mengandalkan sumber energi baru yang ditemukan di salah satu satelit Terra, Lunar.

Selain Ares dan Black Sun yang bertikai, ada lagi sebuah wilayah namanya Freedom yang posisinya netral berharap membawa kedamaian khususnya pada Ares dan Black Sun. Hal ini masuk akal karena sesungguhnya mereka semua berasal dari planet yang sama. Perundingan perdamaian di Freedom dihadiri langsung oleh para petinggi masing-masing wilayah.

Hmm…tidak begitu bagus. baik pihak Black Sun maupun Ares menuduh kita mengirim hasil tambang lebih banyak ke yang lainnya.

Jendral Kemal Shirvani sang panglima tertinggi prajurit Ares, Madam Anne Francoise IV sebagai Ratu Freedom Space Colony, dan Sir Jurgen Von Krauss yang menjabat Duta Perdamaian Black Sun Armal Forces of Terra dijadwalkan akan berunding. Namun, ternyata terjadi sebuah insiden yang melibatkan pihak Black Sun sebagai dalang kericuhan itu.

Aku tak tahu banyak tentang divisi khusus itu. Tapi kuduga pasukan merah dibentuk untuk menghadapi pasukan elit Black Sun, Schwarzen Truppen…

Di Freedom, ada seorang gadis muda bernama Ivette Fitzberg. Ia adalah prajurit terbaik yang ditugaskan bersekolah di Freedom sambil mengemban misi ikut berperang apabila diperlukan. Meskipun tak ada Ivette, sebenarnya Freedom memiliki tentara yang amat tangguh bernama Psi-Soldier yang dipimpin oleh Shundava Brahnan, sang pemilik kemampuan terhebat.

Semuanya sia-sia. Manusia takkan pernah mencapai kesepakatan… Karena di dunia ini hanya yang terkuat yang berkuasa…

Pada hari yang seharunya menjadi cikal bakal perdamaian, Psi-Soldier dibuat kewalahan dengan para penjahat. Oleh karena itu, prajurit “bawah tanah” bernama L’egalite Legion yang dipimpin Regine turut serta menumpas oknum yang menghancuran suasana itu. Pun demikian dengan Kolonel Emma Spielburg yang sangat tangguh dari Divisi Khusus Pasukan Merah Ares.

Orang-orang ini bukan prajurit “biasa”… Mereka tahu benar keributan ini akan membuat Psi-Soldier kesulitan untuk melawan mereka…

Yang menarik, pada bagian hampir akhir, saya dibawa pada sang tokoh utama, Lex, yang ternyata memiliki nama asli Janus Von Drache, berjumpa dengan Wolfenstein yang tidak lain adalah salah satu penjahat yang sangat lihai dalam insiden itu. satu twist yang mengejutkan turut serta disuguhkan Is Yuniarto sebelum mencapai akhir kisah ini. Just what??

Baiklah, saya bisa menyimpulkan komik ini, khususnya jilid perdana ini, sangat kaya akan tema. Mulai dari action, drama, petualangan, misteri, dan tak lupa science-fiction yang mendominasi. Buanyak sekali hal yang berbau ilmiah yang dimasukkan di komik ini. terbaca sangat keren dan “tinggi” bahasanya. Saya jadi terpukau tentang serba-serbi hal canggih itu.

Salah satu yang agak bikin pusing adalah nama para tokohnya. Duh saya nggak tahu sang komikus mendapatkan inspirasi dari mana, namun beneran deh hampir semua tokoh memiliki nama yang sulit untuk dilafalkan. Saya sadar sih itu untuk menunjang setting cerita yang ada di dunia baru dan budaya yang tidak sama dengan manusia sekarang pada umumnya.

Pada jilid pertama ini juga cukup banyak konflik yang muncul. meskipun puncaknya ada pada kejadian saat hari perundingan perdamaian, konflik-konflik kecil yang lain menurut saya terlalu banyak untuk dimnculkan pada satu jilid ini saja. saya tahu pasti semua konflik tersebut akan mendapatkan penyelesaian pada jilid berikut-berikutnya. Tetapi ya…jadi kebanyakan aja sih.

Oh iya, komik ini juga ada beberapa halaman yang berisi spesial things lho. Ada galeri yang memuat karya komikus lain yang menggambar KoA, ada info tentang hal dunia yang menjadi setting cerita dan beberapa tokoh penting, tak lupa sampai ada halaman soundtrack komik ini dan juga ada info game dan cuplikan movie KoA. Wow. Lengkap sekali KoA ini ternyata.

Empat halaman kertas lux di awal dan akhir komik yang full colour sebenarnya hanya berisi redaksional dan sponsor saja sih. Jadi saya no comment tentang hal ini. intinya, setelah membaca komik ini, saya jadi penasaran banget tentang kelanjutannya. Padahal halamannya lebih dari 250 tapi saya nggak bisa berhenti baca. Seoga bisa berjodoh membaca lanjutannya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*