Rss

Wonder School Boy (Jilid 1)

coverwonder1

Judul: Wonder School Boy (Jilid 1)

Komikus: Shimizu Yoko

Penerjemah: Kreasita

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084597

cooltext-blurb

Tenji Tsubaki, siswa SMU tukang molor yang sudah jadi detektif demi melunasi hutang ayahnya. Mati-matian, dia berusaha menutupi identitasnya, tapi ketahuan teman sekelasnya, Kirin Tachibana. Dan, demi kerahasiaan identitasnya, Tenji dengan terpaksa menerima Kirin menjadi asistennya. Kini, tugas perdana Tenji dan Kirin dimulai.

cooltext-review

Apa jadinya jika seorang anak SMA memiliki pekerjaan sebagai detektif swasta? Tak hanya menyelidiki suatu kasus, namun juga”membereskan” orang jahat yang menjadi targetnya? Apakah ia akan langsung tewas begitu saja? ataukah menjadi bulan-bulanan sang penjahat yang sangat lihai dalam hal kekerasan dan kejahatan yang keji?

Wonder School Boy memiliki tema tersebut. Adalah seorang anak laki-laki biasa bernama Tsubaki Tenji yang masih berusia 17 tahun. Akibat kelakuan ayahnya sendiri yang menggelapkan uang sebesar 1,1 trilyun dari kantor bernama Biro Penyelidikan Muroto, Tenji harus pasrah dipekerjakan secara paksa demi melunasi hutang ayahnya yang sembrono itu.

Jilid perdana ini dibuka dengan bab pertama berjudul Wonder Boy tentang rasa penasaran teman sekelas Tenji, Tachibana Kirin, yang sebaya dengan Tenji karena merasa Tenji yang doyan tidur di kelas memiliki gerak reflek yang baik, bahkan bisa menyelamatkan Kirin dari bola baseball yang hampir mengenai wajahnya. Lambat laun Kirin selalu memperhatikan Tenji.

Gerakan Tenji waktu itu sangat cepat dan rasanya, nggak percaya kalau orang seperti dia bisa melakukannya. (Halaman 9)

Akibat kecerobohan Tenji yang sedang bertugas pada malam hari, Kirin yang diam-diam mengikutinya justru terjerumus pada penyanderaan di bab kedua berjudul Wonder Boy II. Meskipun berhasil lolos, Kirin meminta hal yang sangat gla kepada Tenji agar menjadikannya asisten. Sebagai imbalan, Kirin tak akan buka mulut pada pihak sekolah tentang pekerjaan Tenji.

Cara kerja mereka, menarik uang dari rekening sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama. (Halaman 58)

Oh iya, Biro Penyelidikan Muroto tempat Tenji bekerja dipimpin oleh Miroto Shino yang masih berusia 25 tahun. Sebagai pimpinan tertinggi, ia justru menyetujui kehadiran Kirin yang masih nol besar dalam dunia penyelidikan turut bergabung menjadi asisten Tenji. Sangat sembrono sih kalau dipikir. Apalagi pada bab berjudul Operasi Pembebasan Seorang Anak ini sangat berbahaya.

Tatara, orang yang nggak kenal ampun pada siapa saja! karena saat ini, aku jadi sorotan publik maka orang-orang nggak berani berbuat macam-macam. Tapi kalau semua itu sudah berakhir, sudah pasti dia akan membunuhku dan putraku. (Halaman 102)

Selain Shino dan Tenji, ternyata biro penyelidikan itu memiliki satu orang pegawai lagi bernama Muroto Yuki yang masih berusia 18 tahun. Ia sesungguhnya adalah adik Shino. Namun demikian, kemampuan bela diri dan menggunakan senjata tak perlu diragukan. Pada bab keempat berjudul Perasaan Kirin saja ia berani melawan gerombolan penjahat jalanan.

Isi disket ini berhubungan dengan penemuan teknik baru yang masih sangat dirahasiakan, yaitu energi dengan bahan baku baterai. (Halaman 145)

Sebagai bab terakhir yang berjudul Mr. Cool, Tenji dan Kirin yang bertugas secara tidak sengaj berjumpa dengan Ryuichi Kuki yang ternyata adalah kepala polisi berusia 28 tahun. Meskipun saat itu mereka dalam satu tujuan yang sama, Kuki dan anak buahnya mengacuhkan nyawa anak yang disandera oleh orang yang mereka incar. Sampai-sampai Kirin menjadi geram.

Kamu kelihatannya seperti polisi, tapi apa kamu juga nggak memperdulikan nyawa orang? (Halaman 170)

Well well, sebenarnya tema yang diangkat komik ini cukup menarik. Seorang siswa sekolah menengah atas yang seharusnya fokus pada pelajaran dan nilai rapor justru terbelenggu dalam dunia penyelidikan yang berbahaya dan mengancam nyawa akibat ulah ayahnya sendiri. Belum lagi ia yang sering tidur di kelas karena bekerja hingga larut malam bukanlah hal yang baik.

Tenji sebagai anak yang tidak bisa apa-apa akhirnya menerima pekerjaan itu. namun demikian, Tenji tumbuh menjadi ppemuda kuat dan lihai dalam hal bertarung dengan musuh-musuhnya. Aksi yang gesit dan cekatan kerap membuatnya sukses menunaikan pekerjaan dari klien Shino. Sampai-sampai semua musuhnya yang jahat tidak percaya bahwa Tenji adalah anak SMU biasa.

Hingga suatu ketika kehadiran Kirin di kehidupan malamnya menjadi problema. Dan di titik inilah saya merasa sangat heran dan kesal. Bagaimana tidak, “hanya” karena diselamatkan dari bola baseball yang nyasar, Kirin menjadi sangat naif dan keppo terus dengan Tenji. Bahkan tidak sampai di situ, Kirin memaksa menjadi asisten Tenji dengan mudahnya. Seriously?

Kirin adalah anak pandai yang selalu masuk 10 besar di kelas. Namun dalam hal berpikir dalam hidup, khususnya yang menyangkut hidup Tenji, Kirin sangat sangat sangat bodoh. Bagaimana mungkin dia mau membahayakan nyawanya sendiri dengan bergabung bersama Tenji padahal ia tida punya pengetahuan dan pengalaman sama sekali?

Komikus mungkin memang berniat membuat Kirin yang awalnya hanya teman sekelas menjadi rekan kerja Tenji. Sayangnya komikus tidak lihai dalam menempatkan situasi penting dan latar belakang alasan yang logis agar Tenji tidak menolak Kirin menjadi asistennya. Belum lagi Shino sang direktur langsung menyetujui Kirin. Duh itu nyawa orang jadi taruhannya lho.

Biro penyelidikan Muroto juga bukanlah usaha yang ilegal. Seringnya menerima klien dan bahkan bertemu dengan jajaran kepolisian tentu Shino tidak boleh mengabaikan nyawa Kirin yang masih nol besar untuk bergabung dengan kantornya. Harusnya Shino lebih tegas menolak atau paling tidak menunggu hingga Kirin memiliki bekal yang cukup mendampingi Tenji.

Lima bab yang tersaji di komik jilid perdana ini juga terasa membosankan. Formula yang dipakai dalam hampir setiap bab adalah ada klien minta tolong, Tenji (dan Kirin) bertugas yang kadang Yuki ikut campur, bertarung sana sini dengan komplotan penjahat, masalah beres. Begitu terus hingga bab terakhir. Saya sampai bisa menebak bagaimana akhir bab itu.

Meskipun demikian, nuansa serunya masih terasa kok. apa lagi Tenji yang lihai bela diri kerap memunculkan gerakan-gerakan cakep yang membuat lawannya terkapar dalam sekali serang. Artwork komik ini juga tidak perlu diragukan lagi detil dan bagusnya. Tapi yaa, begitu saja sih. Mungkin pada jilid selanjutnya akan lebih seru. semoga. Tapi saya nggak punya lanjutannya ._.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*