New Mobile Suit Gundam Wing (Jilid 3)

covergundamw3

Judul: New Mobile Suit Gundam Wing (Jilid 3)

Judul Asli: Shin Kidou Senki Gundam Wing

Komikus: Tokita Kouichi

Penerjemah: Febrian Anastasya

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: Juli 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2002

cooltext-review

Perang dunia bukanlah hal yang belum pernah terjadi. Pada dasarnya perang tersebut melibatkan dua kubu yang berseberangan hingga akhirnya berusaha saling mengalahkan menggunakan berbagai macam cara. Adanya korban jiwa dan kerusakan harta benda sudah lumrah terjadi selama masa peperangan. Hal inilah yang sesungguhnya amat disayangkan.

Perang dunia, baik PD I ataupun PD II “hanya” melibatkan manusia-manusia dan senjata canggih yang memang digunakan dalam dunia militer untuk peperangan. Nah, bagaimana jika perang tersebut tak hanya melibatkan manusia dan senjata, melainkan robot raksasa? Selain itu bagaimana pula jika perang terjadi tak hanya di bumi, namun juga di luar angkasa?

New Mobile Suit Gundam Wing jilid ketiga sebagai jilid terakhir judul ini memiliki empat bab utama dan satu bab spesial. Empat bab tersebut menyuguhkan lika-liku peperangan antar kubu yang melibatkan roboot, sedangkan satu bab terakhir berjudul Ayo Domon! adalah kumpulan cerita dengan karakter chibi yang dibuat hanya untuk lucu-lucuan hiburan semata.

Keruntuhan Kerajaan Sanc adalah bab pertama jilid ini. Negara (atau area?) penguasa dunia bernama Romefeller yang dipimpin oleh Bangsawan Delmaiu memanggil perwakilan Kerajaan Sanc yang dinilai memberontak Romefeller. Putri kerajaan yang bernama Relena Peacecraft harus menerima kenyataan bahwa posisi negaranya dan gundam sedang terancam saat itu.

Delmaiu meremehkan hal ini. selama ada gundam, Romefeller belum menang. (Halaman 34)

Bab kedua adalah Menjelang Pertempuran Terakhir. Bab ini menyuguhkan berbagai macam pertempuran gundam melawan bala tentara Romefeller yang disebut MD. Jumlah yang amat banyak membuat lima gundam yang melawan menjadi terdesak. Tepat saat itulah tiba-tiba ada siaran dari Relena yang memerintahkan semua gundam untuk lari karena Sanc telah menyerah.

Sekali lagi, untuk menyatukan seluruh negara, Oz harus membuang persenjataannya. (Halaman 63)

Angkasa yang Berguncang Dahsyat adalah bab ketiga yang berisi konflik cukup pelik antara pihak Sanc, Romefeller yang diambil alih oleh Treize Khusrenada, dan Koloni di luar angkasa yang dipimpin langsung oleh Milliardo Peacecraft. Sanc ingin menghentikan perang dan melindungi manusia, Romefeller ingin menghancurkan gundam, dan Milliardo ingin menghancurkan bumi.

Aku harus melibatkan banyak orang dalam perang ini. kalau tak berperang, manusia takkan tahu sia-sianya perang itu! (Halaman 106)

Bab terakhir sebagai penutup jilid ini adalah Mengepak Sayap Menuju Masa Depan. Pertempuran ketiga kubu akhirnya berakhir dengan cukup banyak kerugian baik materi maupun nonmateri. Bumi kembali aman. Namun, hingga akhir cerita masih menyisakan sejumput misteri tentang kelangsungan hidup para pilot pengendali gundam. Sepertinya akan dijelaskan di sekuelnya.

Kematian mereka takkan sia-sia. Sejarah manusia dibuat di atas mereka. (Halaman 133)

Sudah nggak baca jlid pertama kedua, langsung baca jilid ketiga sebagai jilid terakhir itu rasanya sungguh membingungkan. Saya tidak tahu konflik apa yang memicu terjadinya peperangan di bumi dan luar angkasa ini. Terlebih gundam digambarkan sebagai robot yang tidak bisa dipiloti siapa saja. Istilah zero system, MD, dan lainnya juga cukup membingungkan.

Duo, Trowa, Quatre, Heero, dan Wu Fei adalah lima pilot utama pengendali gundam yang mendukung Relena dan kerajaan Sanc. Sayangnya sepertinya beberapa dari mereka tidak fokus pada misi utama sehingga terlibat duel pribadi dengan Zechs dan Treize. Hal ini terasa tidak berguna sehingga membuat isu utama perang dunia jadi kabur sesaat.

Oh iya, saya ikir gundam yang ada di komik ini bernama Wing semua. Ternyata namanya ada bermacam-macam. Ada Deathscythehell, Ephyon, Wing, Sandrock, Heavyarms, dan Zero. Saya tidak hapal yang mana ditunggangi siapa karena tidak dijelaskan detil di jilid ini. Selain itu tiap pilot yang mudah berganti gundam terasa aneh padahal ada spesialisasi pilot tiap gundam.

Oh iya, dua tokoh perempuan yang sepertnya cukup penting yaitu Lady Une dan Dorothy, pada jilid ini hampir tidak ada peran yang berarti. Komikus terlalu fokus pada pertempuran dan para pelaku utama yang terlibat dan melupakan dua tokoh ini. padahal jika dilihat akhir cerita keduanya memiliki peran penting pada jilid sebelumnya.

Pada akhirnya, komik ini memberikan sebuah pesan moral yang bagus, yaitu “Perang tidak menghasilkan kebaikan apapun kecuali penderitaan”. Mungkin perang dianggap sebuah cara efektif untuk menunjukkan kekuasaan satu pihak atas pihak lain. Namun sejatinya perang hanya mengorbankan orang-orang tak bersalah dan meninggalkan tangisan #mongopotoiki.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*