Reaching for A Star

coverreaching

Judul: Reaching for A Star

Komikus: Orihara Mito & Sakamoto Sayuri

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 208

Terbit Perdana: April 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2006

ISBN: 9789792303476

cooltext-blurb

“Aku ingin membahagiakan gajah-gajah Jepang.”

Hidup di tengah hewan-hewan yang dicintainya, Tetsumu memutuskan untuk menjadi pawang gajah. Dia membuang hidupnya untuk mengejar cita-cita mulia itu. Kecintaannya pada gajah memang luar biasa. Orangtua Tetsumu sendiri tidak bisa lagi mencegah keinginan anaknya setelah melihat semangatnya.

Inilah kisah seorang pawang gajah pertama di Jepang. Kisah yang mengharukan!

cooltext-review

Pawang gajah. Sebuah profesi yang cukup langka, bukan? Komik ini menyuguhkan sebuah cerita yang menyuguhkan tentang perjuangan seorang pawang gajah. Cerita bermula pada tahun 1983 di Jepang khususnya di Perfektur Chiba. Keluarga Ogawa adalah keluarga yang memiliki sebuah usaha bernama Perusahaan Ogawa Animal Production yang mengurusi berbagai binatang untuk keperluan-keperluan tertentu.

Perusahaan ini dipimpin oleh sang ibu bernama Saori Ogawa dan suaminya yang tidak diketahui siapa namanya namun biasa dipanggil Papa. Selain kedua orang tadi, keluarga ini juga terdiri dari Ibu Saori yang dipanggil A-chan, anak sulung Nori Ogawa atau Non-chan, anak kedua Tetsumu Ogawa atau Tetsu, dan si bungsu Maki Ogawa. Seiring berkembangnya cerita, Maki memiliki adik baru bernama Takao Ogawa atau Takkun dan Akane Ogawa.

Mereka punya ikatan batin yang kuat. Meskipun terpisah jauh, mereka akan langsung datang memberi bantuan kalau dipanggil. (Halaman 13)

Pada awalnya, kediaman Ogawa sudah banyak sekali dihuni binatang-binantang. Mulai dari simpanse, anjing, singa, macan, kuda, dan lain sebagainya. Namun, keluarga Ogawa harus merelakan kepergian beberapa hewan karena mereka akan kedatangan seekor gajah yang diberi nama Mikki. Meskipun Mikki “menggusur” hewan-hewan yang telah lama bersama keluarga Ogawa, lambat laun ia menjadi dekat dengan keluarga Ogawa, khususnya Tetsumu.

Berkat kecintaannya dengan Mikki dan dunia gajah, Tetsu berinisiatif mengikuti sekolah pawang gajah untuk anak-anak selama sepuluh hari di Thailand, tepatnya di propinsi Chiang Mai. Meskipun harus mengorbankan masa sekolahnya selama sepuluh hari, Tetsu justru mendapatkan pengalaman berharga tentang dunia gajah. Akhirnya selepas SMP ia tidak ingin bersekolah dan berniat menggeluti profesi pawang gajah.

Tetsu-chan bukannya ingin hidup enak. Di saat anak-anak seusianya belajar di bangku SMU, cuma bermain dan menghamburkan uang orangtua mereka… Dia malah bekerja banting tulang bergelimang lumpur dan keringat. (Halaman 89)

Kehidupan Tetsu sebagai pawang gajah sungguh sibuk. Mulai dari pemotretan satwa, menampilkan atraksi gajah di lapangan dekat rumah, hingga mengurusi berbagai keperluan hewan-hewan, khususnya gajah ia lakukan dengan sukarela. Meskipun demikian, Tetsu masih bsia mencicipi indahnya jatuh cinta dengan Murakami Emi, sang desainer yang usianya terpaut enam tahun lebih tua dari Tetsu.

Tentangan dari orang tua serta berbagai tekanan yang dihadapi Tetsu selama menjadi penanggungjawab satwa kerap ia terima. Namun demikian, Tetsu tidak pernah mengeluh. Ia percaya bahwa pekerjaannya adalah mulia karena memahami binatang sama berharganya dengan memahami sesama manusia. Bagaimana kisah kehidupan sang pawang gajah ini selanjutnya??

Bagus. Komik ini memang bagus. Seeprti yang saya bilang di atas, profesi pawang hewan khususnya pawang gajah memang jarang saya ketahui. Beruntung sekalis aya membaca komik ini karena banyak muatan pengetahuan tentang dunia gajah yang komikus berikan. Muai dari memahami kebiasaan gajah hingga cara mengendalikan gajah sesuai profesi pawang. Selain itu bagian ketika gajah Tetsu yang mengikuti syuting sebuah dorama membuat saya trenyuh.

Memang malang nasib para binatang yang terbunuh… Tapi lebih sakit lagi perasaan para pelatih mereka yang sudah mengkhianati kepercayaan para binatang itu… (Halaman 135)

Komik ini adalah hasil adaptasi dari sebuah novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata. Ya benar, kisah Tetsu si pawang gajah pertama di Jepang memang nyata. Akhir cerita yang disuguhkan di komik ini juga nyata, terlepas dari berbagai dialog dan tokoh-tokoh lain yang secara fiksi hanya digunakan untuk membangun cerita. Yang jelas, semangat dan kegigihan Tetsu turut menginspirasi saya agar tidak menyerah memperjuangkan cita-cita.

Btw, rada nggak penting sih, tapi saya agak gimana dengan Saori Ogawa yang memiliki lima anak padahal ada kesibukan mengurus hewan-hewan yang banyak jumlahnya. Tapi saya juga agak benci dengan Saori yang terlalu mengurusi binatang dan melupakan hak anak-anaknya untuk berkomunikasi dan dekat dengan ibunya sendiri. Saya jadi mengerti perasaan Tetsu yang marah dengan ibunya sendiri karena ia tidak bisa bercerita akibat kesibukan ibunya yang padat.

Sayangnya, komik ini terkesan terlalu buru-buru dalam penyampaiannya. Saya memahami sih mungkin karena diangkat dari sebuah novel yang penjelasannya jauh lebih banyak dan detil dibandingkan goresan gambar yang memiliki keterbatasan halaman. Saya jadi ingin membaca versi novelnya karena hari-hari Tetsu selama di Thailand serta pekerjaannya menjadi pawang hewan masih banyak yang perlu diungkapkan lebih banyak.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*