Densha Otoko

coverdensha

Judul: Densha Otoko

Sub Judul: The story of the Train Man who fell in love with the girl, Hermes.

Komikus: Nakano Hitori & Ocha Machiko

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789792318357

cooltext-blurb

Ikumi, karyawan biasa yang berpenampilan tidak menarik. Suatu hari ia menolong seorang gadis cantik di kereta bernama Hermes. Karena dia tidak percaya diri untuk mendekati Hermes… akibatnya, perasaan sukanya kepada gadis itu, jadi tidak tersampaikan. Sementara itu, teman-temannya di internet, membantu memberi dukungan kepadanya untuk tetap berusaha mendapatkan Hermes!

cooltext-review

Kisah cinta antara laki-laki dan perempuan yang pada awalnya tidak saling kenal adalah hal yang jamak diceritakan di komik-komik Jepang. Begitu pula pada komik Densha Otoko ini. namun ada yang membuatnya cukup berbeda dengan komik bertema serupa. Tokoh laki-laki di komik ini adalah seorang otaku anime. Istilah otaku secara harfiah adalah maniak. Keberadaan seorang maniak ini sesungguhnya ada dimana-mana, termasuk di Jepang.

Saiki Ikumi adalah seorang cowok berusia 22 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan selama tiga tahun terakhir. Ikumi adalah otaku anime yang gemar sekali mengunjungi kawasan Akihabara untuk menggeluti hobinya sebagai seorang otaku diluar jam kerjanya. Selain itu, ia juga gemar berinteraksi dengan orang lain melalui Channel 2, sebuah chat room yang ada di internet. Ikumi merasa tak perlu malu karena ia tidak berjumpa langsung dengan orang-orang.

Suatu hari, dalam perjalanan pulang setelah bekerja, Ikumi melihat seorang pria tua di dalam gerbong kereta yang bertindak kurang ajar pada seorang gadis bernama Kohinata Mai. Sesungguhnya Mai tidak ingin ada keributan. Namun tindakan si pria tua membuat Ikumi secara reflek meneriaki pria itu sehingga mereka semua memberi kesaksian di pos kemanan stasiun berikutnya.

Hari ini aku boleh berkhayal, kan… Pertama kali dalam hidupku ada seorang gadis berterima kasih padaku… (Halaman 27)

Tak disangka, perjumpaan itu bukanlah yang terakhir bagi Ikumi dan Mai. Sebagai ucapan terima kasih, Mai mengirimkan tea set lengkap ke rumah Ikumi. Sebagai ucapan terima kasih balik, Ikumi mengajak Mai makan siang bersama keesokan harinya. Pucuk dicinta ulam tiba, kehidupan Ikumi sebagai seorang otaku yang tidak pernah mengenal dunia luar apalagi wanita perlahan-lahan mulai bergerak.

Ikumi tidak bisa apa-apa dalam menjajaki hubungan dengan Mai. Oleh karena itu teman-teman dunia maya di Channel 2 terus memberikan saran dan semangat keada Ikumi agar ia berhasil mendekati Mai. Selain mereka semua, ada pula Kiyomi, sahabat baik Mai yang bisa dikatakan adalah gadis yang ceplas ceplos dan menyenangkan. Dari mulut Kiyomi lah Ikumi mengetahui bahwa Mai sebenarnya telah memiliki kekasih.

Iya! Aku nggak akan memaafkannya! Dia cuma mau didengar, tapi nggak mau mendengar! (Halaman 75)

Perjuangan Ikumi mendapatkan hati Mai rasanya hancur lebur tatkala ia mendengar fakta tersebut. Meski awalnya ia hendak menyerah, kehadiran teman-teman di Channel 2 tetap membuat Ikumi bertahan dan tidak putus asa. Bagaimanakah akhir kisah Ikumi dan Mai? Appakah awal pertemuan mereka di kereta akan berakhir sia-sia tanpa kebahagiaan yang hakiki?

Well, Densha Otoko ini adalah komik dengan cerita yang sangat manis. Saya suka bagaimana komikus membuat tokoh Ikumi berkembang dan perlahan-lahan meninggalkan dunia otaku dan berhadapan dengan kehidupan nyata. Tidak mudah memang, namun akhir kisah yang sudah sangat bisa ditebak membuat saya larut mengikuti perjuangan Ikumi dalam menuruti perasaannya sendiri.

Sayangnya, komikus (dan pengarang) gagal membuat tokoh Ikumi sebagai seorang otaku. Saya berpendapat bahwa otaku adalah orang yang sangat maniak dan tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sedangkan Ikumi? Ia memiliki kehidupan yang normal, memiliki keluarga yang perhatian, bahkan bisa bekerja di sebuah perusahaan selama tiga tahun. Menurut saya itu bukanlah otaku yang sesungguhnya.

Saya tidak akan berbicara tentang perkembangan hubungan Ikumi sejak di gerbong kereta hingga akhir cerita. Namun saya salut sekali dengan dukungan dan semangat para chatter di Channel 2. Mereka semua memang banyak, bahkan tidak ada namanya, namun justru mereka semua tidak membiarkan Ikumi menyerah. Mereka adalah potret sahabat yang baik. Meskipun tidak pernah berjumpa satu sama lain, tidak salah apabila Ikumi mengikuti nasihat-nasihat mereka.

Dalam percintaan, yang dibutuhkan bukanlah bakat… Tapi usaha! (Halaman 118)

Sebagai komik romance, ceritanya memang a little too good to be true sih. Yah tapi mungkin memang seharusnya seperti itu. saya tidak akan berkomentar banyak lagi. yang jelas kalau saya berada di Channel 2 juga, saya tidak akan ragu mendukung Ikumi hingga akhir untuk berjuang mendapatkan hati Mai.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus