Shimokita Sundays

covershimokita

Judul: Shimokita Sundays

Komikus: Ishida Ira & Katsuma Ayahito

Penerjemah: Widya Anggraeni

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792343670

cooltext-blurb

Di klub teater super miskin yang sudah berdiri selama belasan tahun, “Shimokita Sundays”, tiba-tiba muncul seorang gadis cantik bernama Satonaka Yuika. Dia amatir, belum kenal dunia, tapi akan mengubah takdir Shimokita Sundays!

cooltext-review

Shimokita Sundays selain sebagai judul komik ini, juga merupakan sebuah nama grup teater di Jalan Shimokita. Shimokita Sundays telah berdiri sejak sebelas tahun silam dan memiliki delapan orang anggota. Ya benar, hanya delapan anggota meskipun Shimokita Sundays telah sangat lama bermain teater. Tak heran para anggotanya sudah berusia dewasa semua. Hingga suatu hari muncul Satonaka Yuika yang ingin bergabung dengan Shimokita Sundays.

Empat chapter yang disuguhkan di Shimokita Sundays ini terasa padat. Bab awal dibuka dengan kehadiran seorang gadis berusia 18 tahun yang baru berkuliah di Universitas Tokyo yang ingin menjadi bagian grup teater Shimokita Sundays. Tak pelak kemunculannya yang tiba-tiba membuat seluruh anggota histeris dan terkejut bukan main. Akutagawa Tsubasa, sang ketua sekaligus sutradara Shimokita Sundays langsung menerima Satonaka dengan baik.

Date Chimei, aktris utama sekaligus kekasih Akutagawa tidak menyambut baik keputusan pacarnya itu dengan menerima Satonaka. Bahkan si ppenari kabaret ini memaksa Satonaka menjual 30 tiket pertunjukan Shimokita Sundays berikutnya yang bernilai total 84 ribu yen. Namun, dengan bodohnya Satonaka menyerahkan uang sakunya sebesar 90 ribu yen kepada Chimei dan meminta Chimei tidak perlu khawatir dengan tiket.

Oh iya, para anggota Shimokita Sundays berasal dari profesi yang berbeda-beda lho. Sebut saja Yoshida Candy yang bekerja pada jasa pindahan rumah. Ada Ohsugi Jō yang menjadi pembawa acara televisi. Lelaki gendut yang doyan makan bernama Sanbo Gen adalah seorang kontraktor. Selain itu ada Terashima Reiko yang bekerja menjadi penulis skrip acara dewasa. Oh iya, ada lelaki muda anak orang kaya bernama Yagami Seiichi yang hobi membuat kue.

Berdiri aja sudah menghalangi pandangan dan perhatian penonton, tahu! Bagaimana kalau kamu mengganggu mereka berdua?! Peran berdiri dia aja susah! Konsentrasi! (Halaman 36)

Sayangnya, sambutan hangat semua mayoritas anggota Shimokita Sundays tidak membuat perjalanan Satonaka di grup teater itu berjalan mulus. Waktu latihan yang hanya tiga minggu sebelum pertunjukan membuatnya sering dimarahi oleh Akutagawa. Sampai-sampai ia mengurung diri di toilet karena merasa Shimokita Sundays bukanlah jalan keluar yang tepat atas kegelisahannya selama ini.

Meski awalnya penuh lika-liku, pertunjukan perdana Shimokita Sundays setelah bergabungnya Satonaka bisa dibilang sangat sukses. Sebelas tahun terjebak dalam kondisi keuangan grup yang defisit, akhirnya mereka bisa merasakan gaji perdana dari penampilan teater. Hubungan Satonaka dan Chimei juga membaik. Sayangnya, bulan madu telah usai dan mereka semua harus menghadapi tantangan baru. Berhasilkah?

Saya suka komik ini. Dunia teater yang diangkat memang benar-benar nyata. Bahkan sang komikus sampai riset mendalam pada grup teater sungguhan di Jepang. Pantas saja lika-liku dan pengetahuan tentang teater dari Akutagawa terasa sungguhan. Apalagi grup ini adalah grup umum, bukan grup atau klub sekolah yang biasa saya jumpai. Meskipun demikian, para anggota terlihat sangat niat dalam mengembangkan Shimokita Sundays.

Oh iya saya sampai lupa, sesungguhnya ada satu orang anggota lagi di Shimokita Sundays, dia adalah Emoto Akiko. Namun, dia tidak terlibat dalam pertunjukan lagi karena merasa sudah terlalu tua sehingga ia bertugas dalam hal administrasi dan keperluan para pemain. Kehadiran Emoto memang tidak terlalu dominan. Namun justru dengan adanya tokoh Emoto membuat persepsi saya tentang manajemen grup benar-benar riil.

Untuk konflik yang disuguhkan juga tidak main-main. Masalah internal antar anggota, masalah keluarga pribadi, hingga masalah besar yang akan mengguncang eksistensi Shimokita Sundays membuat saya tertarik mengikuti komik ini hingga tuntas sekali duduk. Meskipun terkesan tiba-tiba dan terlalu kebetulan, saya suka komikus mengemas konflik-konflik yang ada menjadi bermakna dengan penyelesaian masing-masing.

Satu-satunya kekurangan yang saya amati adalah durasi komik yang kurang panjang! Hahahaha. Soalnya saya masih penasaran awal mula Shimokita Sundays terbentuk, bagaimana para anggota mulai saling kenal dan bergabung, hingga perjalanan karir Shimokita Sundays selama sebelas tahun sampai defisit anggaran. Tapi mungkin memang lebih baik biarlah begini saja tanpa perlu dippanjang-panjangkan lagi.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*