Trafficker (Jilid 1)

covertrafficker1

Judul: Trafficker (Jilid 1)

Komikus: Mitsunaga Yasunori

Penerjemah: Widati Utami

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 220

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792715347

cooltext-blurb

Ayano dan Shuta adalah kurir bermotor legendaris dari komunitas bawah tanah. Dengan menunggangi Ducati merah, mereka menyanggupi mengantar barang apa saja selama muat di motor dengan tepat waktu sesuai permintaan. Tak ada kata mustahil dan tak pernah gagal. Hanya saja, tarif jasa mereka mahal sekali, lho!

cooltext-review

Halo, selamat siang. Kali ini lagi-lagi saya menyuguhkan resensi judul baru dari sebuah komik yang masih berasal dari Negeri Sakura. Setelah beberapa lama saya berkutat pada tema komik yang diluar masa kini dengan entah kapan waktu kejadiannya dan entah berada dimana lokasinya, sekarang saya akan mengulas komik yang bersetting masa kini dengan segala hal yang terjadi di masa sekarang. Alhamdulillah ya..

Komik ini terdiri dari lima bagian yang secara umum masih berupa perkenalan dan belum ada konflik besar yang berarti. Uniknya, judul setiap chapter selalu diawali dengan R/M. mengingat tema besar komik ini adalah tentang dunia kurir paket dengan sedikit bumbu berkendara di jalan raya, saya menduga pemakaian R/M ini apakah mengacu pada rotation per minute? Entahlah. Hingga akhir jilid perdana inipun saya tidak tahu jawabannya.

Chapter pertama berjudul The Trafficker yang sama dengan judul seri ini. Adalah seorang siswa kelas 3 SMA bernama Shuta Mikoshi yang bekerja bersama seorang gadis muda bernama Ayano Shiomizaka di sebuah agen pengiriman paket bernama Kurir Kilat Cup Cup. Agen ini bisa dianggap ilegal karena tidak ada ijin resmi. Namun demikian, agen Kurir Kilat Cup Cup dianggap sebagai legenda karena bisa mengantarkan paket dengan amat cepat.

Klien pertama Kurir Kilat Cup Cup adalah seorang bapak-bapak yang ingin mengirimpak sebuah paket kepada anak gadisnya yang berada di Bandara Narita. Jarak kantor Kurir Kilat Cup Cup ke Bandara Narita yang sangat jauh diperkirakan menghabiskan waktu dua jam apabila naik mobil. Masalahnya, pesawat sang anak akan lepas landas dalam waktu satu setengah jam lagi. Wah, bagaimana cara Shuta mengantarkan paket itu tepat waktu ya?

Anak itu terjun bebas tanpa ragu, mengikuti komando wanita ini! sulit dipercaya! Hubungan yang saling percaya satu sama lain. (Halaman 20)

Kid Napping adalah judul chapter kedua. Kali ini bukan lagi pengiriman paket seperti biasa, namun kedatangan polisi secara tiba-tiba di kediaman Ayano sungguh mengejutkan. Polisi tersebut ternyata tidak ingin menangkap Ayano dan Shuta, melainkan meminta bantuan Kurir Kilat Cup Cup untuk mengantarkan uang tebusan ke penculik Yuna Sakiguchi, bocah kelas 5 SD. Meski awalnya menolak, tangisan ibu Yuna membuat Shuta bersedia. Waduh!

Dia sama-sama dari komunitas bawah tanah seperti kita… DIa tak mungkin mau terlibat dengan polisi. Semuanya berada dalam genggaman kita. Kalau serah terimanya selesai, bunuh sandera dan siap-siap untuk kabur!! (Halaman 68)

Chapter ketiga mengambil judul Limbo Dance. Pada bagian ini menyuguhkan dunia lomba lari marathon yang diikuti oleh atlet perempuan Jepang bernama Naomi Hodaka. Sebenarnya sih Naomi tidak terlalu menjadi tokoh pusat, melainkan seorang polisi bermotor bernama Masayoshi Kajiki yang menjaga perlombaan itulah yang menjadi bibit konfliknya dengan Kurir Kilat Cup Cup karena kelalaian Shuta mengganggu perlombaan gadis pujaan Masayoshi.

Sejujurnya, kami sebagai polisi kesulitan menghadapinya… Intinya dia bajingan! (Halaman 101)

Help Me Daddy merupakan judul chapter keempat. Tokoh tambahannya adalah gadis teman sekelas Shuta di sekolah bernama Nazuna Sawamatsu. Dia ini suka sekali mengendarai motor mahal milik ayahnya yang kebetulan sedang bekerja di Amerika. Kecintaan ayahnya pada motor membuatnya muak dan berpikir bahwa laki-laki yang suka mengendarai motor adalah lelaki yang tidak berguna. Ketika ia berjumpa dengan Shuta, ia merasa harus mengalahkannya.

Aku tak bisa menahan diri untuk tak bertarung dengannya. Perasaan ini… Kejengkelan ini… Tak bisa kutahan lagi! (Halaman 149)

Chapter terakhir adalah Tandem Seat, yang menyuguhkan klien Kurir Kilat Cup Cup seroang selebriti muda bernama Nanami Mukojima. Awalnya Nanami terpaksa menggunakan jasa Kurir Kilat Cup Cup pesanan manajernya, Pak Terai, agar ia dapat tiba ke lokasi syuting berikutnya dengan cepat. Meski awalnya merepotkan Nazuna, Nanami terpaksa menyewa jasa Shuta lagi karena ingin menghindari wartawan yang kepo dengan urusan asmaranya.

Nanami, kau juga harus minta maaf! Kita ‘kan yang sudah minta tolong padanya. Jadwalmu nanti jadi berantakan. Nanami! Kalau memang artis profesional, kau harus bisa bersabar!! (Halaman 181)

Baguuuuus. Saya suka komik ini. Alurnya cepat, tokohnya mudah disukai, dan idenya segar alias tdiak biasa. Pertama tentu saja legenda Kurir Kilat Cup Cup yang bisa mengantarkan paket secepat mungkin tanpa terlambat membuat saya bertanya-tanya, bagaimana mungkin? Ternyata baru terungkap trik yang digunakan Shuta sang pengendara motor dalam menunaikan tugasnya.

Oh iya, secara hukum Shuta ini sudah boleh mengendarai motor lho. Karena dia sudah memiliki SIM. Sayangnya berkendara dengan cepat di jalan raya dengan model ala pembalap seperti itu tanpa menggunakan helm membuat saya khawatir dengan keselamatannya. Kenapa Ayano tidak membelikan helm sih? Apa lagi Ayano tidak mau menambah personil lagi dalam Kurir Kilat Cup Cup ini. Hmm menyebalkan.

Oh iya, saya suka juga dengan secuplik perhitungan dalam ilmu fisika dan matematika pada chapter pertama komik ini. Soalnya nyeni aja gitu ada sejumput perhitungan sebelum Shuta berangkat mengantarkan paket. Kan jadi seolaholah apa yang dilakukan Shuta benar-benar masuk akan dan tidak berbahaya. Padahal…baca sendiri aja ya! Hehehe. Ets, jangan lupa juga love-interest Nazuna ke Shuta (sepertinya), bakalan bagus kayaknya.

Selain lima chapter diatas, ada komik bonus beberapa halaman tentang dunia di belakang layar komik ini. Komik bonus ini menyuguhkan si mangaka, Mitsunaga Yasunori, yang ternyata memiliki hobi berkendara motor. Kebiasaannya adalah touring ke kota lain bersama teman-temannya. Hingga suatu ketika ia hampir menemui ajal ketika berkendara tengah malam di pegunungan tanpa penerangan. Wow! Salut juga dengan mangaka ini sangat menjiwai hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus