Kakoong (Jilid 2)

coverkakoong2

Judul: Kakoong (Jilid 2)

Sub Judul: Pahlawan Pulau Awan

Komikus: Lee Choong Ho & Uhm Jae Kyung

Penerjemah: Rani Adriana

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Agustus 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2003 

cooltext-blurb

Kakoong dan teman-temannya datang untuk menangguhkan kebangitan raja Setan. Raja setan yang berusaha menyempurnakan kebangkitannya dihadapi dengan perlawanan Kakoong yang sengit untuk mencegahnya! Petualangan baru yang menegangkan untuk menjatuhkan raja Setan.

cooltext-review

Selain Jepang, Tiongkok, dan (tentu saja) Indonesia yang telah saya cicipi komiknya, kali ini saya akan membahas komik yang dibuat oleh warga negara Korea. Tidak tahu sih Korea Utara atau Korea Selatan. Yah Korea manapun itu, mari simak ulasan saya berikut ini. oh iya, mohon maaf saya tidak membaca jilid pertama dan melompat e jilid kedua. Jadi mohon maklum apabila saya mengulas berdasarkan pengetahuan saya di jilid ini hehe.

Melihat gambar sampul komik jilid kedua Kakoong ini langsung mengingatkan saya dengan judul komik terkenal dari Jepang. Ya benar, Dragon Ball. Awalnya saya kira ini semacam spin off dari Dragon Ball, terlebih ada naga dan tagline pulau awan. Namun saya keliru telah membunuh cinta dia dan dirimuu. Ternyata ini komik asli buatan Negeri Ginseng. Bahkan penulis cerita dan komikusnya berbeda orang.

Komik Kakoong jilid kedua ini terdiri atas sebelas bab yang saling berkaitan. Awal komik dibuka dengan pertarungan Kakoong melawan kelompok Kojak, Goliath, dan Hercules yang menghalangi niat Kakoong mencegah kebangkitan Raja Setan. Ketika Kojak telah dikalahkan, Kakoong justru terperosok ke dalam perut bumi dan meninggalkan ketiga rekan perjalanannya, Yoyo, Bakas, dan Shuba. Mau tidak mau Bakas harus melawan Goliath, dan Hercules.

Gigitan ini nggak akan lepas sebelum kamu atau aku mati. Ini harga diri anjing. (Halaman 71)

Di sisi lain, Kakoong yang tanpa sengaja terdampar di tempat Raja Setan disegel justru harus berhadapan dengan pemimpin kelompok Tikaman Berdarah, Gaak Samsengsura. Ia adalah lawan tangguh yang melebihi Kojak. Bahkan Kakoong harus mengakui kehebatan Gaak. Sesungguhnya Gaak adalah utusan Enam Jendral Setan yang terdiri atas Helena, Nihaoma, Kinggamingga, Kanimedes, Cyberdain, dan Solomon.

Bukanya tegang dan mencekam, si Gaak ini juga sok kuat dan justru membuat pertarungan mereka berdua terihat sangat kocak. Apalagi ketika Gaak yang menggunakan jubah(?) terbang harus melafalkan mantra yang kalau boleh saya katakan benar-benar konyol khas Indonesia. Tidak tahu sih ini benar atau tidak dari Korea. Terlebih pada akhirnya Gaak harus dikhianati jubahnya sendiri. Eh iya ini culikan mantra yang diucapkan Gaak:

Bumi gonjang ganjing, langit kelap kelap… Mbul gombal gambul gombale mumbul mumbul. Pret kutu kupret jeprat jepret karet. (Halaman 27)

Selain tokoh yang saya sebutkan di atas, masih ada tokoh lain seperti Ajagosa dan Nenek Kom yang mengirim Bakas untuk menemani Kakoong, dan tentu saja Russ Syper, sang Raja Setan. Bagaimana petualangan Kakoong dan yang lainnya di Pulau Awan? Apakah mereka sanggup menggagalkan kebangkitan Raja Setan?

Misi utama yang diemban Kakoong dan kawan-kawan di jilid kedua ini adalah menggagalkan kebangkitan Raja Setan dengan segala cara. Tidak ada namanya misi jika tidak ada halangan yang menghadang. Ya benar, Enam Jendral Setan sebagai perencana membangkitkan Raja Setan terus berupaya menyingkirkan Kakoong dan lainnya. Secara umum sih saya suka dengan kelihaian rencana Enam Jendral Setan disertai kegigihan Kakoong menumpas makhluk jahat itu.

Oh iya, ada hal menarik di setiap awal bab di komik ini. Ada game mini tiap awal bab sehingga menjadi semacam ice-breaking dan refreshing. Permainannya ada yang tebak-tebakan, memasangkan foto dan nama, bahkan ada juga semacam permainan ular tangga. Jadi selain menghibur lewat cerita asli, ada sisipan hiburan non-komik yang disuguhkan.

Kalau yang kurang nyaman adalah beberapa gambar yang menurut saya agak sadis ya karena digambarkan darah muncrat kemana-mana. Mungkin kalau komik ini terbit sekarang akan mendapatkan jatah blur dari lembaga sensor. Namun lambat laun saya jadi terbiasa dengan darah muncrat ini karena hal itu memang diperlukan sebagai dramatisasi cerita agar lebih greget. Sudah ya begini saja komentar saya. Sampai jumpa lagi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus