Captain Fatz (Jilid 2)

coverfatz2

Judul: Captain Fatz (Jilid 2)

Komikus: Tatesako Fumiaki

Penerjemah: Alex Pribadi

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 144

Terbit Perdana: September 2003

cooltext-blurb

Captain Fatz cs berangkat ke Negeri Api. Namun kemarahan Kenkakunoshin mencegat mereka. Apakah Doctor Skull itu biang keroknya?

cooltext-review

Satu lagi manga bertema petualangan sekelompok manusia berkekuatan khusus di sebuah negeri antah berantah. Salut deh, mangaka Jepang seperti tidak pernah kehabisan ide untuk menjadi tema cerita. Kali ini saya merasa membaca manga bertema hasil perpaduan cerita kolosal Kera Sakti dan Dragon Ball. Penasaran bagaimana kisahnya?

Tokoh utama pada komik jilid kedua (iya, saya kelewatan baca jilid pertamanya) Captain Fatz. Alkisah ada sekelompok petualang yang terdiri dari Captain Fatz, Jenpanzee, Lady Maid, Wave Knight, Minimander, dan Matatabimaru. Keenam pengembara ini sedang mengarungi dunia-dunia untuk mencari kepingan Peace Stone sebagai penyeimbang kedamaian dunia.

Setelah sebelumnya berhasil memberikan kedamaian di Dunia Air, kali ini mereka menepi di Dunia Tanah. Pada cerita pertama berjudul Super Evolve Gutz kali ini, mereka disibukkan dengan permasalahan Dunia Tanah yang dihuni oleh Keluarga Tanah yaitu hilangnya Peace Stone Dunia Tanah. Akibatnya kehidupan damai mereka terganggu dan harus menggunakan kostum khusus apabila keluar rumah.

Tak ada! Dunia tenang sudah berakhir. Peace Stone tak mungkin kembali. Tak akan tertolong laagi. (Halaman 12)

Ketika sedang sibuk mengurusi Peace Stone, Captain Fatz dihadang oleh Kenkakunoshin, si Pendekar Samurai yang ingin bertarung dengan Fatz. Ternyata oh ternyata sesungguhnya Kenkakunoshin ini ingin mengalahkan Gutz dan tidak sadar bahwa Gutz merupakan “wujud lain” dari Fatz. Ppada saat bersamaan, Jenpanzee bersama Tsuchiwarashi, sang Putri Dunia Tanah, terjebak dalam reruntuhan Kubah Suci tempat Peace Stone berada.

Cerita selanjutnya adalah Perselisihan Sengit di Dunia Api. Ya benar, kali ini rombongan Captain Fatz dan kawan-kawan mengunjungi kampung halaman Minimander di Dunia Api. Seperti yang sudah bisa diduga, di sini ada permasalahan pasca wafatnya walikota dunia tanah. Sahabat baik Minimander, Roller Rollie, bertarung sengit dengan Dyna dan anjing robotnya Maito karena Dyna ingin tahu keberadaan Peace Stone Dunia Api.

Hanya dengan Peace Stone, dia bisa mengendalikan api yang mengamuk dan semua kawah berapi di sini. ((Halaman 46)

Benar sekali, Dyna berambisi untuk menjadi walikota. Namun Rollie tidak bisa memberikan info keberadaan Peace Stone karena dia sendiri juga tidak tahu. Sementara itu, di Dunia Api ternyata ada musuh bebuyutan Captain Fatz yaitu Professor Skull dan Gorgo. Mereka berdua membentuk sekutu dengan Kenkakunoshin agar bisa mengalahkan Captain Gutz. Benar saja, dengan turunnya Kenkakunoshin ke medan perang, Dunia Api menjadi tidak terkendali.

Bangkitnya Sang Samurai adalah judul cerita ketiga. Kali ini hampir semua tokoh “berubah wujud” demi memenangkan pertarungan. Kenkakunoshin mendapat kekuatan ajaib dari Peace Stone dan berubah menjadi Kengonokami. Minimander yang berusaha menghentikan Foot Bus Z (gabungan Dyna dan Maito) turut berubah menjadi Chilimander. Bagaimana dengan Rollie tentu saja ia menjadi mode tempur bernama Tank Rollie.

Kutunggu kalian hancur bersama, dan kedua Peace Stone akan jatuh ke tanganku… (Halaman 78)

Sebagai penutup, ada cerita keempat berjudul Lahirnya Jurus Pamungkas. Meskipun sudah dapat ditebak bagaimana akhir petualangan di Dunia Api kali ini, saya tetap  tertarik mengikuti setiap jurus yang dikeluarkan masing-masing tokoh dalam membela diri. Apalagi beberapa selipan humor yang disuguhkan membuat aura pertarungan tidak lagi terlalu mencekam. Salut sekali deh.

Apanya yang duel! Kau manfaatkan para dewa api, itu kan namanya pengecut! (Halaman 118)

Saya suka sih dengan komik ini. cerita petualangan yang serunya dapet, humor yang seringkali diselipkan agar cerita antiklimaks juga dapet. Yang paling utama, konsep “berubah wujud” para tokoh yang cenderung unik dan bisa diatur semau gue menjadi ciri khas komik Captain Fatz. Bagaimana tidak, hanya karena memegang Peace Stone, sudah bisa berubah. Tapi tokoh lain bisa berubah wujud bagaikan ganti baju doang. Tentu saja perubahan itu turut menambah tenaga mereka.

Bagaimana dengan terjemahannya? Sejauh saya membaca sih baik-baik saja. Hampir tidak ada typo yang mengganggu. Enak mengalir dibaca. Hanya saja ada pemilihan kata yang tidak biasa sehingga membuat saya agak mengernyitkan dahi. Sebut saja kata “Mas”, “dijajal”, “dicolong”, dan “busyet” yang menghiasi beberapa sudut cerita. Memang sih secara arti saya bisa memahami. Namun aneh saja Fatz dipanggil dengan Mas Gutz padahal asli bikinan Jepang. Hmm~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*