Pocket Monster Pipipi Adventure (Jilid 5)

coverpipipi5

Judul: Pocket Monster Pipipi Adventure (Jilid 5)

Komikus: Tsukirino Yumi

Penerjemah: Lidwina Leung

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 167

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

cooltext-review

Saya mengenal Pocket Monster atau biasa dikenal dengan Pokémon sudah sejak kecil. Anime yang mengisahkan pertarungan monster dengan kendali seorang pelatih pokémon membuat saya menyukai ritme kisah yang seru. Namun karena dahulu (dan bahkan hingga sekarang) stasiun televisi swasta hanya menayangkan pokémon-versi-bertarung, akhirnya saya juga menganggap bahwa semua kisah pokémon ya hanya tentang itu-itu saja.

Suatu ketika, saya menjumpai komik ini. meskipun ada judul Pokémon (dan tambahan Adventure), komik ini tidak seperti anime yang telah saya saksikan sebelumnya. Di komik ini, tokoh utama bukan lagi seorang pelatih pokémon yang biasa ada di anime. Tidak ada lagi pertarungan antar pokemon hanya untuk mendapatkan badge. Tidak ada pula segmen evolusi yang biasa terlihat di anima.

Yang unik di komik ini adalah tema cerita berkutat pada kehidupan sehari-hari. Di komik ini ada sembilan cerita kasual, satu bagian perkenalan pokemon baru yang muncul, dan diakhiri dengan satu cerita spesial tentang komikus dan dunia pokemon yang digeluti. Komik ini memiliki tokoh utama manusia dan pokémon. Tokoh manusia diwakili oleh beberapa tokoh, namun kebanyakan berkutat pada seorang gadis remaja bernama Maron dan gebetannya, Almond.

Pada cerita kedua yang berjudul Kencan Pertama, mengisahkan pokémon bernama Arbok yang hendak berkencan dengan sang pujaan hati, Wigglytuff. Karena tidak percaya diri pergi sendirian, ia mengajak Almond, Maron, Pikachu, Clefairy, dan Squirtle. Lokasi kencan mereka ada di sebuah lapangan permainan. Di sana terdapat berbagai macam permainan yang mengasyikkan sehingga Arbok berharap kencannya akan menyenangkan.

Pada awalnya Wigglytuff tidak terlalu tertarik, namun berkat usaha Arbok dan yang lain, ia bersedia ikut serta. Satu demi satu permainan berhasil dilewati. Tepat pada permainan terakhir menyeberangi sungai, Arbok hilang fokus dan membuat Wigglytuff dalam masalah. Waduh, lantas bagaimana ya akhir kencan mereka? Apakah Wigglytuff akan membenci Arbok karena kejadian tersebut?

Wigglytuff… Memelukku… Ah, aku sungguh beruntung… Begitu sampai, aku akan memberinya seikat bunga. (Halaman 35)

Cerita keenam yang berjudul Merry Christmas, Maron menurut saya adalah cerita yang sangat menyentuh. Jadi ceritanya beberapa hari sebelum Natal, Maron berencana membuat sebuah pesta seperti tahun-tahun sebelumnya. Sayangnya, Almond berkata tidak bisa datang karena harus menghadiri pertemuan perkumpulan pecinta pokémon karena ada kabar akan dihadirkan seekor pokémon langka bernama Dratini. Mendengar hal itu, Maron sangat marah.

Mengetahui hal itu, Squirtle, Charmander, Bulbasaur (Danerina), Pikachu, Clefairy, dan Jigglypuff berencana membuat kejutan agar Maron tidak sedih. Tepat pada malam pesta Natal Maron (yang hanya dihadiri oleh para pokémon dan Peace), para pokemon mengajak Maron ke sebuah taman yang tidak jauh dari rumah. Betapa terkejutnya Maron ketika telahs ampai disana. Kejutan manis dari para pokémon membuatnya terharu.

Buat apa! Maniak pokemon kayak dianggak usah dipikirin! (Halaman 104)

Jadi Cantik Karena Sihir Magikarp?! adalah judul cerita kedelapan. Kisah bermula saat Maron membaca sebuah artikel di majalah di toko buku tentang dampak jitu kumis Magikarp untuk hubungan asmara. Tak disangka, rival Maron dalam merebut hati Almond, Coconut, ada di toko buku yang sama dan mengetahui rencana Maron mencari kumis Magikarp.

Keesokan harinya, Maron, Pikachu, dan Clefairy berada di tepi pantai dan memanggil Horsea agar bisa membantu mereka meminta kumis Magikarp. tak disangka, ternyata ada Coconut dan Eeve yang tiba-tiba datang dan ikut serta ke dasar laut. Perjalanan mereka menjumpai Magikarp ternyata harus terhalang oleh Tentacruel yang tidak senang ada makhluk darat yang masuk ke laut. Bagaimana dong?

Eh, halo… Selamat siang… Begini, kami punya sedikit permintaan… Boleh nggak kami minta kumismu, sedikiiiit saja… (Halaman 144)

Pemahaman saya tentang cerita pokémon yang selalu saling bertarung dipatahkan oleh komik ini. Saya tidak tahu apakah ini komik berasal dari creator yang sama, ataukah ini sebuah spin-off, saya juga tak tahu. Namun yang jelas komik ini menawarkan sebuah “hidup” baru bagi para pokémon. Selain tokoh manusia yang sangat berbeda dengan tokoh pokémon-versi-tarung, cerita di komik ini juga menyenangkan dan tidak menegangkan.

Pokémon yang hidup sendiri tanpa masuk ke pokéball apalagi bertarung menjadi ciri khas komik ini. Lupakan pokémon yang tidak bisa berbicara bahasa manusia dan hanya bisa bertindak karena perintah pelatihnya, di sini semua pokémon memiliki perasaan dan perilakunya sendiri. Bahkan hampir semua pokémon bisa berbicara bahasa manusia sehinga Maron dan kawan-kawan menjadi teman baik para pokémon.

Teman. Ya benar, semua pokémon di komik ini bukanlah “monster peliharaan” manusia. Mereka adalah sahabat baik manusia dan bisa hidup sendiri. Meskipun ada beberapa pokémon yang hidup bersama manusia (misalnya Pikachu bersama Maron, Squirtle bersama Almond, Eeve bersama Coconut, dan Charmander bersama Peace), mereka bkanlah binatang peliharaan. Mereka tetap menjadi bagian keluarga dan mendampingi sang manusia.

Satu hal unik di komik ini adalah adanya perkenalan tokoh utama tiap awal cerita. Lucunya, perkenalan ini seperti latar belakang singkat tentang tokoh yang bermonolog sepanjang setengah halaman. Apalagi pada cerita pertama, Pikachu dan Clefairy menghabiskan jatah separuhnya hanya untuk diam saja. pokoknya seru deh. para tokoh dan pokémon semacam menyadari bahwa mereka hanyalah tokoh di sebuah komik.

Kalau bicara masalah kekurangan, sepertinya hanya satu yaitu tulisan di balonn kata pada beberapa halaman isinya tidak sinkron. Jadi ada dua halaman yang isi balon katanya sama persis padahal adegan yang tergambar jauh berbeda. Untung saja saya terbantu oleh gambar yang sedikit menjelaskan apa maksudnya daripada sia-sia membaca balon kata yang salah kaprah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus