Duo Hippo Dinamis

coverduohippo

Judul: Duo Hippo Dinamis

Sub Judul: Tersesat di Byzantium

Penulis: Trinity & Erastiany

Komikus: Sheila Rooswitha

Penerbit: B First

Jumlah Halaman: vi + 130

Terbit Perdana: Mei 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2010

ISBN: 9786028864015

cooltext-blurb

Trinity memang tak ada matinya! Petualangan serunya keliling dunia dalam The Naked Traveler 1 dan The Naked Traveler 2 membuat orang tak pernah puas membacanya jika hanya sekali. Orang tetap kagum dan tertawa ngakak membaca pengalaman serunya.

Kali ini, Trinity bersama Nina pamer pengalaman seru mereka. Mereka menjelajah Turki! Duet antihero, KK (Nina) dan DD (Trinity) ini dinamai Duo Hippo Dinamis. Dua-duanya perempuan gembul yang doyan berenang dan jalan-jalan.

Digambar dengan sangat telaten oleh Lala (Sheila Rooswitha), dalam episode Tersesat di Byzantium ini, KK dan DD melakukan perjalanan impulsif ke Turki, yang–meskipun tetap berisi pengalaman wisatawan pada umumnya–penuh dengan berbagai insiden tak terduga, yang membutuhkan nyali petualang, semangat, nekat, dan humor yang tinggi untuk melaluinya.

Menikmati bangunan bersejarah yang terawat baik, mencoba mandi ala Turki dan bermalam di kereta berkabin hanyalah segelintir peristiwa seru dari graphic travelogue ini. Yah, ini adalah graphic travelogue, buku catatan perjalanan ke Turki yang diwujudkan dalam bentuk gambar, bukan sekadar tulisan. Mau tahu serunya perjalanan Duo Hippo Dinamis? Baca buku ini!

Happy Hippos Traveling!

cooltext-review

Saya kira buku seri The Naked Traveler bukanlah judul yang jarang diketahui masyarakat Indonesia. Cerita sang penulis, Trinity, dalam mengarungi berbagai tempat memang mudah disukai. Namun kali ini ada yang beda. Trinity melahirkan sebuah bentuk baru catatan perjalannya, yaitu sebuah komik! Mengusung konsep graphic travelogue, Trinity bersama sahabatnya, Nina, dibantu Sheila sang tukang gambar, melahirkan komik Duo Hippo Dinamis.

Di awal komik ini, tentu saja memperkenalkan tokoh utama. Siapa lagi kalau bukan DD alias Trinity serta KK alias Nina. Keduanya diceritakan latar belakang keseharian dan “tampilannya” dalam judul Berjaya di Lautan, Mandeg di Daratan. Keduanya yang memiliki bobot tubuh ekstra ini suka sekali dengan kegiatan berenang, baik di kolam ataupun di lautan. Meskipun beberapa orang mencibir, toh nyatanya mereka tetap pede berbikini ria.

Tapi yang paling aneh adalah.. mayoritas rakyat tanah air yang takut hitam dan takut laut ini menyebut negaranya sebagai negara maritim!

Menginjak cerita kedua yang memiliki judul persis dengan judul komik, Duo Hippo Dinamis, KK dan DD yang masih berstatus pengangguran sedang mati gaya di rumah. Celetukan KK yang mengajak DD jalan-jalan ke Turki langsung diiyakan. Dan begitulah, halaman selanjutnya mereka telah sampai di bekas ibu kota Kekaisaran Byzantium di Istanbul. Destinasi mereka selanjutnya adalah ke Cappadocia.

Ibarat kita di terminal Blok M, tapi mau nanya mau ke Toraja, trus nanyanya sama kenek Kopaja! Dia mana tau??!! Palingan dia mikir kita turis gila.

Jaraknya yang amat sangat jauh tidak disadari DHD (alias Duo Hippo Dinamis) ini sehingga mereka tidak mendapatkan informasi akurat bagaimana cara sampai ke sana. Untung saja setelah muter-muter, mereka bisa mendapat pencerahan mengenai rute sampai ke sana dengan kereta api. Nah di kereta ini mereka berjumpa pria Turki yang fasih bahasa Indonesia bernama Tezar Tezzzertzzz yang akhirnya dipanggil Tezer Extraterrestrial dan disebut E.T oleh DD.

Duo Hippo Dinamis yang kurang suka berpikir panjang, main ngikut orang sembarangan, lantas melangkah dengan optimis mengikuti E.T.

Ya benar, E.T mengajak KK dan DD turut serta ke Ankara, tepatnya ke Bilkent University untuk mengurus dokumen dentitas diri akibat “masa lalu” E.T yang cukup sangar. Setelah sedikit insiden di Bilkent, akhirnya E.T gantian ikut serta ke Cappadocia bersama DHD. Untung saja sesampainya di stasiun Kayseri, mereka bertiga dijemput oleh Hasan dan Mehmet, kawan lama E.T. Selain dijemput, mereka bertiga juga dijamu di rumah Hasan.

Penghuni di rumah Hasan adalah istrinya, Elif; ibunya Hasan, Emine atau biasa dipanggil Anne-Anne; Mehmet dan istrinya, Suzan; serta anak Mehmet bernama Melise. Sambil santai-santai menikmati sarapan, ada kisah hidup Hasan yang diceritakan. Tidak mau berlarut dalam kesedihan, DHD mengajak E.T, Hasan, Mahmet, dan Melise jalan-jalan. Mereka menyinggahi Winery, tempat pembuatan minuman anggur dan Underground City di Derinkuyu.

Enak juga ya jadi penduduk Uchisar, mau bangun rumah nggak usah beli bahan material, tinggal masuk aja….

Mereka juga tidak lupa diajak Hasan ke Uchisar yang memiliki “istana” batu. Setelah itu mereka beranjak ke Lembah Ihlara dan ditutup dengan pengalaman menakjubkan mereka menaiki balon udara saat pagi hari. Jujur sih pengalaman DHD yang ini yang bikin saya sirik banget hehehe. Setelah itu DHD melanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu Antalya dan berpisah dengan E.T dan keluarga Hasan.

Kalau untuk ukuran orang Jepang muat 20 orang, tapi kalau ada yang potongannya seperti kalian paling hanya 16 orang.

Perpisahan DHD dengan E.T memang menjadi akhir dari komik ini. Meskipun ada beberapa gambar ala-ala foto saat berada di beberapa tujuan lain, saya sih inginnya digambarkan juga kejadian-kejadian yang terjadi di sana. Apa lagi saya suka sekali dengan goresan gambar Sheila yang kocak dan tidak rumit. Kesannya jadi khas Indonesia banget.

Satu hal yang sangat saya sesalkan adalah tidak adanya nomor halaman di setiap halamannya. Kan saya jadi susah kalau mencantumkan kutipan ataupun menandai terakhir kali saya membaca. Apa sih susahnya mencantumkan nomor halaman saja. Selain itu, ukuran buku yang besar juga tidak terlalu nyaman dibawa ke mana-mana. Padahal kalau ukurannya lebih kecil tapi lebih tebal pasti makin bagus hehehe.

Oh iya, saya agak-agak aneh dengan dialog sebagian besar orang non-Indonesia.. Bukannya saya tidak suka kalau ucapan orang asing langsung diterjemahkan ke bahasa Indonesia, namun sebaiknya pakai bahasa asli aja, atau paling tidak bahasa Inggris deh, dengan dilengkapi catatan kaki. Selain bisa belajar bahasa, kan sebagai penanda aja kalau DHD memang ada di negara lain. Tapi overall sudah bagus. Semoga ada edisi selanjutnya deh :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*