Kesetiaan Mr. X

coverkesetiaan

Judul: Kesetiaan Mr. X

Judul Asli: Yôgisha X No Kenshin

Seri: Detective Galileo #3

Penulis: Keigo Higashino

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah Halaman: 320

Terbit Perdana: 25 Juli 2016

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 25 Juli 2016

ISBN: 9786020330525

cooltext-blurb

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja.

cooltext-review

Saya tidak sering membaca novel terjemahan dengan tema fiksi kriminal. Ini pertama kalinya saya mencicipi sebuah novel terjemahan dari Negeri Sakura yang mengusung genre thriller-kriminal-misteri. Yōgisha X No Kenshin atau Kesetiaan Mr. X adalah buku ketiga dari seri Detective Galileo karangan Keigo Higashino. Premis ceritanya sangat menarik yaitu tentang kegigihan seseorang menyembunyikan fakta kejahatan agar tidak dapat diungkap kepolisian. Akankah usahanya berhasil?

Tetsuya Ishigami adalah seorang guru matematika. Ia hidup sendiri di sebuah apartemen dan memiliki tetangga seorang wanita bernama Yasuko Hanaoka dan anak perempuannya, Misato Hanaoka. Akibat sebuah kejadian dimasa lalu, Ishigami memendam rasa pada Yasuko. Sampai-sampai hampir setiap hari Ishigami membeli bekal makan di Kedai Benten-tei, tempat Yasuko bekerja.

Kehidupan Yasuko mulai terusik saat suatu hari mantan suaminya, Shinji Togashi, mengunjunginya. Puncaknya, kehadiran Togashi di apartemen Yasuko harus berakhir dengan tragis. Meski awalnya Yasuko ingin menyerahkan diri ke polisi, Ishigami yang mencintai wanita itu menawarkan bantuan untuk “mengurus” mayat Togashi dan membuat alibi sempurna untuk tetangganya itu agar bebas dari kecurigaan polisi.

Bukan ilmu matematika sejati namanya kalau menggunakan komputer untuk membuktikan kebenaran sebuah teori. (Halaman 90)

Sementara itu, Detektif Shunpei Kusanagi dan Detektif Kishitani yang menangani kasus tersebut mengalami jalan buntu karena kecurigaan mereka pada Yasuko terhalangi oleh alibi sempurna buatan Ishigami. Yukawa Manabu, sahabat Kusanagi, merupakan orang yang sering mendapat keluhan Kusanagi saat menemui hambatan dalam bertugas. Kali ini ketertarikannya timbul saat mengetahui bahwa Yasuko dan Ishigami hidup bertetangga.

Rupanya ada alasan pribadi di balik kasus ini sehingga Yukawa memutuskan untuk menjumpainya sendiri. Apa pun alasannya, Kusanagi tidak ingin mengusiknya. (Halaman 180)

Keadaan bertambah pelik ketika Kudo Kuniaki, duda yang menyimpan rasa pada Yasuko sejak lama, mulai sering mengunjungi Yasuko. Ia berdalih hanya ingin memastikan Yasuko baik-baik saja setelah kematian Togashi. Awalnya Yasuko juga menaruh hati kepada Kudo. Namun kata-kata Misato membuat Yasuko sadar bahwa “kebaikan hati” Ishigami tidak dapat dilupakan begitu saja.

Setelah sekian lama mempersiapkan segalanya dengan amat matang, Ishigami mulai gentar karena Yukawa ikut campur dalam kasus ini. Begitu pula Yasuko sempat membohongi Ishigami dan menyeret Kudo dalam pusaran situasi ini. Yukawa Manabu sang Profesor Galileo yang baru saja reuni dengan “sahabat” lama juga tidak berniat menjebloskan Ishigami ke penjara. Namun, apakah Yukawa bisa bertahan melihat fakta-fakta yang ia pecahkan sendiri?

Jangan terlalu banyak berpikir. Mungkin temanmu itu memang genius matematika, tapi dalam membunuh dia hanyalah amatir. (Halaman 200)

Gila. Saya tidak menyesal karena mengawali debut membaca novel fiksi misteri-thriller-kriminal dengan membaca Kesetiaan Mr. X. Eksplorasi tokoh, latar, hingga situasi yang berlangsung tertuang jelas melalui tulisan Keigo ini. Bagaimana tidak, awal bab di buku ini saja sudah berisi kematian Togashi. Keigo memang tidak membuat kematian Togashi sebagai puncak kisah, melainkan proses pengungkapan fakta kejadian tersebut yang ia tonjolkan.

Ada sembilan belas bab dalam buku ini. Bab pertama hingga empat belas masih berkutat pada penyidikan kasus. Meski saya agak bosan membaca bagian itu, rasa tegang sudah mulai saya rasakan kala memasuki bab lima belas hingga terakhir. Meskipun novel ini isinya thriller ala detektif, ada drama memilukan hati yang disisipkan oleh Keigo. Saya rasa hal inilah yang menjadi daya tarik terbesar novel ini.

Mengenai matematika dan fisika yang tertulis di blurb, saya merasa agak kecewa karena “porsi” matematika & fisika sangat terbatas. Saya awalnya menduga novel ini mengisahkan bagaimana Ishigami menciptakan sebuah “kondisi” ideal menggunakan teori matematika, kemudian Yukawa memecahkan teka-teki itu memakai rumus fisika. Nyatanya, saya keliru. Justru dunia filsafat dan filosofi tentang sejumput ilmu sains yang bertebaran.

Wajar jika seseorang bertanya-tanya mengapa ia harus mempelajari sesuatu, karena niat untuk belajar akan lahir saat pertanyaan itu terjawab. (Halaman 220)

Oh iya, Yukawa di sini tidak terlalu greget. Bahkan sebagai pengungkap kasus, ia tidak bisa menjawab satu keping misteri yang tertinggal. Selain itu, kepiawaian Yukawa dan Ishigami menunjukkan bahwa para detektif tidak becus apa-apa selain sebagai “pencari data” semata. Saya juga agak janggal membaca Ishigami yang cenderung anti sosial dan selalu fokus matematika bisa memperkirakan langkah-langkah yang akan diambil detektif.

Terlepas dari itu semua, saya sangat menikmati alur novel ini. Bahkan saya menyelesaikannya dalam waktu kurang dari empat jam. Semua itu tidak terlepas dari gaya terjemahan yang sangat baik dan nyaris tanpa typo. Oh, sebuah twist menjelang babak akhir buku membuat saya ternganga dan tidak menyangka bahwa Keigo akan menuliskan akhir kisah seperti itu. Mengapa oh mengapa.. T-T

Setelah menutup lembar terakhir buku ini, saya tidak menganggap penjahat selalu “hitam” dan orang baik selalu “putih”. Mereka memiliki alasan dalam bersikap. Tidak patut menghakimi orang lain tanpa melihat sudut pandang yang lain. Kejahatan yang dilakukan dengan dalih kebaikan juga bukan hal yang boleh dilakukan. Karena pada akhirnya, kejahatan yang paling sempurna tidak akan pernah menang.

Kita tidak bicara masalah perasaan. Menurutku tidak masuk akal jika seseorang merasa membunuh adalah jalan keluar dari penderitaan. Untuk apa menambahkan penderitaan lain dengan benar-benar melakukannya. (Halaman 212)

Penilaian Akhir:

goodreads badge add plus

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Blog Rico Bokrecension mendapatkan kehormatan menjadi host blogtour buku Kesetiaan Mr. X hasil karya Keigo Higashino. Ada satu orang pemenang di blog Rico Bokrecension yang akan mendapatkan novel ini persembahan Gramedia Pustaka Utama. Syarat dan mekanisme berikut ini mohon diperhatikan dengan cermat. Karena partisipan yang tidak memenuhi ketentuan akan didiskualifikasi.

  1. Follow akun twitter Gramedia dan akun richoiko.
  2. Share giveaway ini melalui twitter dengan hashtag #MrXBlogTour. Jangan lupa cantumkan url giveaway ini ya.
  3. Jawab pertanyaan berikut ini: Menurut kamu, manakah yang paling mudah saat mengerjakan soal matematika: “mencari sendiri jawabannya” atau “memastikan benar salahnya jawaban orang lain”?
  4. Jika sudah melengkapi persyaratan di atas, silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini dengan mencantumkan Nama, Link Share, dan Jawaban.
  5. Pemenang saya pilih berdasarkan jawaban yang paling menarik sesuai kehendak saya hoahahaha. Saya tidak mencari jawaban yang benar kok. Saya hanya ingin melihat pendapat kamu saja.
  6. Periode giveaway di Rico Bokrecension berlaku mulai tanggal 20 Agustus 2016 hingga tanggal 21 Agustus 2016, dan hanya untuk kamu yang memiliki alamat kirim di Indonesia. Pengumuman pemenang serentak pada tanggal 29 Agustus 2016 bersama host yang lain.

Nah, sekian informasi giveaway dalam rangkaian blogtour buku Kesetiaan Mr. X di Rico Bokrecension. Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir. Bagi kamu yang sudah ikutan, saya doakan semoga menang.. (˘ʃƪ˘) Jika ada yang kurang jelas, jangan sungkan tanya ya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi!

Sebelumnya, saya mengucapkan mohon maaf atas beberapa kendala yang terjadi selama berlangsungnya giveaway ini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih pada penerbit Gramedia Pustaka Utama (yang diwakili oleh mbak Faira Ammadea, sang penerjemah) yang memberikan kesempatan pada saya untuk menjadi host dalam blogtour. Oh, tentu tak lupa divisi humas BBI a.k.a Mas Dion yang memenangkan saya dalam tender blogtour hehe.

Terakhir, untuk 16 orang yang telah mengikuti giveaway ini, terima kasih banyak! Jawaban kalian bagus-bagus semua. Membuat saya bingung tentang manakah yang lebih mudah dalam menjawab soal matematika, meskipun pertanyaan saya memunculkan persepsi baru dan rada ambigu T.T Langsung saja, ini dia nama pemenang beserta jawabannya yang berhasil mendapatkan hadiah buku Kesetiaan Mr. X by Keigo Higashino:

WIRDA ADILLA RIDYANANDA
Cari sendiri aja deh. Baru cek jawaban yang benar gimana. At least dengan begitu, kita tahu dimana letak kesalahan kita, bagian apanya yang susah. Jadi belajar lah, lagian juga jadi inget rumusnya. Soalnya jawaban orang lain (yang bukan jawaban dari si pemberi/pembuat soal) belum tentu bener juga meskipun lebih gampang dan lebih sedikit geraknya XD Memastikan benar salah jawaban orang lain juga pointless kalau jawaban benernya nggak tau.

Yak, selamat! Untuk pemenang, akan saya hubungi melalui media sosial. Diwajibkan konfirmasi maksimal tanggal 30 Agustus 2016 pukul 09.00 WIB. Kalau tidak ada kabar sama sekali, saya akan pilih pemenang baru. Bagi yang belum beruntung, jangan kecewa. Saya akan mengadakan giveaway lagi di blog ini. Kapan? Rahasia. Tunggu aja pokoknya :)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan sampai jumpa lagi!

16 comments for “Kesetiaan Mr. X

  1. August 20, 2016 at 9:45 AM

    Nama: Ratih Dwi
    Link share: https://twitter.com/erdeaka/status/766823530352615424
    Jawaban: berhubung saya ini dudul banget matematika (alias selalu dapet nilai merah waktu sekolah), jadinya agak sulit ya ngejawab pertanyaan ini. Tapi gini aja deh, kalo menurut saya, saat ngerjain soal matematika tuh lebih gampang memastikan benar salahnya jawaban orang lain daripada mencari sendiri jawabannya. Kenapa? Sederhana aja, karena sebagai manusia kita ini selalu lebih gampang melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan diri kita sendiri, hahahaha #dikeplak.

  2. Della Salsabila
    August 20, 2016 at 11:11 AM

    Nama : della salsabila
    share link : https://twitter.com/dellasalsbl/status/766844548899233794

    Jawaban :
    Kalo saya lebih kepada mencari sendiri jawabannya, karna inikan mtk, jawabaannya udah pasti. Kalo saya lihat punya temen malah saya suka ragu, buat apa memastikan jawaban teman kalo sebenarnya kita pun bisa ngitung sendiri?? Kalo ngerjain sendiri kan juga biar kita tambah paham. Kalo nyontek/lihat jawaban teman terus kapan majunya bangsa indonesia ini?? Budidayakan lah mengerjakan sendiri, mau soalnya sesusah apapun itu. Setidaknya kalau sudah mentok ngga bisa ngerjain, tanya caranya keteman. Lalu ngerjain ulang tanpa nyontek.Dari pada memastikan jawaban benar/salahnya temen tapi percuma kalo kita gangerti, emng kita bisa mastiin jawaban itu benar/salah?? Nggak kan. So, belajarlah untuk mengerjakan soal sendiri:) kita nggak mungkin akan selalu mengandalkan teman bukan??

  3. Pida Alandrian
    August 20, 2016 at 2:13 PM

    Nama : Pida Alandrian
    Link Share : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/766893815584075777
    Domisili : Aceh

    Kalau aku tergantung situasi dan kondisinya dulu. kalau lagi terburu2 , waktunya udah kepepet banget, itu aku langsung liat jawabannya temen, dan langsung aku cari ulang lagi (cek kebenaran, menganalisislah yaa bahasa kerennya).
    Krn aku pribadi kurang yakin dgn jawaban orang lain, walapun teman aku itu org pintar sekalipun, tetap aja aku harus cari sendiri lg jawabannya biar lebih meyakinkan.
    kalau nggak, ntar pasti kebayang-bayang, udah betul nggak tuh yaa jwabannya, udah pasti blm yaa?. pokoknya selalu kepikiranlah, pikiran nggak tenang.

    Nah, berbeda kl lagi nggak terburu-buru alias lg nyantai ngerjainnya. Itu aku nyari sendiri. Lebih puas nyari sendiri dr pada liad/nyontek sama teman/orang lain. Lebih meyakinkan.
    (bukan aku nya yg sok rajin yaa, tapi emang aku orangnya rajin sih, mau gimana lagi coba, udah gitu takdirnya aku untuk jadi orang rajin. hehehe)

    Sekian.. jawaban dr aku..
    Salam Pida Alandrian

  4. August 20, 2016 at 2:26 PM

    Nama: Aya Murning
    Link share: https://twitter.com/murniaya/status/766894643271217152

    Jawaban:

    Aku akan memilih untuk terlebih dahulu mencari sendiri jawabannya, kemudian barulah mengoreksi jawaban kita itu benar/salah dari jawaban orang lain. Nggak pilih salah satu, melainkan keduanya memang dibutuhkan. :)

    Sama seperti metode yang sering kita lakukan dahulu kalau lagi latihan soal menjelang UN dari buku panduan soal, kita kerjakan dulu lalu kita lihat kunci jawaban di belakang. Kalau benar ya bagus, kalau salah ya cari lagi sampai benar.

    Karena pada dasarnya kita ini seringnya merasa benar sendiri hingga tidak bisa awas dengan sedikit saja kekeliruan yang dialami. Kalau tidak ada yang mengoreksi, kita bisa salah sampai akhir. Prinsipnya yang penting adalah usaha dulu mencari sendiri, baru deh kita butuh orang lain sebagai pembenar untuk memberitahu di mana kekurangan dan kesalahan kita. :D

  5. Bintang Permata Alam
    August 20, 2016 at 3:11 PM

    1. BINTANG PERMATA ALAM (korban matematika)
    2. Link share: https://twitter.com/Bintang_Ach/status/766887946209390592

    Emmm gimana ya? Sebenarnya sih, 2 pilihan yang diberikan Om Orik di atas kayaknya ga ada yang sesuai sama aku. Ok, jadi begini awal mulanya. Aku dan matematika bagaikan air dan minyak, hidup dalam satu ruang, tapi ngga pernah menyatu. Aku dan matematika pernah menjalin hubungan yang sangat baik, dekat malah. Tapi semua itu menjadi berubah se-ra-tus-de-la-pan-pu-luh-de-ra-jat saat aku menginjak kelas 1 SMP, saat matematika memperkenalkanku dengan salah satu rekannya bernama ‘aljabar’. Tapi memang bener, sejak mengenal aljabar dan segala keruwetannya, hubunganku dengan matematika mulai renggang. Kita mulai tidak menyukai satu sama lain.

    Ketidaksukaanku pada matematika terus berlanjut saat muncul lagi rekan-rekan barunya yang bener-bener bikin pusing kepalaku. Sebut saja phytaghoras, integral, injungsi, dan beberapa nama ‘alien’ lainnya. Saat itu pun aku memutuskan, : ‘Ok matematika, aku minta maaf, hubungan kita hanya sampai disini saja’ *kemudian_aku_lari_ke_jalan_dengan_cucuran_air_mata_terus_ketabrak_delman_kemudian_jatuh_nungging_kayak_korban_sodomi* OK, TERLALU SADIS, DAN LEBAY!

    So, sampai saat ini pun aku sering nggak meduliin saat guru mtk nerangin rumus-rumus acakadut di papan tulis. Paling ya ngantuk, bahkan guyon sendiri (sumpah, malu-maluin banget ya aku?) Kalau yang lain bilang ini, ikutan. Bilang itu, juga ikutan. Aku ki mung MU (Bukan Manchester united, but, Manut Ubyuk). Tapi, saat mengerjakan matematika pun, aku tidak mengerjakan sendiri, juga tidak memastikan jawaban temenku bener atau salah. Ok, pasti Om Orik tau lah, #GenerasiCopyPaste sekarang ada di mana-mana, dan harus aku akui, aku menjadi satu dari sekian orang yang ‘nyemplung’ ke organisasi tujuh turunan fir’aun itu.

    Ee tapi aku bingung deh sama pilihan pertama itu: mengerjakan sendiri. Setiap ada pr atau tugas matematika, sebenarnya aku ngerjain sendiri sih. Iya, ngerjain sendiri, tapi jawabannya dari temen semua, hahahahaha. Dipertegas lagi dong Om pilihan pertama itu. Mengerjakan sendiri dalam maksud ‘nulis sendiri tapi nyontek’ atau beneran ‘ngerjain dari mulai ngitung rumus, tetek bengek, dan lain-lain’. Soalnya kalau buatku, mengerjakan sendiri adalah nulis sendiri. Yang penting ada bahan buat disalin (bahasanya pake ‘DI SALIN’ aja ya, biar nggak ketara kesan nyonteknya, hahaha) *padahal_sama_aja* *kemudian_ditendang_keluar_kelas*

    Oya, om Orik sendiri suka matematika, nggak?

  6. YOHANA
    August 20, 2016 at 4:27 PM

    Link Share : https://twitter.com/MrsSiallagan/status/766927907973320704
    Jawaban : Mencari sendiri jawabannya. Kenapa? karna dalam Matematika, kita tentu harus terlebih dahulu bisa memecahkan soal dengan berhitung pake rumus baru dapat menemukan jawaban. Tentu hal yang paling mudah adalah menemukan jawaban. Setelah kita dapat menghitung hasilnya dengan baik, maka kita baru bisa memberi koreki hasil orang lain. perhitungan Matematika tentu harus dipikirkan dulu , dihitung, baru dapat jawaban berbeda dengan mata pelajaran lainnya.

  7. August 20, 2016 at 6:30 PM

    Nama : Sari widiarti
    Link share : https://twitter.com/MentionSari/status/766958695376760832
    Jawaban: kalau Aku sih mencari sendiri. Pernah nih cocokin jawaban sama temenku,eh ternyata beda jawabannya, karena pakai rumus yang beda beda pula (pemahaman kita beda sih). Aku goyah, dan akhirnya pakai jawaban temenku, ternyataaaaaa saat pembahasan soal, yang bener itu jawabanku, duh kesel rasanya, kecewa, lunglai, lemes deh. Mending jawaban sendiri lah ketimbang bikin kalau,yang penting puas dengan hasil keringat sendiri

  8. Nina
    August 20, 2016 at 6:35 PM

    Paling mudah saat mengerjakan soal matematika: “mencari sendiri jawabannya” atau “memastikan benar salahnya jawaban orang lain”?

    Jawabanku: Cari sendiri aja deh. Baru cek jawaban yang benar gimana. At least dengan begitu, kita tahu dimana letak kesalahan kita, bagian apanya yang susah. Jadi belajar lah, lagian juga jadi inget rumusnya. Soalnya jawaban orang lain (yang bukan jawaban dari si pemberi/pembuat soal) belum tentu bener juga meskipun lebih gampang dan lebih sedikit geraknya XD Memastikan benar salah jawaban orang lain juga pointless kalau jawaban benernya nggak tau.

    Share link: https://twitter.com/ridyananda/status/766960017329102849

  9. Silvy
    August 20, 2016 at 8:42 PM

    Nama : Silvy Rianingrum
    Link Share : https://twitter.com/berryfledge/status/766990308332613632

    Jawaban : gimana ya? Mau bilang sayang, tapi bukan pacar. Mau bilang lucu, tapi bukan pelawak. Mau bilang seru, bukan juga film action. Mau bilang serem, juga bukan setan. Tapi sukanya menghantui. Bingung sih mtk tuh, sulit dimengerti. Kayak kamu. Aku sama Mtk tuh kayak gimana ya, saling menggantung gitu. Ya jalanin aja. Engga ada tujuan. Mau nyari jawaban sendiri, tapi kayaknya semua pertanyaan mtk itu retorik ya? kan nyesek, udah panjang-panjang eh ternyata si X hasilnya nol:-) Kayak dia, mantan, nol, engga ada nilainya /ehwkwk. Mau mastiin jawaban orang bener apa engga, yaampun, jawaban sendiri aja engga tau kayak gimana itu. Udah kayak bubur kertas dah wkwk. Aku ga like bgt sama Mtk, gimana ya, tuntutan peradaban aja hehe. Tapi, kalo lagi nyambung, aku sama Mtk tuh kayak wi-fi dan hp butuh kuota, tiba-tiba ada koneksi wkwk. Tapi ya gitu, ilang-ilangan. Udah lah, engga usah bahas MTK, nanti juga dia jadi kenangan:)

  10. August 20, 2016 at 9:45 PM

    Nama:Noer Anggadila
    Link Share: https://twitter.com/NoerAnggadila/status/767007950858706945

    manakah yang paling mudah saat mengerjakan soal matematika: “mencari sendiri jawabannya” atau “memastikan benar salahnya jawaban orang lain”?
    Jawaban: “memastikan benar salahnya jawaban orang lain” karena pertama, jika kita tau rumus yang harus dipakai, kita tinggal lihat dan mengoreksi jawaban teman dengan cepat, sedangkan jika kita belum tau rumusnya, dengan cara mengoreksi jawaban teman kita dapat mengerti maksud dari soal sekaligus mengerti rumus apa yang harus digunakan serta mengoreksi hasil pekerjaan teman sekaligus.

  11. Humaira
    August 20, 2016 at 10:14 PM

    Nama : Humaira
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/767013483808301056?p=v

    Menurut kamu, manakah yang paling mudah saat mengerjakan soal matematika: “mencari sendiri jawabannya” atau “memastikan benar salahnya jawaban orang lain”?

    Menurutku soal matematika itu kompleks, ada soal yang paling mudah, mudah, sedang, agak sulit dan sulit sekali. Dari yang jawab karena hapal rumus, liat buku, atau minta bantuan temen karena saking sulitnya itu pertanyaan juga rumusnya.

    Saat mendapatkan tipe soal yang mudah sekali, mudah, dan sedang, aku rasa masih bisa mengatasinya. Saat masuk soal yang agak rumit aku mulai bertanya dengan teman, dan saat soal itu rumit sekali yang ada aku dan temanku memecahkan soal tersebut bersama-sama.

    Maaf, menurutku yang paling mudah itu bukan keduanya. Tapi, mengetahui jawabannya yang benar dulu baru mengetahui rumusnya atau jalan untuk mendapatkan hasil yang benar itu. Karena sering kali saat mengerjakan soal matematika itu pertama jawab kita dapet jawaban A, dan saat diulangi kita malah mendapatkan jawaban B. Pada akhirnya semua jawaban mendekati benar, lalu aku mulai menghabiskan berlembar-lembar kertas dan pusing juga pada akhirnya.

    Mencari jawaban sendiri untuk soal yang sangat mudah, mudah dan sedang aku bisa merasa yakin akan jawabanku. Tapi, saat mendapat soal yang agak sulit dan menjurus ke rumit, aku mulai ragu dengan jawaban sendiri. Jika aku memaksakan itu dan aku mendapatkan hasilnya, aku akan merasa jika itu jawaban yang benar dan aku akan tetap pada jawabanku, agak sulit untuk menerima jika jawabanku salah.

    Jika aku menentukan benar atau salahnya jawaban orang lain, itu juga sulit. Karena sebelum menentukan hal tersebut, aku sendiri harus tau jika jawabanku sendiri sudah benar.

    *pssst tapi hal tersebut cuma bisa dilakuin pas latihan dan bukan saat ujian

  12. August 20, 2016 at 10:32 PM

    Rini Cipta Rahayu
    https://twitter.com/RiniCipta/status/767020026968715264

    Kalo aku mending cari jawaban sendiri, meskipun butuh waktu lebih lama biasanya haha.. Matematika kan ilmu pasti, udah ketahuan benar dan salahnya apalagi ada rumus sebagai tuntunan. Jadi enak kalau udah paham, diapain aja soalnya bakal bisa jawab dengan tepat.
    Berhubung aku orangnya sering nggak teliti, jadi bisa aja ceroboh kalau memastikan jawaban orang lain. Liat dari cara jawabnya aja mungkin benar, tapi hasil dari operasi matematikanya kan belum tentu, bisa aja keliru satu nomor dan jadi salah keseluruhan :D

  13. August 21, 2016 at 3:45 PM

    Wardah
    https://twitter.com/missfiore_/status/767277540423503873

    Wardah
    https://twitter.com/missfiore_/status/767277540423503873

    Tunggu, sebelumnya, konteks mengerjakan soal matematika ini dimana? Saat ujian? Mengerjakan tugas? PR? Atau latihan iseng-iseng saja (siapa tahu ada yang kelewat rajin)?
    Matematika jelas ilmu pasti, jawabannya pasti cuma satu. Namun, namanya manusia ada saja tidak percaya dirinya. Jadi, akhirnya ragu jawabannya benar atau tidak. Meski banyak yang bilang itu tandanya tidak teliti, tapi intinya kan tidak percaya diri sama jawaban sendiri, iya kan?
    Nah, kalau pas ujian, jelas nggak bolehlah mencocokan jawaban sama teman. Pasti bakal ditegur guru, bahkan bisa jadi disuruh ujian sendiri di ruang guru =))
    Nah, kalau pas bukan ujian, tentu saja nggak ada halangan buat mencocokan. Mencocokan hasil, tentu saja, bukannya mencocokan dari awal sampai akhir. Kalau dari awal sampai akhir terus disalin, namanya bukan mencocokan lagi, tapi menyalin.
    Kalau saya sendiri, yah, dilakukan aja keduanya saat kondisi memungkinkan. Buat meyakinkan diri sendiri kalau jawaban kita benar, atau malah biar bisa mengingatkan teman bahwa jawabannya salah. Kan lumayan tuh, mencocokan itu dua arah. Jadi ada timbal balik dan bisa saling mengoreksi. Biar kita nggak arogan, dan orang lain juga nggak merasa di atas awan. XD
    Kalau pas ujian, ya kerjain sendiri. Kecuali memang diperbolehkan kerja sama (tapi ujian apa sih yang dibolehin kerja sama? o.o).

  14. August 21, 2016 at 8:12 PM

    Menurut kamu, manakah yang paling mudah saat mengerjakan soal matematika: “mencari sendiri jawabannya” atau
    “memastikan benar salahnya jawaban orang
    lain” ?

    Menurutku dua-duanya boleh juga kok, malah lebih efektif dan lebih cepat menemukan hasil akhirnya. Alasannya yg pertama, kalo lihat cara pengerjaan orang lain terus kita cek lagi kebenarannya, itu apa nggak sama aja kayak mencari jawaban sendiri, malah kalo udah lihat jawaban orang lain kan kita tinggal membetulkannya doang. Disini lah letak dimana, hemat waktu itu penting.

    Kedua: Ini soal Matematika, lho, masalahnya bukan sekedar nyalin jawaban orang doang, tapi lebih kepada mencari rumus yang simple dan lebih gampang menuju hasil akhir. Alias diutek-utek asal matuk, kalo istilah jawanya. Nah, kalo kita lihat jawaban orang lain, kadang kita malah berpikir buat menyimpulkan jawaban itu menjadi lebih mudah dipahai, dan lebih ringkas tulisan biar cepet kalo ditranfer masuk ke otak, betul nggak hayo? (aku pribadi sih, lebih suka tulisan sedikit, biar buku tulis nggak penuh, hitung2 menghematlah hehe..). Jawaban simple itu kan levelnya anak olimpiade, maksudnya biar menghemat waktu, ketika nyari jawaban dari soal ‘mematikan’. balik lagi ke masalah “Ini soal Matematika”, kuncinya harus pinter-pinter ngutek-ngutek rumus dan soalnya.

    Nama: Rinita
    Link Share: https://mobile.twitter.com/RinitAvyy/status/767344163251597312?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C4941300196

  15. Asep Nanang
    August 21, 2016 at 9:00 PM

    Asep Nanang
    https://twitter.com/asepnanang59/status/767351384513454081

    Daripada cari sendiri lebih baik memastikan. Matematika itu seperti jodoh tidak selalu cari sendiri yang penting dipastikan dulu mau gak sama saya.

  16. Ana Bahtera
    August 21, 2016 at 11:04 PM

    nama: Ana Bahtera
    Link share: https://twitter.com/anabahtera/status/767391126349189120
    JAwab:
    mencari sendiri dong!
    karena harus PeDe akan kemampuan sendiri, kalau kita sudah benar-benar belajar dengan giat dan doa dengan sempurna rasanya akan mudah tanpa harus melihat dan mencocokkan dengan jawaban teman lain yang pastinya belum tentu benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*