Cerita Hati Uwie dan Mice

coveruwiemice

Judul: Cerita Hati Uwie dan Mice

Isi dan Gambar: Mice & Ustadz Wijayanto

Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia

Jumlah Halaman: 128

Terbit Perdana: 13 Juni 2016

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 13 Juni 2016

ISBN: 9786023755196

cooltext-blurb

“Komentar Ustadz Wijayanto di buku ini merupakan refleksi karakter Uwie yang kocak, menyentil, sedikit lebay, dan suka menggunakan analogi kehidupan sehari-hari dalam setiap dakwahnya. Di sisi lain, Mice melalui coretan tangannya sering kali memotret fenomena umum yang kerap luput dari perhatian kita, tapi bisa menjadi tolak ukur kondisi masyarakat masa kini.” – Bimo Setiawan, President Director Kompas TV

cooltext-review

Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia. Literatur tentang agama ini juga tidak sedikit yang beredar di Tanah Air. Namun sepertinya buku kartun yang berisikan hal-hal positif ajaran agama Islam masih terbilang tidak banyak bertebaran. Hal ini disadari oleh Grasindo sehingga dirilislah sebuah karya yang menyuguhkan goresan tangan berbentuk kartun yang sarat akan pesan moral inspirasi islami.

Muhammad Misrad atau Mice sudah terkenal hasil karyanya sejak berduet dengan Benny Rachmadi melalui kartun yang bertajuk “Benny & Mice” bertahun-tahun silam. Rupanya setelah berpisah dengan Benny, Mice masih aktif dalam dunia kartun. Kali ini ia berkolaborasi dengan salah satu ustadz terkenal di Indonesia yaitu Ustadz Wijayanto atau kerap dikenal dengan sebutan Uwie.

Mengutip dari kata pengantar, buku Cerita Hati Uwie & Mice ini pada hakikatnya merupakan intisari ratusan episode Cerita Hati yang tayang setiap harinya dari Senin sampai Jumat pukul 10.00 WIB di Kompas TV. Buku ini adalah cuplikan dari salah satu segmen program Cerita Hati, ketika Mice mencurahkan kegelisahan hatinya yang dituangkan melalui komik dan kemudian dikomentari oleh Uwie.

Terdapat 32 judul atau headline yang terbagi dalam dalam tujuh bab berbeda di buku ini. Bab-bab tersebut memiliki tajuk yang meliputi Keluarga; Anak; Globalisasi; Harta, Takhta, Wanita; Etos Kerja; Zakat dan Rezeki; serta … dalam Islam. Semua bab tersebut tersaji dalam dua hingga sembilan bagian yang masih bermuara pada headline utamanya. Penasaran? Saya beri beberapa cuplikan yang saya anggap berkesan ya.

Bab pertama tentang keluarga yang memiliki lima bagian ini fokus pada dunia rumah tangga. Salah satu bagian yang berjudul Pernikahan: Penyatuan Hati Suami dan Istri, Uwie memberikan sebuah nasehat tentang pentingnya berperilaku untuk suami ataupun istri. Gaya tulisan dakwah Uwie ini diselingi humor sehingga tidak kaku dan bisa dicerna dengan mudah. Seperti kutipan berikut ini.

Sekarang, istri-istri lebih cenderung menyenangkan suami orang lain kala dipandang. Kalau keluar rumah, para hijabers memakai hijab 12 meter digulung-gulung. Kalau di rumah, mereka memakai daster bolong berpeniti 5. Jangan seperti itu! (Halaman 17)

Beda lagi dengan bab kedua tentang anak. Sesungguhnya bab ini masih berhubungan dengan bab sebelumnya. Hanya saja topik bahasan sudah menyinggung tentang sang buah hati. Hal ini terlihat pada bagian berjudul Mendidik Anak, Tanggung Jawab Siapa? Uwie menyentil para orang tua di luar sana yang sibuk bekerja namun tidak sempat memperhatikan anaknya. Padahal sudah tugas mereka untuk mendidik darah dagingnya sendiri.

Anak itu tanggung jawab orang tua, bukan pembantu, bukan guru. Sesibuk apapun orang tua, jangan sampai lupa pada pendidikan dan pengasuhan anak. (Halaman 31)

Bab tentang etos kerja adalah favorit saya meskipun hanya ada dua bagian. Bab ini Uwie bagai “menampar” orang-orang yang sibuk dengan masalah dunia dan melalaikan urusan akhirat. Padahal sudah bukan hal baru yang menyebutkan kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat kekal selamanya. Tidak tanggung-tanggung, Uwie sampai membawa-bawa kematian pada bagian Bekerja Untuk Duniamu, Beribadah Untuk Akhiratmu.

Beribadahlah dengan pikiran mungkin ini adalah hari terakhir kita. Jangan tunda lagi besok-besok karena mungkin besok kita akan meninggal. (Halaman 77)

Pada dasarnya, buku ini hanya ingin memberikan sebuah inspirasi sekaligus mengingatkan pembaca bahwa kebaikan menurut agama Islam harus dilakukan dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari kehidupan diri sendiri, rumah tangga, hingga kehidupan bermasyarakat. Semua hal yang disampaikan di buku ini tidak ada yang salah. Topik yang bersinggungan langsung  dengan kehidupan umum membuat setiap kalimat mudah dimengerti.

Ketika membaca buku ini, saya merasa adem, dalam arti hati saya merasa tentram saat membaca untaian kalimat Uwie. Meskipun seharusnya saya bisa menyelesaikan buku ini dengan cepat, perlu waktu sekitar satu jam hingga akhir halaman karena saya memahami dan menyerap pelan-pelan kalimat Uwie. Sensasi bahagia juga ditambah tatkala melihat gambar kartun Mice di setiap bagian. Kartun tersebut menjadi sebuah hiburan sekaligus penjelas tulisan Uwie.

Satu kekurangan dari buku ini adalah terlalu tipis hehe. Ya benar, buku ini terasa terlalu cepat berakhir mengingat isinya yang bagus dan menghibur. Goresan gambar Mice membangkitkan nostalgia saya ketika menyimak kartun “Benny & Mice” dahulu, sedangkan tulisan Uwie yang mengajak dalam kebaikan terasa aura positifnya. Meskipun ada satu hal yang kurang pas menurut saya pada kalimat Uwie di bagian Keutamaan Norma dalam Islam berikut ini.

Nah! Bagi LGBT, susah untuk menempatkan toiletnya. Di toilet laki-laki, tidak diterima. Di toilet perempuan, tidak diterima. Jadi, mereka harus membuat toilet sendiri. (halaman 111)

Mungkin Uwie kurang tepat menafsirkan bahwa semua LGBT adalah kaum transgender. Padahal tidak semua lesbian, gay, dan biseksual mengubah jenis kelamin asli mereka. Jadi secara tampilan dan penggunaan toilet (menurut Uwie sebelumnya), mereka ini tidak perlu membuat toilet sendiri kok, sepengetahuan saya hehe.

Selain beberapa hal yang saya singgung di atas, masih banyak hal positif yang bisa dipetik dari buku ini. Mulai dari kesadaran mengeluarkan zakat, meminimalisir pemberian janji, ataupun rambu-rambu saat bertamu ke rumah orang lain. Akhir kata, buku ini layak dijadikan bacaan untuk orang yang ingin menikmati sisi relijius Islam dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

3 comments for “Cerita Hati Uwie dan Mice

  1. August 23, 2016 at 9:49 PM

    I couldn’t resist commenting. Very well written!

  2. April 11, 2017 at 4:12 PM

    It’s really a cool and helpful piece of information.
    I am happy that you simply shared this useful information with us.
    Please stay us up to date like this. Thanks for sharing.

  3. April 15, 2017 at 12:58 PM

    Pretty! This has been an incredibly wonderful post.
    Thank you for supplying this info.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*