Batman (Jilid 11)

coverbatman11

Judul: Batman (Jilid 11)

Sub Judul: Petualangan di Kota Gotham

Judul Asli: BATMAN. Gotham Adventures

Komikus: Scott Peterson

Penerjemah: Saptono I Stiawan

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 144

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

cooltext-review

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh pahlawan super berkostum hitam dan memiliki ciri khas hewan kelelawar? Yup, Batman. Tokoh besutan DC Comics ini telah muncul sejak puluhan tahun yang lalu. Komik, animasi, hingga layar lebar telah dijajaki manusia super ini. Saya memang bukan penggemar berat Batman. Namun saya masih pernah menonton animasi serta film bioskopnya. Hanya saja untuk komik, saya hampir tidak pernah membacanya.

Komik adalah media awal kemunculan Batman. Dan seingat saya komik inilah pertama kali saya membaca komik Batman, atau bisa dikatakan komik dari DC Comics. Komik ini merupakan kumpulan komik lepas yang terbit dalam episode-episode tersendiri. Kemudian muncul gabungan episode lepas itu dan diterbitkan dalam satu buku. Oleh karena itu ada tulisan “Edisi Koleksi” di sampul komik ini.

BATMAN. Petualangan di Kota Gotham jilid kesebelas ini berisi lima episode reguler (episode 33 hingga 37) tentang petualangan Batman dan kawan-kawan di kota Gotham serta satu cerita spesial DC Universe yaitu Wonder Woman. Saya tidak akan membahas satu persatu, namun saya ambil separuhnya. Episode 34 mengisahkan Batman yang membantu Superman mencari seorang kriminal dari kota Metropolis bernama Francois Lemieux yang kabur ke Gotham.

Francois ini ternyata bertemu dengan seorang bos berperangai jahat bernama Delacroix di sebuah pertemuan di tempat milik Jean Claude. Awalnya Superman dan Batman mendukung Delacroix. Namun setelah menemui adik Lemieux, Superman berubah pikiran. Ia justru harus membantu Lemieux alih-alih menangkapnya sebagai buronan. Waduh!

Aku sudah bosan mencemaskan diri! Superman, tolonglah Francois! Kalau Nicole celaka, aku tak tahu… (Halaman 42)

Episode 37 tidak diisi Batman sang pemeran utama, melainkan Batgirl, Robin, dan Nightwing (eh, Batman muncul juga dink sebentar doang). Jadi ceritanya si Batgirl ini punya sahabat bernama Cindy yang terlibat dalam sebuah pementasan drama berjudul Macbeth. Nah, karena desas-desus menyebutkan apabila lakon Macbeth disebutkan secara gamblang maka persiapan drama tersebut akan terjadi bencana, pemerntasan tersebut dijuluki “Sandiwara Skotlandia”.

Meskipun demikian, sudah banyak “musibah” yang terjadi selama persiapan. Mulai dari Cindy kecelakaan, pemerasan seorang kru, kebakaran, jatuhnya lampu sorot, hingga Paulie si penata panggung yang hilang tiba-tiba. Dusty Portico adalah orang yang dicurigai oleh Batgirl. Yang tidak ia sadari adalah ada campur tangan penjahat bernama Clayface disetiap bencana itu…

Dia pekerja belakang panggung. Tapi kalau penonton mulai sepi, dia ditarik jadi figuran! Semakin sedikit penonton, perannya semakin besar. Kini ia perankan Macbeth! Dusty tak punya catatan apapun, tapi lihat ini! (Halaman 110)

Cerita spesial DC Universe yang menyuguhkan Wonder Woman adalah favorit saya. Bukan, bukan karena kostum Wonder Woman yang aduhai, melainkan saya agak heran aja kok cerita Wonder Woman muncul di komik Batman. Berbeda dengan tokoh lain sebelumnya yang memang berkaitan langsung dengan Batman atau hanya sebagai cameo. Kali ini Diana, nama asli Wonder Woman, harus menyelamatkan sahabatnya bernama Helena Sandsmark.

Helena ini diculik oleh Barbara Minerva atau biasa disebut Cheetah sebagai pancingan agar Wonder Woman bisa dijadikan persembahan. Seorang pedagang barang antik bernama Jacob Walters menjelaskan bahwa Barbara mengincar gulungan dari Nepthos agar kekasihnya, Chuma bisa mengambil Diana dan membuat Cheetah semakin kuat. Berhasilkan Wonder Woman menyelamatkan Helena sekaligus menghancurkan rencana Cheetah?

Dia bergerak dengan kecepatan Dewa Hermes! Harus kujauhkan dari Helena! Sekarang aku tahu alasan Cheetah memilih tempat ini. Pohon-pohon besar ini adalah rintangan… dan jadi sekutunya! (Halaman 130)

Sepertinya saya tidak cocok dengan komik superhero begini. Padahal saya suka dengan gambarnya yang memang masih “jadul” namun terasa sekali aura pahlawan supernya. Mungkin saya terlalu menuntut cerita yang runtut dan tidak melompat-lompat. Mungkin juga saya salah karena membaca komik ini langsung ke jilid sebelas sehingga berbagai macam nama tokoh yang disebut tidak saya kenali. Mungkin juga saya jengah dengan gaya terjemahan yang “kaku” begini.

Namanya juga “Petualangan di Kota Gotham” ya, jadi jelas saja isinya memang sepak terjang Batman (dan kawan-kawan) memerangi kejahatan di Gotham. Jadi setiap cerita memang disajikan dengan padat dan singkat. Opening-konflik-ending. Sudah. Cukup. Berbeda sekali dengan versi film yang dalam sekali penggarapan konfliknya. Tapi kan tidak etis kalau saya membandingkan versi layar lebar dengan versi gambar di kertas.

By the way, saya baru tahu lho ada pahlawan super bernama Nightwing, dan dia masih satu “komplek” dengan Batman. Kalau Batgirl dan Robin sih sudah saya ketahui sebelumnya jadi nggak heran mereka berdua ada porsinya di komik ini. Jadi sebenarnya di Gotham ini ada banyak “rekan kerja” Batman ya. Saya kira hanya dia sendirian. Pantesan aja ceritanya bisa banyak dan nggak habis-habis idenya. Belum lagi “kedatangan” tokoh dari judul yang lain.

Nah, bicara tentang DC Universe di cerita Wonder Woman, saya awalnya heran kok “gaya” gambarnya beda dengan Batman. Oalah ternyata baru sadar kalau yang nggambar beda juga. Artinya apa? Ya, saya terlalu bodoh untuk menyadari bahwa komikus atau tukang gambar di DC Comics itu berbeda-beda. Bahkan meski sama-sama cerita Batman, orang yang nggambar beda juga. Padahal saya awalnya mengira hanya Stan Lee yang menggambarnya. Hahahaha.

Hal itu jadinya membuat saya menjadi menilai komik ini tidak ada ciri khas sih. Tukang gambarnya aja beda-beda, isinya aja tidak fokus tentang Batman aja, ya gimana mau jelas ya. ah kok saya jadi ngelantur gini. Pokoknya terlepas dari hal-hal di atas, komik ini bagus kok. apalagi untuk yang menggemari cerita superhero, bisa melirik komik ini sebagai perkenalan (meski saya menyarankan baca sejak jilid pertama aja sih) hehehehe. Sampai jumpa lagi di review berikutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*