X (Jilid 2)

coverx2

Judul: X (Jilid 2)

Sub Judul: Their Destiny Was Foreordained, 1999.

Komikus: CLAMP

Penerjemah: Abigail Natalya

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792074826

cooltext-blurb

Seven Seals dan Seven Angels mulai berkumpul. Tapi, Siapakah mereka sebenarnya?

cooltext-review

Selamat pagi para pembaca blog Rico Bokrecension yang budiman (ahelah kayak banyak aja yang nungguin postingan *keplak). Akhirnya saya sudah mulai menemukan secercah niat blogging dengan teratur. Yah paling tidak semoga tragedi bulan Juli yang tidak ada postingan sama sekali tidak perlu terulang kembali pada bulan-bulan berikutnya. Aamiin.

Nah kali ini, saya masih menghadirkan rutinitas resensi buku. Banyak yang bilang blogger buku itu jangan sampai monoton dan membosankan dengan menulis resensi melulu. Saya dengan yakin tidak setuju dengan pendapat itu. Pasalnya, jiwa blogger buku itu ya resensi buku. Jangankan berpikir kreatif ngeposting hal lain, wong yang mendasar semacam resensi saja saya tidak bisa rutin. Jadi boleh dong saya posting review lagi? Boleh? Terima kasih!

Kali ini saya telah membaca karya lama namun baru saja saya jamah setelah tujuh tahun berada di timbunan yaitu komik berjudul X. Komik ini saya dapatkan ketika obral dengan harga 5000 rupiah saja. namanya juga obral, jilid yang tersedia juga tidak lengkap, apalagi yang edisi nomor satu. Ini saja saya langsung melompat ke jilid dua.

Sorata Arisugawa, seorang anak SMU yang memiliki kemampuan sebagai Seals sedang terlibat pertarungan dengan Yuhto Kigai, pegawai negeri yang juga seorang Seals. Meskipun mereka bertarung dengan kekuatan dahsyat di tengah permukiman penduduk, Sorata menciptakan dimensi lain yang disebut kekkai yang memiliki ukuran radius 3km. Ditengah pertarungan sengit, seorang laki-laki bernama Fuuma memasuki kekkai yang membuat pertarungan Sorata dan Yuhto harus dihentikan. Siapa sebenarnya Fuuma ini?

Di sebuah rumah lain, ada seorang gadis bernama Kotori yang notabene adik Fuuma, sedang menjaga Kamui, teman sejak kecilnya yang terluka. Meskipun sedang tidur, Kamui ternyata bermimpi “aneh” karena melibatkan Hinoto, seorang peramal terhebat Jepang. Hinoto menunjukkan bagaimana tragisnya masa kecil Kamui, Kotori, dan Fuuma karena terlibat “hal buruk” pada kuil Togakushi.

Memang aku yang memperlihatkan ‘mimpi’ ini. tapi, ini bukan khayalan. Ini kenyataan. Ini kenangan masa lalumu. Kenangan yang tak bisa kau lupakan walau kau coba. (Halaman 57)

Ibu Kotori dan Fuuma yang bernama Saya harus mengalami musibah karena mempertahankan apa yang diyakini. Sedangkan ibu Kamui bernama Tohru juga harus mengalami nasib yang sama. Setelah menghilang sejak musibah keluarga Kotori, akhirnya Kamui kembali ke Tokyo karena harus menyelesaikan titah dari sang ibunda.

Sorata yang penasaran dengan sosok Fuuma akhirnya ikut pulang dengan alasan menjenguk Kamui. Di sisi lain, Yuhto yang memiliki boss bernama Kanoe, yang tak lain adalah adik Hinoto juga menyadari hal yang “menarik” saat itu. Tak disangka, kehadiran Sorata membuat Kamui sedikit emosi dan disaat yang bersamaan, ayah Kotori harus kehilangan nyawa karena mempertahankan sebuah “benda pusaka” dari rebutan Nataku.

Kamui kembali. terpisah dari keluarga karena kematian. Kembali ke Tokyo dibimbing bintang takdirnya sendiri. Begitu. (Halaman 144-145)

Lagi-lagi saya harus bingung karena melompat edisi perdana. Namun sejauh ini goresan gambar CLAMP memang sangat memukau. Shoujo banget! Bahkan tokoh laki-laki aja bisa cantik banget. Apalagi tokoh perempuan bermata belo dan pakaian menjuntai kelebihan bahan dan terlambai-lambai bagai terkena angin. Wuh memang sangat bagus sih. Apalagi ada beberapa halaman yang satu halamannya full untuk gambar orang saja.

Mengenai tokoh, saya rasa komik ini mengambil tokoh utama Kamui dengan segala macam misteri yang masih menunggunya. Saya masih heran degan istilah Seals, Angels, Kekkai, dan segala macamnya. Semoga saja kelak penasaran saya bisa terjawab. Padahal saya hanya punya dua jilid saja. Udah gitu nomor empat pula! Hahaha.

Anyway, saya suka dengan tampilan komik dari Level Comics. Setelah sebelumnya 21st Century Boys ada beberapa lembar yang full color, komik X ini menyisipkan bonus pembatas buku yang ciamik. Tidak rugi saya mendapatkan dengan harga 5000 rupiah. Padahal harga aslinya 12500 rupiah. Sudah ah segini saja. tunggu resensi saya berikutnya ya! Selamat malam para pemirsa…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*