21st Century Boys (Jilid 2)

covercentury2

Judul: 21st Century Boys (Jilid 2)

Komikus: Urasawa Naoki

Penerjemah: EP Armanda

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 200

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792755862

cooltext-blurb

Finally, the story is going into the climax!! The human race is facing a crisis. Kenji is bustling about trying to save the world, and the people who he loves. Also he has to solve the mystery of the “Friend”. What the “Friend” really is!? Why he became evil!? The answer is connected with the memory when Kenji was a Twentieth century boy.

cooltext-review

Komik ini baguuus. Saya sebenarnya tidak membaca judul pendahulunya, namun saya rasa Urasawa Naoki memang piawai menciptakan sebuah kisah yang menarik. Tidak heran judul 20th Century Boys dan 21st Century Boys ini bisa bertahan hingga delapan tahun. Sampai ada versi anime juga lho! Hal ini tidak main-main karena hanya karya yang bergengsi saja yang mampu seperti itu.

Jilid terakhir komik ini mengisahkan kelanjutan Kenji mencari petunjuk mengenai keberadaan remote bom anti-proton melalui permainan virtual di wahana milik “Sahabat”. Setelah berjuang keras cukup lama di sana, Kenji kecil mendapatkan “bisikan” dari Kanna yang berasal dari masa kini mengenai letak remot itu. Di sisi lain, robot raksasa yang bisa mengaktifkan bom telah bergerak kembali.

Pahlawan itu cuma jadi pahlawan di saat dia menang, ‘kan, ya? Saat itu memang klimaksnya, tapi kalau dia hidup, akan dimakan usia… Makanya, ending yang biasanya buat pahlawan entah dia pergi menghilang entah kemana… Atau mati… (Halaman 81)

Secara garis besar komik ini hanyalah sekelumit cerita penutup dari 20th Century Boys. Saya memang masih tidak memahami bagaimana mungkin dunia pada game virtual dapat mempengaruhi kehidupan masa kini ketika Kenji berusia dewasa, bahkan bisa membuat temannya sendiri sekarat di ICU hingga meninggal dunia. Padahal setting tahun masih pada tahun 2018 lho. Yah entahlah.

Satu hal yang saya sukai dari komik ini adanya delapan halaman awal yang full color dengan kertas lux mengkilap. Yah gimana ya, kesannya jadi eksklusif dan asli banget. Meskipun kualitas warna dan gambar memang “dewasa” sekali hahaha. Oh iya dari segi humor, saya cengengesan ketika Kenji yang brewokan, rambut gondrng dan berpakaian khas musisi, mengancam anak-anak dengan kalimat “Kusentil nih!” xD

Yak pada akhirnya membaca dua jilid komik ini membuat saya sedikit terhibur. Terlepas dari bagaimana cerita 20th Century Boys, komik ini masih menarik kok. Meskipun ending cerita tentang sosok “Sahabat” sesungguhnya tidak membuat saya terkejut sama sekali. Ya iyalah, wong ngerti siapa tokohnya aja enggak! LOL. Sampai jumpa lagi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*