21st Century Boys (Jilid 1)

covercentury1

Judul: 21st Century Boys (Jilid 1)

Komikus: Urasawa Naoki

Penerjemah: EP Armanda

Penerbit: Level Comics

Jumlah Halaman: 199

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792755855

cooltext-blurb

War is over. The “Friend” is dead. People are released from the danger of extinction. Finally peace has come to Tokyo… it seems. But the mistery still remains. Nobody knows who the “Friend” was and where he came from. The only clue is hidden deep inside the memories, …the memories of the hero, Kenji. This is the time to open the Pandora’s Box. You can see what is left on the bottom of the box.

cooltext-review

Judul komik ini sesungguhnya adalah lanjutan dari serial yang berjudul 20th Century Boys yang telah tamat sebelumnya. Sayangnya, saya terlalu bodoh untuk menyadari bahwa saya salah beli komik ini tanpa sedikitpun mengikuti judul sebelumnya. Akibatnya saya bersusah payah mengikuti cerita komik ini berdasarkan sepenggal sinopsis judul sebelumnya (yang amat sangat pendek). Daripada saya buang ini komik, lebih baik saya baca saja hingga tuntas, yang entah bagaimana akhirnya nanti.

Alkisah pada tahun 2018, Tokyo sedang dilanda berbagai macam bencana dan teror mematikan karena sebuah virus. Hal ini disebabkan oleh seseorang bernama “Sahabat” yang ingin menguasai dunia dengan cara yang tidak baik. Tokoh bertopeng ini ternyata sudah pernah “diceritakan” oleh seorang bocah bernama Kenji tiga puluh tahun silam melalui sebuah buku ramalan yang sesungguhnya adalah imajinasi anak-anak.

Akhir kisah 20th Century Boys adalah Sahabat yang telah mati namun menyisakan misteri. Ketika topengnya dibuka, wajahnya adalah wajah teman Kenji yang bernama Fukube. Hal ini tidak mungkin karena Fukube telah meninggal sebelumnya karena terkena tembakan pistol. Lantas siapakah orang yang memiliki paras Fukube ini? Hanya Kenji yang bisa dan berhak membuka tabir kelam sosok asli Sahabat. Bahkan FBI yang pandai sekalipun harus meminta bantuan Kenji karena hanya Kenji yang mengetahui cikal bakal tragedi masa kini berdasarkan masa kanak-kanaknya dahulu.

Kenji, kau tahu tentang… Virtual Reality Game? Salah satu wahana di Taman Sahabat… yang direkonstruksi dari masa kanak-kanak kalian. (Halaman 70)

Ya benar, meskipun Sahabat telah tewas, ia meninggalkan sebuah catatan kecil bertuliskan “Dunia akan berakhir dengan bom anti-proton” yang dikhawatirkan akan benar-benar terjadi. Akhirnya Kenji memasuki game virtual tersebut dengan mempertaruhkan nyawanya karena jika sampai gagal, ia tidak bisa keluar dari game itu. Berhasilkan Kenji menyelamatkan dunia dengan kembali ke masa kanak-kanak?

Baiklah. Saya benar-benar bingung dengan cerita komik ini karena tidak membaca secuilpun judul pendahulunya. Meskipun begitu saya bisa menikmati “sejumput” epilog dari judul sebelumnya melalui judul baru 21st Century Boys. Yang membuat saya heran adalah mengenai game virtual yang dimasuki Kenji tersebut. Permainan itu bekerja dengan konsep seperti mesin waktu, dimana jiwa atau roh sang pemain akan dibawa pada waktu tertentu meninggalkan tubuh aslinya.

Yang saya tidak mengerti adalah apakah dengan kembalinya Kenji kemasa lalu akan turut mengubah masa depan ataukah hanya sekadar “kunjungan”? Mengingat Kenji tidak akan bisa kembali jika ia meninggal dalam game ataupun gagal melaksanakan misinya. Konsep time paradox seseungguhnya juga turut dihadirkan, namun karena (lagi-lagi) kisah sebelumnya saya tidak tahu, saya jadi manut-manut saja.

Selain menyingkap teka-teki Sahabat, saya suka tentang jalinan asmara diam-diam antara Yukiji dan Kenji semasa anak-anak dan remaja, bahkan hingga masa tiga puluh tahun kemudian. Baik Yukiji maupun Kenji hanya saling memendam rasa. Jalinan persahabatan antara Kenji, Yukiji, Occho, Keroyon, Maruo, dan Yoshitsune yang awet hingga dewasa membuat saya kagum dan penasaran apakah mereka bisa menyelesaikan masalah ini. tunggu lanjutannya ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*