Cowboy Bebop (Jilid 1)

covercowboy1

Judul: Cowboy Bebop (Jilid 1)

Komikus: Nanten Yutaka, Yatate Hajime, Watanabe Shinichirou, SUNRISE

Penerjemah: Poltak

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: Maret 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Maret 2003

cooltext-blurb

Spike, Jet, Edo, dan Faye memburu seseorang ke luar angkasa. Target mereka kali ini berada di penjara. Spike terpaksa menyusup ke sana, tetapi apa yang terjadi?

cooltext-review

Wah sudah lama sekali saya nggak membuat postingan baru di blog ini. sungguh jauh berbeda dengan lima bulan yang lalu ketika saya bisa update dalam jangka waktu dua hari sekali. Sekarang? Jangankan update, baca buku aja sedang malas #plak. Kali ini saya akan meninggalkan jejak kembali agar blog ini tidak dipenuhi sarang burung semakin banyak.

Sebagai catatan, mulai kali ini saya akan membuat review suka-suka saya. Tidak terpaku pada tata bahasa, atau penokohan, atau apapun bla bla bla yang sesuai teori. Karena saya ingin membuat review ya karena saya senang melakukannya. Bahkan sampai kata ini pun saya sudah malas untuk memiringkan kata berbahasa asing. Hahahaha. Here we go…

Komik Cowboy Bebop ini adalah salah satu dari sekian judul komik yang saya baca yang dibuat oleh lebih dari dua orang. Saya bingung bagaimana keempat pihak yang berbeda mengerjakan satu judul komik. Anyway, jilid perdana kali ini terdiri atas empat chapter. Seperti biasa, jilid perdana adalah titik permulaan sekaligus perkenalan tokoh yang akan berperan sepanjang jilid.

Alkisah, terdapat sebuah perkumpulan orang-orang pemburu hadiah (atau harta?) dengan cara menangkap orang-orang yang dicari. Biasanya orang ini adalah orang jahat yang masih buron. Salah satu kelompok ini beranggotakan Spike Spiegel yang berambut acak-acakan, seorang mantan polisi bernama Jet Black, gadis cantik Faye Valentine, si ahli komputer bernama Edo, dan anjing peliharaan bernama Ain.

Suatu ketika, entah kebetulan atau tidak, Spike yang memburu seorang pelaku penipuan erkawinan, bertemu dengan Jet yang juga sedang memperhatikan pencuri barang antik. Tak disangka pula, di kafe tempat mereka berdua mengintai, ada Faye yang sedang mengamati hacker kelas berat yang sudah lama ingin ia tangkap. Tiga orang. Tiga target. Satu lokasi. Semua baik-baik saja hingga ada seorang buronan bernama Lestrlin memasuki kafe. Waduh!

Dia pakai nama samaran. Cuma ada nomor telepon untuk dihubungi. Lalu kenapa sampai berharga 30 juta. Mencurigakan. (Halaman 50)

Misi baru memburu seorang tahanan bernama Cidne di penjara Ron-Ron membuat Spike harus menyusup ke penjara itu. Hal ini ia lakukan karena bayaran amat tinggi hanya untuk membebaskan seorang tahanan itu. Sayangnya, apakah keputusan mereka membantu seorang tahanan kabur adalah hal yang benar? Bagaimana dengan akhir pelarian Spike dari penjara Ron-Ron?

Meninggalkan sepak terjang Spike, kali ini ada sebuah pengumuman di televisi tentang seseorang yang ingin ditangkap oleh para pemburu hadiah berjenis kelamin perempuan. Tak tanggung-tanggung, hadiahnya 60 juta uron! Apa mau dikata, kali ini giliran Faye yang maju. Sayangnya, Faye tidak memahami bahwa sang Nowhere Man atau yang bernama samaran David Jackson ini adalah orang yang sulit ditemukan.

Anak tunggal konglomerat… Keren. Jangan dikira dengan pengaruh konglomeratnya, dia bisa menyembunyikan tindakan jahatnya… (Halaman 101)

Sepertinya, kalau boleh saya menganalisis, setting komik ini adalah di masa depan. Bahkan perburuan orang buron saja mencapai planet venus dan lainnya. Cukup menarik sih. Tema bandit yang mencari hadiah imbalan dengan menangkap orang-orang. Yang saya pertanyakan apakah di masa depan, polisi tidak bisa apa-apa? Bahkan penjara saja mudah sekali dibobol oleh Spike.

Oh iya sesungguhnya mata uang yang digunakan pada masa itu bernama uron. Namun pada salah satu bagian, komikus atau sang penerjemah salah menuliskan bernilai lima juta uron menjadi lima juta won. Lah kok jadi mata uang Korea? Mana yang benar nih? Pada jilid kali ini juga masih loncat-loncat alurnya. Mulai dari awal hingga penyelesaian juga kurang digali lebih dalam.

Mengenai tokoh, yang “terlihat” menonjol juga hanya Spike, Faye, dan Jet. Sedangkan Edo dan Ain masih menjadi bayang-bayang. Padahal mereka ini kan satu tim. Namun sepertinya saya harus bersabar hingga jilid berikutnya untuk menikmati sisi “menonjol” dari tokoh Edo dan Ain. Nantikan review jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus