Dr. Slump (Jilid 9)

coverslump9

Judul: Dr. Slump (Jilid 9)

Komikus: Toriyama Akira

Penerbit: Rajawali Grafiti

Jumlah Halaman: 192

 

cooltext-review

Jilid kesembilan Dr. Slump kali ini berisi 14 cerita casual yang (lagi-lagi) tidak saling berkaitan satu sama lain. Satu cerita yang menarik bagi saya adalah cerita ketiga yaitu yang berjudul Tustel Aneh. Ya ampun kamera aja masih disebut tustel hahaha. Jadi ceritanya ketika sikat gigi bersama di malam hari, Arale dan Kitty mengajak Slump ke taman bermain anak-anak.

Slump sudah berkata oke. Semua baik-baik saja hingga ketika setelah beres gosok gigi, Ibu Guru Wini menelepon dan mengajak Slump nonton bareng di bioskop esok hari. Slump yang amat gembira langsung saja mengiyakan tawaran tersebut. Namun ia baru sadar bahwa janjinya bersama Arale dan Kitty akan sangat bermasalah jika dibatalkan.

Nggak bisa!! Terlalu menakutkan!! Gimana ya enaknya?! Oh aku mau nonton sama Guru Wini. (Halaman 37)

Cerita kedelapan yang berjudul Kekacauan Kampung Pinguin juga merupakan kisah absurd yang menggelitik. Jadi ada dua orang polisi yang sudah kapok berurusan dengan Arale dan Kitty karena sering mendapatkan masalah. Suatu hari, ketikas edang asik berpatroli, polisi ini melihat Arale dan Kitty yang berlarian. Merasa akan mendapat masalah lagi, keduanya diam tak bergerak saat Arale dan Kitty lewat.

Namun ternyata Arale dan Kitty sedang tidak berminat berbuat jahil. Hal ini justru menjadi kesalah pahaman polisi itu sehingga membuat mereka membuntuti Arale dan Kitty. Lucunya, orang-orang di desa yang melihat polisi membuntuti Arale dan Kitty, ikut-ikutan mengekor. Hal ini sontak membuat kekacauan di seluruh penjuru desa hanya karena kebodohan polisi itu. Waduh gimana akhirnya?

Kita lama nggak muncul ya!! Pengarang melupakan kita. (Halaman 99)

Cerita lucu dan aneh berikutnya adalah cerita kedua belas yaitu Ibu Guru Wini Sakit I. Yak benar, ada lanjutannya yaitu Ibu Guru Wini Sakit II. Namun cikal bakal sakit ini adalah akibat ulah nyamuk. Sakit yang diidap Bu Wini ini bernama sakit nyamuk numpang tinggal. Aneh banget nggak, sih? Hahaha.

Kata dokter, nyamuk ini tidak bisa dikeluarkan melalui operasi. Hanya bisa dikeluarkan langsung dari dalam tubuh. Akhirnya Dr. Slump, Arale, dan Kitty menjadi relawan memasuki tubuh Bu Wini dengan senter pengecil (seperti milik Doraemon , eh?) ciptaan Slump. Semuanya berjalan lancar hingga kemudia ketiganya terdampar di tubuh alien yang sedang mengintip Bu Wini. Wah, bagaimana mereka bisa kembali lagi ya?

Waktu itu musim panas saat tidur mulut terbuka nyamuk masuk. Nyamuk yang masuk nggak takut obat nyamuk hidup dalam tubuh menghisap darah. (Halaman 162)

Semakin kesini, cerita di komik ini semakin absurd saja, saya rasa. Jika pada jilid awal saya masih bisa merasakan alur cerita dan jenakanya dialog antar tokoh, tetapi jilid ini kok terasa sangat nggak bisa diikuti dengan nyaman ya. entah karena penerjemah yang asal-asalan menafsirkan bahasa, atau memang cerita yang disuguhkan terlalu absurd.

Banyak cerita zaman lain, mulai dari purba, dongeng, absurd, dan lainnya. Padahal cerita asli Arale dkk itu juga tidak jelas pada tahun berapa dan berada di zaman apa. Namun spin off seperti ini membua saya jadi merasakan hawa(?) lain saat membaca cerita dengan tokoh yang sama. Tetapi semuanya tetap sama yaitu…absurd *sigh*

Ada beberapa halaman yang terbalik letaknya juga membuat saya mengernyit beberapa kali. Dipikir-pikir ini kenapa kok lompat-lompat, ternyata dibaliknya adalah halaman yang seharusnya lebih dahulu muncul. Yah kalau begini pantas saja saya nggak bisa mengikuti. Kemudian balon kata yang bertulisan tangan kadang sulit dibaca.

Penerjemah mungkin terlalu percaya diri dengan tulisan tangannya dan menuliskan langsung pada naskah yang siap terbit. Sayangnya, saya merasa tulisan sang penerjemah ini sulit dibaca. Contohnya, huruf “A” ditulis persisi dengan segitiga, huruf “P” ditulis sama persis dengan “D” aaargh! Yah semoga jilid yang akan saya ulas berikutnya bisa lebih baik. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*