Dr. Slump (Jilid 5)

coverslump5

Judul: Dr. Slump (Jilid 5)

Komikus: Toriyama Akira

Penerbit: Rajawali Grafiti

Jumlah Halaman: 176

 

cooltext-review

Dua belas cerita dalam komik Dr. Slump jilid lima kali ini semuanya menarik. Masih dengan kondisi identitas buku yang sangat minimalis, setiap cerita masih bisa saya nikmati ceritanya kok. Kisah ketiga yang berjudul Malam Monster adalah salah satu cerita yang saya sukai. Ceritanya ada drakula yang sedang haus darah dan ingin memangsa manusia. Apesnya, drakula ini menyambangi rumah Dr. Slump dan menghisap darah Arale!

Sudah hisap darahnya duitnya juga dicuri benar-benar jahanam… (Halaman 32)

Kisah kelima yang berjudul Strategi Mengintip 2 ini sebenarnya adalah lanjutan kisah sebelumnya yang berjudul Strategi Mengintip 1. Jadi ini ceritanya Arale dibongkar pasang oleh Profesor Slump dan diberi tambahan kamera tersembunyi. Akibatnya, apa yang bisa dilihat Arale, bisa dilihat pula oleh Profesor melalui televisi mini. Semua runyam ketika Arale mandi bersama Bu Wini!

Ibuku bilang, membaca buku ini, bisa jadi idiot. (Halaman 59)

Kisah selanjutnya yang menarik minat saya adalah kisah Kedua belas yang berjudul Cinta Pertama. Kali ini ceritanya Upay, teman Arale, sedang jatuh cinta kepada seorang gadis yang berusia dua tahun diatasnya dan bertubuh lebih tinggi dari dia. Saat pertama kali melihat gadis tersebut, Jimmy sudah mematahkan semangat Upay yang masih berharap cintanya terbalas.

Jahat!! Aku di kelas termasuk tinggi, karena pakai topi… Kalau hati ada cinta, peduli tubuh pendek!! (Halaman 170)

Saya merasa selama membaca dua jilid komik ini, terjemahannya ada dua pilihan. Kalau tidak terlalu kaku dan kurang mudah dimengerti lucunya, ya keterlaluan lucunya sampai saya terbahak. Hal ini mungkin disebabkan pada masa itu masih belum terlalu banyak istilah-istilah masa kini yang diksinya beraneka macam. Di sisi lain, justru istilah jahanam, sontoloyo, peang, dan sebagainya yang membuat kalimat-kalimat itu terasa lucu banget.

Oh iya, adanya sisipan cerita komikus setiap pergantian kisah membuat saya juga tersenyum geli. Soalnya hal ini justru unik karena Toriyama digambarkan sebagai robot(?) alias bukan manusia yang sedang dikejar-kejar deadline naskah komik oleh sang editor. Meski ini hanyalah cerita sampingan yang tidak berkaitan langsung dengan Arale, saya cukup terhibur.

Kata idiot sering disebut dimana-mana di komik ini. Sepertinya kala itu, kata “bodoh” kurang greget sehingga menggunakan kata “idiot” sebagai pengganti cemoohan. Yah hal ini membuat saya tergelak sih. Apalagi sepertinya komik ini memang dibat sebodoh mungkin baik melalui tokoh ataupun ceritanya sendiri.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*