Chick Bill (Jilid 4)

coverchick4

Judul: Chick Bill (Jilid 4)

Sub Judul: Kid Ordinn Jadi Pemberontak

Judul Asli: L’Intergale Chick Bill 1

Sub Judul Asli: Kid Ordinn Le Rebelle

Komikus: Tibet

Penerjemah: Erawati Heru

Penerbit: m&c!

Jumlah Halaman: 128

Terbit Perdana: Maret 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Maret 2001

ISBN: –

cooltext-blurb

cooltext-review

Saya sebenarnya jarang sekali membaca komik yang bukan dari Jepang. Palingan dari Indonesia yang masih belum bisa menyamai rekor komik negeri sakura yang saya baca. Ada yang dari negara Brazil, juga hanya dua jilid yang sudah saya buat resensinya. Nah kali ini, saya akan meresensi sebuah komik berjudul Chick Bill yang berasal dari daratan Eropa, yaitu dari Brussel, Belgium.

Komik ini bersetting di sebuah benua Amerika, tepatnya negara bagian Arizona, yang saya perkirakan berabad-abad yang lalu. Chick Bill adalah seorang koboi yang memiliki sifat baik hati dan cerdik. Bersama dengan seorang bocah bernama Indian Cilik, mereka berdua sering membantu menumpas kejahatan di kota Wood-City.

Kota ini memiliki seorang sheriff bernama Dog Bull dan asistennya bernama Kid Ordinn. Sang sheriff ini memiliki perangai suka marah-marah, terlebih kepada asistennya sendiri. Cerita bermula ketika hari itu adalah hari ulang tahun Dog. Kid ingin memberkan kejutan dengan memberikan karangan bunga yang sangat besar. namun sayangnya, akibat kecerobohannya sendiri, Dog justru mengalami alergi bunga dan harus beristirahat total.

Kid yang diminta dokter mencari obat terpentin (saya nggak tahu ini obat apa) untuk Dog, justru bertemu dengan dua orang misterius bernama Arthuro dan Henrico yang memanggil Kid dengan sebutan “Yang Mulia”. Setelah obat selesai diberikan pada Dog, ia dan Kid justru terlibat adu mulut karena sebuah kesalahpahaman. Dog yang belum sembuh tetap ngomel-ngomel sambil khawatir Kid yang memutuskan pergi dari kota.

Aku terlalu keras padanya! Siapa sebenarnya yang nggak adil? Bah! Pasti dia pulang waktu makan malam! (Halaman 16)

Benar saja, Kid Ordinn akhirnya berhasil terculik (ini apa sih kok kalimat saya aneh) oleh dua orang tadi. Setelah pusing kesana kemari, akhirnya Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull berhasil mengetahui posisi Kid dan penculiknya yang ada di negara Parasolos, Amerika Latin. Perjalanan berhari-hari menggunakan kereta tidak berlangsung mulus. Mereka harus rela turun di perbatasan.

Negara Parasolos adalah negara penghasil tembakau (dan rokok yang masih berbentuk cerutu, tentu saja) terbaik di dunia. Sayangnya negara ini diperintah oleh seorang penguasa bernama Viva Patata yang otoriter. Yang mengejutkan adalah, Viva ini diculik oleh seseorang bernama Cab Stokos. Namun, wajah Kid yang mirip dengan Viva justru dimanfaatkan.

Mudah saja! dia melenyapkan Viva Patata dan menggantikan dengan kawan kita. Menteri itulah yang sebenarnya berkuasa… untuk memperkaya diri! (Halaman 72)

Perjuangan membebaskan Kid sambil menyelamatkan negara Parasolos bukanlah hal yang mudah. Apalagi dengan adanya pasukan penjaga istana tempat Kid bersemayam juga membuat Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull yang notabene orang asing tidak bisa berbuat banyak. Nah, bagaimana akhir kisah ini? Silakan baca sendiri ya~

He! He! Boleh saja! membuat Viva Patata jadi pemberontak akan membuktikan bahwa pemerintah dan semua menterinya adalah penipu! (Halaman 81)

Ini komik negara benua Eropa yang saya baca. Secara umum ceritanya beda ya dengan Jepang (ya iyalah!) hahaha. Saya agak heran sih kenapa sang komikus tidak menggunakan Belgium sebagai lokasi cerita, namun justru memilih benua sebelah, yaitu Amerika. Eh tetapi ya suka-suka Tibet ya hehe. Oh iya, di penghujung komik, ada empat halaman spesial tentang sang komikus beserta latar belakang dan serba-serbi komik Chick Bill yang digarapnya.

Saya juga baru tahu bahwa Belgium (atau Belgia dalam versi bahasa Indonesia) menggunakan bahsa Perancis sebagai salah satu bahasa nasional. Pantas saja judul asli komik ini menggunakan bahasa Perancis. Yah meskipun saya nggak paham-paham amat dengan bahasa menara Eiffel ini wkakakak.

Mengenai cerita, sebenarnya seru banget. Setting dunia koboi dan bandit tidak lengkap tanpa adegan tembak-tembakan dan kejar-kejaran dengan kuda. Apalagi Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull yang harus melintasi negara bagian lain hanya untuk menyelamatkan Kid Ordinn yang bodoh patut diacungi jempol. Mulai dari naik kereta tanpa tiket, dijebloskan dalam penjara, hingga berurusan dengan keamanan istana.

Anyway mengenai keamanan, saya heran dengan Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull yang langsung dipersilakan masuk istana hanya dengan menyebutkan mereka diundang Yang Mulia (dalam hal ini Kid Ordinn yang menyamar menjadi Viva Patata) ke istana. Memang sih senjata mereka diambil, tetapi kok semudah itu. Tanpa surat, tanpa bukti, langsung boleh masuk.

Satu-satunya yang membuat saya kurang suka dengan komik ini adalah font yang tersebar di seluruh halaman komik. Ada yang pernah membaca majalah Donal Bebek? Nah persis seperti itu. Saya tidak percaya komik ini menggunakan font digital, melainkan ditulis tangan secara manual. Hal ini membuat huruf yang sama bisa berbeda penulisa. Apalagi tulisannya rapat-rapat membuat saya pusing. Yah mungkin tahun 2001 belum booming menerjemahkan komik menggunakan font digital.

Oh iya, pada salah satu panel, Tibet menggambarkan peta yang harus dilalui Chick Bill, Indian Cilik, dan Dog Bull dari Arizona ke Parasolos. Nah uniknya, ada beberapa negara bagian di benua Amerika, khususnya Amerika Latin yang ditulis dengan plesetan. Mulai dari Brazil, Bolivia, dan Peru. Plesetannya apa? Baca sendiri deh hahaha.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*