Lost in Bali

coverbmlost1

Judul: Lost in Bali

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: iv + 108

Terbit Perdana: Desember 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2008

ISBN: 9789799101471

cooltext-blurb

Benny & Mice keluar dari “sarangnya”, Jakarta. Mereka melancong ke Bali. Hasilnya: Benny & Mice Lost in Bali. Bersiaplah ketawa membaca kisah mereka.

Buku ini adalah awal dari seri petualangan ala Benny & Mice. Nantikan kisah mereka yang lain.

cooltext-review

Duo kartunis beken se-Indonesia mengeluarkan buku komik baru. Kali ini berbeda dengan buku terbitan sebelumnya yang muatannya cenderung “berat” karena bertema politik, negara, dan berbagai problematika, kali ini buku yang berjudul Lost in Bali mengisahkan saat-saat mereka berdua plesiran ke Pulau Dewata. Meskipun demikian, sindiran halus namun menohok tetap dituangkan Benny dan Mice pada beberapa gambar.

Sesungguhnya saya tidak bisa membedakan bagian-bagian dalam buku ini berdasarkan apa. Bahkan daftar isi pun tidak ada. Oleh karena itu, saya mengupas berdasarkan tempat wisata yang disinggahi Benny & Mice saja ya. Yang pertama adalah Pantai Kuta. Pantai yang sudah terkenal seantero nusantara bahkan hingga mancanegara ini mereka gambarkan dengan kocak. Mulai dari pantai, jalanan, hingga kondisi di Kuta.

‘Pemandangan’ yang biasanya bisa dilihat di majalah pria dewasa, dapat disaksikan secara live di sepanjang jalan Legian-Kuta… (Halaman 28)

Pura Ulun Danu di Bedugul adalah destinasi kedua. Deskripsi yang menggugah minat untuk segera pergi ke sana membuat saya kagum. Meskipun begitu, saya tetap ngakak ketika Mice yang menikmati panorama indah Bedugul digambarkan layaknya adegan fenomenal sepanjang masa dari film musikal Sound of Music.

Alam pegunungan… Hamparan rumput hijau… dihiasi bunga-bunga… Danau yang tenang… dan kabut tipis… wonderfuuull… (Halaman 57)

Alas Kedaton yang memiliki banyak monyet sebagai penghuninya ini juga tidak luput dikunjungi oleh Benny & Mice. Saya suka bagaimana Benny & Mice menyelipkan sejumput tips ketika mengunjungi tempat ini. Selain itu, mitos atau kepercayaan yang ada di tempat tersebut membuat saya menjadi menerka benar ataukah hanya akal untuk menarik wisatawan?

Wah! Bagus ‘tuh mas! Kalau dinaikin sama monyet disini… akan dapat rejeki!! (Halaman 65)

Pasar Sukawati merupakan surga bagi turis yang ingin membeli oleh-oleh ataupun kenang-kenangan khas Bali. Selain harganya yang sangat murah (jika pandai menawar), barang-barang yang dijual pun juga beraneka macam. Nah tentang hal menawar ini, Benny memberikan sebuah tips yang bisa diterapkan Mice saat berbelanja. Sayangnya, Mice terlalu lebay dalam melaksanakannya. Akibatnya?

Ingat! Lu kalo nawar harus rendah! Harus kejam! Makin murah makin baik…. (Halaman 73)

GWK (Garuda Wisnu Kencana) adalah destinasi berikutnya. Proyek pembangunan patung terbesar se-Asia Tenggara ini tidak main-main. Patung kepala dan badan Dewa Wisnu yang telah selesai dibuat terlebih dahulu menjadi daya tarik wisatawan. Namun karena ukurannya sangat besar, Benny & Mice memberikan tips jitu jika ingin berfoto disana.

Anda berjiwa narsis? Jangan coba-coba moto bareng patung dewa Wisnu ini!! (Halaman 79)

Tempat wisata berikutnya adalah Uluwatu. Bagi yang belum mengerti, Uluwatu ini adalah (lagi-lagi) pura yang berdiri kokoh di puncak bukit karang yang menjulang di atas permukaan laut lepas. Belum juga memasuki kawasan pura, Benny & Mice harus menghadapi hardikan petugas loket yang tidak ramah.

Ini pura suci! Kalo mau masuk harus berpakaian yang sopan!! ‘Ndak boleh pakai celana pendek!! (Halaman 83)

Jimbaran adalah tempat penutup pada buku ini yang dikunjungi oleh Benny & Mice. Seperti yang kita ketahui, Jimbaran adalah tempat yang umumnya adalah tempat makan dan penginapan yang berada di tepi pantai. Karena penasaran, Benny & Mice juga mengunjungi sebuah resto seafood di tepi pantai itu. Namun sayang, harga yang mencekik dompet membuat mereka membatalkan niat makan di sana.

Biarin bule-bule hujan emas di negeri orang…. Yang penting kita nggak merasa hujan batu di negeri sendiri… (Halaman 105)

Satu kendala yang saya alami ketika membaca buku ini adalah tidak adanya batas yang membagi isi buku ini menjadi berapa bagian. Saya mengambil fokus tempat wisata yang dikunjungi karena setiap tempat ditulis dengan font besar dan tebal. Namun sesungguhnya buku ini isinya sangat acak, dalam artian Benny & Mice menuangkan apapun yang mereka temui.

Hal-hal itu misalnya profesi orang-orang di Pantai Kuta, tips dan trik saat mengunjungi Alas Kedaton, potret para wisatawan di Bali, bahkan sesajen yang lumrah bertebaran di setiap sudut kota. Selain itu, ada pula kuliner yang Benny & Mice suguhkan yaitu pisang leget dan nasi jinggo. Penempatannya pun asal saja tidak pakem ada dimana.

Oh iya, ada wahana yang saya baru tahu ada di Bali yaitu Flying Fish dan Sling Shot. Padahal selama ini wahana non-pura atau non-alam adalah banana boat (iya, saya cupu banget). Satu-satunya kekurangan buku ini adalah kurang halaman. Hahaha lha ya gimana, wong gambar Benny & Mice ini besar-besar. Tulisannya juga besar. Akibatnya saya tidak lama membaca buku ini sampai habis. Yah semoga ada kelanjutannya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus