Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 2)

coverbmlagak2

Judul: Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 2)

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: x + 284

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, Mei 2008

ISBN: 9789799100844

cooltext-blurb

Jakarta adalah potret kehidupan yang penuh warna. Di sana tersimpan mimpi-mimpi, ambisi, dan harapan. Di sana terukir kisah-kisah kegetiran dan kebahagiaan anak manusia, yang terkadang penuh ironi, satire, aneh, dan menggelikan. Lewat Lagak Jakarta Benny dan Mice melaporkan semua itu dengan cerdas, sebagai sociological report.

Lagak Jakarta Edisi Koleksi Jilid 2 berisi tiga buku dengan tema “Krisis… Oh… Krisis”, “Reformasi”, dan “(Huru-Hara) Hura-Hura Pemilu ‘99”. Ketiganya pernah diterbitkan oleh KPG, dan sekarang diterbitkan kembali untuk menyambut satu dekade seri Lagak Jakarta (1997-2007). Meski demikian, banyak peristiwa dan kehidupan yang direkam oleh Benny dan Mice tetap aktual sampai sekarang.

 

“Kalau hidup kita sedikit bertambah cerah, itu pasti karena sumbangan Benny dan Mice, sepasang “pakar sosiologi kota honoris causa”, yang menangkap inti sari kehidupan manusia Jakarta.” – Wimar Witoelar

cooltext-review

Lagak Jakarta masih berlanjut pada jilid kedua edisi koleksi. Sama seperti jilid pertama, edisi jilid dua ini juga terdiri atas kumpulan tiga tema yang digabung jadi satau. Tema pertama adalah Krisis… Oh… Krisis yang merupakan hasil karya Benny & Mice. Seperti yang pernah kita ketahui bersama, Indonesia pernah mengalami krisis pada akhir tahun 90-an hingga awal 2000-an. Keadaan yang biasa disebut krismon atau krisis moneter ini menyita perhatian banyak pihak, khususnya masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Walaupun “sejernih akal sehat”, tapi harganya nggak bisa diterima akal sehat. (Halaman 31)

Berbagai komoditas rumah tangga yang mengalami krisis dan kenaikan harga mengakibatkan timbulnya gerakan mahasiswa menuntut adanya sebuah perubahan pada pemerintah. Hal ini tertuang pada tema kedua yaitu Reformasi. Pada gambar hasil karya Benny & Mice ini, terlihat bagaimana kondisi kerusuhan tahun 1998 di Jakarta. Massa tumpah ruah, penjarahan dimana-mana, kerusakan dan juga tindak anarkis terus berlangsung. Mereka menuntut adanya perubahan hidup yang lebih baik melalui perubahan pemerintahan.

Bandung lautan api..?? Itu sih, duluuu… Pada 14 Mei 1998 giliran Jakarta yang jadi “Lautan api”!!! Uuuuh…. TEGANG! MENCEKAM!!! AJAIB!! SERU!! ‘LUCU’!! HeBoh, Booo..!! (Halaman 113)

Dampak dari aksi yang mendebarkan semua pihak, khususnya warga Jakarta, akhirnya keluarlah satu momen yaitu pemilihan umum untuk memilih presiden baru. Mereka menganggap, dengana danya presiden yang baru, kehidupan mereka akan terbebas dari krisi dan menjadi lebih baik. Benny & Mice menggambarkan kondisi saat itu mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pada tema ketiga yaitu (Huru-Hara) Hura-Hura Pemilu ’99. Baru kali itu juga pemilu diikuti oleh 48 partai politik yang masing-masing mengusung calon presiden.

Harga kebutuhan pokok makin melejit…, lapangan kerja makin langka… Apa boleh buat… Hati nurani dijual juga!! (Halaman 224)

Sebagai penutup, ada segelintir komik yang diberi judul The Editor. Seperinya komik ini melanjutkan komik The Making of Lagak Jakarta pada jilid satu. Kali ini Benny dan Mice masih bergelantungan di pohon. Tiba-tiba ada editor dari penerbit KPG yang ingin mereka berdua membuat seri Lagak Jakarta lagi. bukannya setuju, Benny dan Mice justru menginggalkan sang editor berceloteh sendiri di malam hari.

…Dalam bayanganku, buku ini akan menjadi… bla… bla… bla… Wah… pasti laku ini!!… (Halaman 281)

Akhirnya, setelah jilid pertama Benny dan Mice berdiri sendiri-sendiri dengan membawa satu tema, kali ini tiga tema yang disuguhkan di buku ini dibawakan oleh duo Benny dan Mice sekaligus. Hal ini membuat setiap goresan gambar membawa dua nyawa kartunisnya. Saya juga bingung dengan pembagian kerja mereka berdua dalam menggambar. Namun yang jelas kolabrasi mereka menghasilkan gambar yang lucu, menohok, sekaligus membawa pelajaran.

Yang membuat saya bahagia juga bukan hanya karikatur satu halaman berdiri sendiri, namun kadang ada beberapa gambar yang masih berkaitan dengan sebelumnya. Terasa seperti komik namun tidak terlalu terstruktur. Meskipun tema yang diusung pada buku kedua ini adalah tema cukup berat yaitu politik dan urusan negara, saya masih bisa menikmatinya kok.

Satu hal yang membuat saya rada kecewa dengan buku kedua ini adalah saya baru menyadari bahwa karakter Benny dan Mice di dalam buku sangat berbeda dengan yang ada di cover. Padahal saya lebih suka versi cover-nya. Kemudian blurb yang tidak kreatif di bagian belakang terasa sedikit mengecewakan. Harusnya blurb disesuaikan dengan isi buku, bukan hanya mencontek blurp jilid pertama dan mengganti satu kalimat saja.

Oh iya, saya sebenarnya kecewa dengan komik penutup buku ini yang terasa sangat nggak penting. Apa ya, terasa garing dan terlalu dipaksa agar lucu. Yah saya memahami sih mungkin komik sepintas ini adalah karya baru, tidak seperti karikatur sebelum-sebelumnya yang memotret kondisi ibukota. Namun seharusnya bisa lebih greget dalam hal sense of humor yang dibawakan. Bahkan kalaupun tidak ada komik bagian ini, menurut saya lebih bagus. Sekian.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

1 comment for “Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 2)

  1. yogha gates
    April 6, 2016 at 8:20 AM

    bene bales nang blog. salah.e due blog barang saiki. guaya :p
    lagian iki termasuk komen bermutu iki!!
    Eh btw capcay.ne kok kadang angel sih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*