Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 1)

coverbmlagak1

Judul: Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 1)

Kartunis: Benny Rachmadi & Muhammad Misrad

Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia

Jumlah Halaman: x + 306

Terbit Perdana: September 2007

Kepemilikan: Cetakan Keempat, Mei 2008

ISBN: 9789799100832

cooltext-blurb

Jakarta adalah potret kehidupan yang penuh warna. Di sana tersimpan mimpi-mimpi, ambisi, dan harapan. Di sana terukir kisah-kisah kegetiran dan kebahagiaan anak manusia, yang terkadang penuh ironi, satire, aneh, dan menggelikan. Lewat Lagak Jakarta Benny dan Mice melaporkan semua itu dengan cerdas, sebagai sociological report.

Lagak Jakarta Edisi Koleksi Jilid 1 berisi tiga buku dengan tema “Trend dan Perilaku”, “Transportasi”, dan “Profesi”. Ketiganya pernah diterbitkan oleh KPG, dan sekarang diterbitkan kembali untuk menyambut satu dekade seri Lagak Jakarta (1997-2007). Meski demikian, banyak peristiwa dan kehidupan yang direkam oleh Benny dan Mice tetap aktual sampai sekarang.

 

“Kalau hidup kita sedikit bertambah cerah, itu pasti karena sumbangan Benny dan Mice, sepasang “pakar sosiologi kota honoris causa”, yang menangkap inti sari kehidupan manusia Jakarta.” – Wimar Witoelar

cooltext-review

Berbicara tentang Jakarta seakan tidak pernah ada habisnya. Ibukota negara kepulauan bernama Indonesia ini bagaikan sebuah daerah yang dihuni oleh manusia dari beragam suku, etnis, agama, kepercayaan, dan latar belakang. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa apa yang terjadi di Jakarta bisa menjadi panutan daerah lain, terlepas dari hal itu baik atau buruk. Samai-sampai Jakarta adalah sebuah daerah yang menjadi tolok ukur kesuksesan. Duo kartunis Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad atau yang kerap disapa Benny dan Mice memotret fenomena di Jakarta dalam serial lagak Jakarta.

Trend dan Perilaku yang merupakan hasil karya Mice menjadi pembuka dalam buku Lagak Jakarta Edisi Koleksi Jilid 1 ini. Trend merupakan hal yang sedang digemari dalam kurun waktu tertentu, dipadukan dengan perilaku yang mendukung, misalnya handphone, shopping diskon, ATM, mode atau fashion, ecstasy, dan putauw. Putauw menjadi favorit saya karena Mice sukses menggambarkan bagaimana dampak barang haram ini dengan apa adanya.

Bila sudah terjerumus ke dunia ‘serbuk putih’ ini… Tak ada lagi yang berguna di dunia ini!! Cuma PUTAUW!! PUTAUW!! PUTAUW!! (Halaman 85)

Transportasi merupakan buah karya Benny yang memberikan gambaran mengenai bermagai moda transportasi di ibukota. Mulai dari metromini, bajaj, bis kota, patas AC, ojek, bemo, dan lain sebagainya. Bemo adalah salah satu favorit saya pada bagian ini karena bentuknya yang unik dan perlu “perjuangan” agar penumpang bisa turun di tempat tujuannya.

Bemo adalah kendaraan yang sukar digolongkan ke jenis apa. Konon benda ini adalah hasil kawin silang antara mobil dan bajaj… (Halaman 123)

Profesi adalah bagian selanjutnya. Gambar tangan seorang Benny kali ini menyuguhkan berbagai profesi yang lumrah dilakoni para penduduk Jakarta. Bukan profesi macam pengusaha, anggota dewan, bahkan presiden, namun justru profesi menengah ke bawah mulai dari salesman, tukang setrika, penjual asongan, debt collector, ilustrator, hingga tukang ketik skripsi. Saya suka bagaimana Benny menggambarkan seorang debt collector atau biasa disebut tukang tagih utang ini dengan empat tipe sesuai cara menagih. Lucu banget hahaha.

Bekerja sebagai Tukang Tagih banyak dilakukan oleh mantan atlet beladiri dan orang-orang yang punya cukup “jam terbang” di “dunia hitam”…. (Halaman 289)

Sebagai penutup jilid pertama ada bab khusus berjudul The Making of Lagak Jakarta yang mengisahkan awal mula Benny dan Mice direkrut oleh penerbit KPG untuk menggambar kehidupan masyarakat di Jakarta. Saya sejuta persen yakin bahwa gambar pada bagian ini hanyalah akal Benny dan Mice yang terlalu lebay. Tapi amsih lucu juga sih hehe. Semua bermula ketika Benny dan Mice bergelantungan di pohon untuk mengamati kondisi Jakarta. Lanjutannya? Bersambung ke jilid dua yaa.

… Apa?! Bikin buku tentang Jakarta!!?? Cihuuuuuyy…. …Asyiiiik… hasil pengamatan kita enggak sia-sia!!! (Halaman 300)

Secara umum, hasil karya Benny Rachmadi yang mendominasi buku Lagak Jakarta Edisi Koleksi jilid pertama ini. Mice hanya menyumbang pada tema “Trend dan Perilaku” sedangkan tema “Transportasi” dan “Profesi” digambar oleh Benny. Hal ini mau tidak mau membuat saya membandingkan gaya gambar yang mereka hasilkan. Gambaran Mice menurut saya lebih soft dan apa adanya dibandingkan milik Benny. Saya merasa seolah gambar Mice ini memang dibuat untuk lucu, meski sebenarnya juga ada pesan tertentu yang disampaikan.

Sedangkan gambar hasil tangan Benny menurut saya lebih detil dengan garis lebih tegas dibandingkan milik Mice. Hal ini membuat saya merasa gambar Benny dibuat untuk menyampaikan sesuatu dengan cara yang lebih “jleb” namun sensasi lucunya masih bisa dirasakan. Yang jelas keduanya memiliki persamaan: sama-sama menghibur. Saya bukan orang Jakarta, namun inti buku ini tidak hanya monopoli orang Jakarta yang bisa memahami. Tunggu review jilid kedua ya..

Buku ini saya baca dalam rangka Posting Bareng BBI untuk bulan Maret 2016. Anggota yang berpartisipasi bisa menuliskan kesan-kesan selama membaca buku tertentu melalui cuitan di twitter dengan hashtag #BBILagiBaca. Sebenarnya cuitan-cuitan tersebut harus dicantumkan di postingan ini, namun karena screencap cukup banyak dan terlalu tidak efisien apabila saya masukkan di sini, maka rekap cuitan saya tentang buku ini bisa disimak di link chirpstory ini yah. Sampai jumpa lagi pada PosBar berikutnya…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

1 comment for “Lagak Jakarta Edisi Koleksi (Jilid 1)

  1. April 8, 2016 at 10:20 AM

    Woaahhh ada edisi koleksi ternyata, pantas tebalnya 300 halaman lebih. Kapan-kapan beli ah, smeoga dapat edisi diskon atau obralan #eh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*